Menengok Lembaga-lembaga Antikorupsi Berbagai Negara

Senin, 14 Oktober 2019 - 08:49 WIB
Menengok Lembaga-lembaga Antikorupsi Berbagai Negara
Menengok Lembaga-lembaga Antikorupsi Berbagai Negara
A A A
SEJUMLAH pemerintah negara serius memerangi korupsi yang telah mendarah daging di negaranya. Jika Indonesia memiliki Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), maka negara-negara itu juga membentuk lembaga khusus memerangi kejahatan kerah putih tersebut. Terbukti lembaga-lembaga berhasil menekan tingkat korupsi di negaranya.

1. ICAC Hong Kong

Menengok Lembaga-lembaga Antikorupsi Berbagai Negara


Independent Commission Againts Corruption (ICAC) berdiri sejak Februari 1974. Sektor pembangunan mengalami perkembangan pesat pada 1960-an hingga 1970-an di bekas koloni Inggris ini. Imbas pembangunan membuat suap dan praktik korupsi berkembang.

Ironisnya, kepolisian juga terindikasi melindungi pelaku perjudian, prostitusi, dan bandar narkoba. Ini membuat praktik korupsi di negara itu semakin liar.

ICAC dibentuk untuk membereskan masalah tersebut. Lembaga ini memiliki tiga strategi memberantas korupsi, yakni pencegahan, penindakan dan pendidikan. ICAC juga mendapatkan dukungan keuangan cukup besar, jumlah tenaga ahli mencukupi, dan konsistensi dukungan pemerintah selama lebih dari 30 tahun.

2. CPIB Singapura

Menengok Lembaga-lembaga Antikorupsi Berbagai Negara


Hingga 1952, kasus korupsi ditangani oleh satuan di Kepolisian Singapura bernama "Unit Anti Korupsi". Namun, unit ini tak bisa bekerja maksimal. CPIB (Corrupt Practices Investigation Bureau) lahir untuk mengemban tugas tersebut. CPIB membuat undang-undang untuk menambah kewenangan investigasinya dan menetapkan hukuman lebih berat bagi pelaku korupsi.

Undang-undang ini juga mengalami perubahan berkali-kali menyesuaikan perkembangan. Tak hanya kepentingan negara, CPIB juga tercatat bisa menyelidiki pihak swasta.
Halaman :
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
berita/ rendering in 0.1267 seconds (11.210#12.26)