Amerika Serikat Diam-diam Lancarkan Serangan Siber pada Iran

Rabu, 16 Oktober 2019 - 14:58 WIB
Amerika Serikat Diam-diam...
Amerika Serikat Diam-diam Lancarkan Serangan Siber pada Iran
A A A
WASHINGTON - Amerika Serikat (AS) melancarkan serangan siber secara rahasia terhadap Iran setelah serangan di fasilitas minyak Arab Saudi pada 14 September. Pejabat AS menjelaskan, operasi siber itu berlangsung pada akhir September dan menargetkan kemampuan Iran menyebarkan propaganda.

"Serangan siber mempengaruhi hardware fisik," ungkap sumber pejabat AS secara anonim pada Reuters. Meski demikian, sumber itu tidak memberikan rincian lebih lanjut tentang serangan siber itu.

Aksi ini menunjukkan bagaimana pemerintahan Presiden AS Donald Trump berupaya menghadapi apa yang dianggapnya sebagai agresi Iran tanpa menciptakan konflik lebih luas. Serangan siber ini tampaknya lebih terbatas dibandingkan operasi sejenis terhadap Iran tahun ini setelah drone AS ditembak jatuh pada Juni dan serangan pada kapal-kapal tanker minyak di Teluk pada Mei.

AS, Arab Saudi, Inggris, Prancis dan Jerman secara terbuka menyalahkan Iran sebagai dalang serangan 14 September. Iran menyangkal tuduhan itu. Grup militan Houthi yang beraliansi dengan Iran mengaku bertanggung jawab atas serangan di fasilitas minyak itu.

Secara terbuka, Pentagon merespon dengan mengirim ribuan tentara tambahan dan peralatan militer untuk memperkuat pertahanan Saudi. Pentagon menolak berkomentar tentang serangan siber terbaru terhadap Iran.

"Sebagai masalah kebijakan dan untuk keamanan operasional, kami tidak membahas operasi ruang siber, intelijen atau perencanaan," papar juru bicara Pentagon Elissa Smith pada Reuters.

Dampak serangan itu, jika ada, membutuhkan waktu beberapa bulan untuk dipastikan. Namun serangan siber dianggap sebagai pilihan yang tidak terlalu provokatif dibandingkan perang secara langsung."Anda dapat merusak tanpa membunuh orang atau meledakkan sesuatu. Ini menambah pilihan pada peralatan yang tidak kita miliki sebelumnya dan keinginan kita untuk menggunakannya itu penting," kata James Lewis, pakar siber dari Center for Strategic and International Studies di Washington.
(sfn)
Berita Terkait
Mengapa Amerika Serikat...
Mengapa Amerika Serikat Memblokade Pelabuhan Iran?
Amerika Serikat Blacklist...
Amerika Serikat Blacklist Menteri Dalam Negeri Iran
SMURP Aksi Solidaritas...
SMURP Aksi Solidaritas di Monas, Serukan Boikot Produk Terafiliasi Israel dan AS
Iran Akan Pertimbangkan...
Iran Akan Pertimbangkan Negosiasi Langsung dengan Amerika Serikat
Seberapa Penting Timur...
Seberapa Penting Timur Tengah bagi Amerika Serikat?
Presiden Iran Ebrahim...
Presiden Iran Ebrahim Raisi Tiba di AS, Demonstran Bikin Tiang Gantungan
Berita Terkini
Zelensky Ditekan untuk...
Zelensky Ditekan untuk Pecat Jenderal Tertinggi Ukraina di Tengah Perang Melawan Rusia
36 menit yang lalu
Khalil al-Hayya Jadi...
Khalil al-Hayya Jadi Pemimpin Hamas, Perjuangan Gaza Makin Konfrontatif atau Pragmatis?
59 menit yang lalu
Profil Sheikh Miqdad,...
Profil Sheikh Miqdad, Ulama Palestina yang Ditangkap Pasukan Indonesia dan Dikhawatirkan Diserahkan ke Israel
1 jam yang lalu
4 Fakta Film Odyssey...
4 Fakta Film Odyssey yang Picu Ketegangan, dari Isu Kulit Hitam hingga Transgender
2 jam yang lalu
Langka, Kapal Perang...
Langka, Kapal Perang China Latihan Tembak di Dalam ZEE Jepang
3 jam yang lalu
Militer AS Tutupi Jumlah...
Militer AS Tutupi Jumlah Korban Luka dan Tewas, Malu karena Kalah Perang Iran?
3 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved