Putin: Turki Invasi Suriah, Ribuan Militan ISIS Bisa Kabur

Sabtu, 12 Oktober 2019 - 14:06 WIB
Putin: Turki Invasi...
Putin: Turki Invasi Suriah, Ribuan Militan ISIS Bisa Kabur
A A A
ASHGABAT - Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan invasi Turki ke Suriah timur laut dapat menyebabkan ribuan militan ISIS melarikan diri dari penjara yang dijaga pasukan Kurdi. Menurutnya, bebasnya ribuan militan kelompok teroris itu akan menjadi ancaman nyata bagi semua pihak.

Kekhawatiran Putin disampaikan dalam pertemuan para pemimpin negara-negara bekas Soviet di Ashgabat, ibu kota Turkmenistan. Pemimpin Kremlin itu ragu bahwa Ankara mampu mencegah pelarian para tahanan Islamic State (ISIS) karena militer Turki terus beraksi dengan ofensif terhadap pasukan Kurdi di Suriah timur laut.

"Itu adalah zona di mana para petempur ISIS terkonsentrasi, mereka masih ditahan oleh kelompok-kelompok militer Kurdi," kata Putin.

"Sekarang tentara Turki sedang masuk, orang Kurdi meninggalkan kamp-kamp ini, dan para petempur ISIS di dalamnya bisa melarikan diri. Saya tidak yakin apakah tentara Turki dapat mengambil (para petempur ISIS) di bawah kendali mereka," ujarnya, seperti dikutip dari The Guardian, Sabtu (12/10/2019).

Pernyataan Putin adalah kritik terukur terhadap serangan Turki, sekaligus menambah tekanan diplomatik terhadap Presiden Turki Recep Tayyip Erdoğan agar menghentikan invasi.

"Ini adalah ancaman nyata bagi kita semua," kata Putin. "Bagaimana dan ke mana mereka akan bepergian? Melalui wilayah Turki, melalui wilayah lain, lebih jauh ke Suriah di wilayah yang tidak terkontrol, kemudian melalui Irak, negara-negara lain. Kita harus memahami ini, mengetahui ini, dan memobilisasi sumber daya dari badan intelijen kami untuk menghadapi ancaman baru ini," papar mantan agen KGB tersebut.

Invasi Turki dimulai setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan penarikan pasukan AS dari Suriah timur laut setelah ia melakukan panggilan telepon dengan Erdogan. Keputusan Trump itu dianggap banyak pihak sebagai langkah Washington dalam memberikan lampu hijau bagi Turki untuk menyerang pasukan Kurdi di Suriah.

Namun, AS sejak itu mengkritik invasi Turki dengan menyatakan bahwa pembersihan etnik atau penembakan terhadap penduduk sipil dapat memicu sanksi.

Putin telah menjadi pemain kekuatan di wilayah tersebut sejak Rusia melakukan intervensi militer dalam perang saudara Suriah dengan membela Presiden Bashar al-Assad pada 2015. Dukungan militer Moskow membuat rezim Assad mampu mengalahkan balik pemberontak yang hampir menjatuhkan pemerintahannya.

Rusia memperkirakan ada ribuan militan Islamis dari negara-negara pecahan Uni Soviet yang beperang di Suriah.
(mas)
Berita Terkait
Erdogan Minta Putin...
Erdogan Minta Putin Bangun Koridor Keamanan di Suriah
Tegang dengan AS, Putin...
Tegang dengan AS, Putin dan Erdogan Saling Puji
Erdogan Peringatkan...
Erdogan Peringatkan Operasi Baru di Suriah Jika Milisi Kurdi Tak Pergi
Digandeng Erdogan, Vladimir...
Digandeng Erdogan, Vladimir Putin Sakit?
Erdogan Kecewa Berat...
Erdogan Kecewa Berat dengan Biden, Turki Pilih Dekati Rusia dan Putin
AS Dukung Operasi Militer...
AS Dukung Operasi Militer Turki di Suriah Meski Persulit Kurdi
Berita Terkini
Israel Syok Senator...
Israel Syok Senator AS Pro-Zionis Lindsey Graham Mendadak Meninggal
5 menit yang lalu
Persaingan Memanas,...
Persaingan Memanas, China Membangun Replika Kapal Perang AS untuk Latihan Tembak Rudal
45 menit yang lalu
Iran Serang 5 Negara...
Iran Serang 5 Negara Arab karena Jadi Pangkalan Militer AS
1 jam yang lalu
Serangan Balasan Iran...
Serangan Balasan Iran Diklaim Tewaskan 3 Tentara AS dan Hancurkan Sistem Rudal HIMARS
1 jam yang lalu
AS Bombarir Iran untuk...
AS Bombarir Iran untuk Keempat Kalinya, Teheran Sebut Kejahatan Perang
2 jam yang lalu
Senator AS yang Desak...
Senator AS yang Desak Israel Mengebom Nuklir Gaza Tiba-tiba Meninggal
2 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Jam...
10 Negara dengan Jam Kerja Terpendek di Dunia, Suriah Paling Singkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved