Kanselir Jerman: Zero Tolerance untuk Kebencian

Jum'at, 11 Oktober 2019 - 00:07 WIB
Kanselir Jerman: Zero...
Kanselir Jerman: Zero Tolerance untuk Kebencian
A A A
HALLE - Kanselir Jerman, Angela Merkel, berjanji tidak ada toleransi atau zero tolerance' terhadap kebencian di Jerman. Hal itu diungkapkannya setelah upaya pembantaian di sebuah sinagog, ketika umat Yahudi menuntut tindakan untuk melindungi masyarakat dari meningkatnya ancaman kekerasan neo-Nazi.

Dua orang ditembak mati di kota Halle, Jerman timur, pada Rabu, dengan sebuah sinagog yang menjadi sasaran utama. Tersangka, pria Jerman berusia 27 tahun, Stephan Balliet, memfilmkan serangan itu dan menyiarkannya secara online.

Para korban, dilaporkan seorang pria dan wanita Jerman, tampaknya dipilih secara acak ketika penyerang gagal mendapatkan akses ke sinagog yang telah dikepungnya dengan tembakan dan bahan peledak buatan sendiri, ketika jemaat yang ketakutan membarikade diri di dalam.

Amukan itu disiarkan langsung selama 35 menit di Twitch, dan disaksikan oleh sekitar 2.200 orang, platform online itu mengatakan. Insiden ini mengingatkan pada pembantaian di masjid Christchurch, Selandia Baru, pada bulan Maret lalu yang juga disiarkan langsung secara online.

Polisi kemudian menangkap tersangka Halle setelah pertempuran senjata yang membuatnya terluka.

Merkel mengatakan kepada konvensi serikat pekerja bahwa negara Jerman dan masyarakat sipil harus melakukan segala daya mereka untuk melawan kebencian, kekerasan dan penghinaan terhadap kehidupan manusia.

"Pasti tidak ada toleransi," tegasnya seperti dikutip dari Channel News Asia, Jumat (11/10/2019).

Rabu malam, Merkel bergabung dengan gerakan solidaritas di sebuah sinagog Berlin yang bersejarah, dan dengan tegas mengutuk serangan anti-Semit.

Presiden Frank-Walter Steinmeier, bergabung dengan duta besar Israel Jeremy Issacharoff dan pejabat setempat, meletakkan bunga pada hari Kamis di kuil Halle sebelum bertemu dengan perwakilan komunitas Yahudi di dalamnya.

Dia kemudian mengatakan kepada wartawan bahwa negara itu memiliki kewajiban untuk melindungi orang-orang Yahudi di tanahnya, juga mengingat kesalahan historisnya atas Holocaust.

"Harus jelas bahwa negara bertanggung jawab atas kehidupan Yahudi, untuk keamanan kehidupan Yahudi di Jerman," katanya.

Jaksa federal Peter Frank mengatakan Balliet akan didakwa dengan dua tuduhan pembunuhan dan sembilan tuduhan percobaan pembunuhan dalam apa yang disebutnya tindakan "teror" yang telah direncanakan sebagai "pembantaian".

"Balliet telah mengemas 4kg bahan peledak di mobilnya, dan ingin masuk ke sinagog untuk membunuh banyak orang," tambah Frank.
(ian)
Berita Terkait
Bayern München Ikat...
Bayern München Ikat Leon Goretzka Hingga 2026
Produksi Makanan Crispy...
Produksi Makanan Crispy dari Ulat Jerman
Banjir Rendam Kota Koblenz,...
Banjir Rendam Kota Koblenz, Jerman
Hasil EURO 2024: Langsung...
Hasil EURO 2024: Langsung Tancap Gas, Jerman Bantai Skotlandia 5-1
Pangeran Jerman Dituntut...
Pangeran Jerman Dituntut Ayahnya karena Jual Kastil Keluarga Hanya Rp17.000
Balas Tindakan Berlin,...
Balas Tindakan Berlin, Teheran Usir Dua Diplomat Jerman
Berita Terkini
Israel Ngotot Tempatkan...
Israel Ngotot Tempatkan Pasukannya di Lebanon, Suriah, dan Gaza Tanpa Batas Waktu
8 menit yang lalu
Kiper Palestina Saleem...
Kiper Palestina Saleem Al-Ashqar Tewas Dibunuh Tentara Israel di Gaza
1 jam yang lalu
130 Orang Ditangkap...
130 Orang Ditangkap karena Korupsi, Termasuk Para Pejabat Berbagai Kementerian
2 jam yang lalu
Rusia Balas Dendam!...
Rusia Balas Dendam! Rudal dan Drone Gempur Ukraina, 11 Orang Tewas
3 jam yang lalu
Usai Tewaskan 1.300...
Usai Tewaskan 1.300 Orang di Eropa, Gelombang Panas Ekstrem Kini Melanda AS
4 jam yang lalu
Gempa Kembar Venezuela...
Gempa Kembar Venezuela Tewaskan 2.295 Orang: Mirip Zona Perang, Bau Mayat Menyengat
4 jam yang lalu
Infografis
Wasit Jerman Daniel...
Wasit Jerman Daniel Siebert Pimpin Final Liga Champions PSG vs Arsenal
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved