Lihat Turki Invasi Kurdi Suriah, Pasukan Khusus AS Malu

Kamis, 10 Oktober 2019 - 08:34 WIB
Lihat Turki Invasi Kurdi...
Lihat Turki Invasi Kurdi Suriah, Pasukan Khusus AS Malu
A A A
WASHINGTON - Seorang anggota Pasukan Khusus Amerika Serikat (AS) yang membantu dan melatih Pasukan Demokratik Suriah (SDF) yang dipimpin Kurdi mengaku malu menyaksikan invasi Turki di garis depan perbatasan.

"Saya malu untuk pertama kalinya dalam karier saya," kata seorang anggota Pasukan Khusus AS yang telah terlibat dalam pelatihan pasukan pribumi di berbagai benua. Dia adalah salah satu dari 1.000 atau lebih tentara AS yang tetap ditempatkan di Suriah.

"Turki tidak melakukan apa yang disepakati. Ini mengerikan," ujarnya yang jadi sumber militer di darat. "Kami bertemu di setiap perjanjian keamanan. Bangsa Kurdi bertemu di setiap perjanjian (dengan Turki). Tidak ada ancaman bagi Turki, tidak ada (ancaman) dari sisi perbatasan ini."

Presiden Donald Trump mengatakan AS akan menarik tentaranya dari Suriah timur laut pada hari Minggu, suatu langkah yang dianggap sebagai pukulan terhadap pasukan Kurdi yang selama ini jadi sekutu Amerika dalam melawan kelompok Islamic State atau ISIS di Suriah. (Baca: Turki Invasi Kurdi Suriah Melalui Darat dan Udara )

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan telah mengumumkan operasi militer di wilayah Suriah timur laut yang diberi nama "Operation Peace Spring". Menurutnya, operasi militer ini untuk menetralisir ancaman teror dan membangun zona aman di Suriah.

Setidaknya tujuh warga sipil telah tewas di Suriah timur laut sejak serangan Turki dimulai pada hari Rabu. Data ini bersumber dari para aktivis dan pemantau perang di Suriah. Turki kemudian mengumumkan bahwa pasukan daratnya telah menyerbu wilayah Suriah timur laut untuk memerangi pasukan Kurdi.

"Ini gila," kata anggota Pasukan Khusus AS yang berbicara dalam kondisi anonim kepada Fox News, Kamis (10/10/2019). "Saya tidak tahu apa yang mereka sebut kekejaman, tetapi itu sedang terjadi."

Pejabat militer AS mengatakan kepada Fox News bahwa presiden Trump memerintahkan militer untuk tidak terlibat dalam serangan Turki, setelah Kurdi meminta dukungan Angkatan Udara AS. (Baca juga: Erdogan Umumkan Dimulainya Operasi Militer di Suriah )

Pasukan Kurdi di Suriah timur laut menjaga ribuan militan ISIS yang ditahan di penjara. Namun, mereka sekarang tidak lagi menerima bantuan AS di wilayah tersebut.

Lebih lanjut, anggota Pasukan Khusus AS mengatakan Kurdi tidak meninggalkan posisi mereka untuk menjaga tahanan ISIS. "Bahkan, mereka mencegah istirahat semalaman tanpa kami," ujarnya. "Mereka tidak meninggalkan pihak kami."

"Orang-orang Turki menghantam di luar mekanisme keamanan," lanjut dia. "Orang-orang Kurdi memohon dukungan kami."

"Pasukan Amerika tidak melakukan apa-apa," keluh dia. "Hanya duduk dan menyaksikannya secara terbuka," katanya.

Menurut Pasukan Khusus AS tersebut, pasukan Amerika kecewa dengan keputusan yang diambil oleh para pemimpin senior di Washington.
(mas)
Berita Terkait
Pemerintahan Trump Pertimbangkan...
Pemerintahan Trump Pertimbangkan Penarikan Penuh Pasukan AS dari Suriah
Turki Sebut Buku Bolton...
Turki Sebut Buku Bolton Menyesatkan Soal Percakapan Erdogan-Trump
Mengejutkan, Ocalan...
Mengejutkan, Ocalan Serukan PKK Letakkan Senjata dan Bubarkan Diri setelah Puluhan Tahun Melawan Turki
Bom Guncang Afrin Suriah,...
Bom Guncang Afrin Suriah, 40 Warga Sipil Tewas Termasuk 11 Anak
Erdogan Peringatkan...
Erdogan Peringatkan Operasi Baru di Suriah Jika Milisi Kurdi Tak Pergi
Erdogan: Turki Terus...
Erdogan: Turki Terus Perkuat Angkatan Bersenjatanya Jadi Terkuat di Dunia
Berita Terkini
Sadisnya Tentara Israel...
Sadisnya Tentara Israel Tembak Mati Bayi Palestina di Tepi Barat, IDF Luncurkan Penyelidikan
5 menit yang lalu
Trump Marah dan Ngambek...
Trump Marah dan Ngambek pada Host NBC: Anda Curang atau Bodoh
35 menit yang lalu
Israel Balas Bombardir...
Israel Balas Bombardir Iran, Ledakan Guncang 3 Kota
1 jam yang lalu
IRGC: Rudal-rudal Balistik...
IRGC: Rudal-rudal Balistik Iran Gempur Pangkalan Udara Ramat David Israel
1 jam yang lalu
Gempa Magnitudo 8,1...
Gempa Magnitudo 8,1 Guncang Filipina, Peringatan Tsunami Dikeluarkan, Warga Kocar-kacir Selamatkan Diri
1 jam yang lalu
Rentetan Penembakan...
Rentetan Penembakan Guncang Israel, 1 Tewas, 5 Luka
2 jam yang lalu
Infografis
Perang AS-Israel vs...
Perang AS-Israel vs Iran Telah Mengungkap Kelemahan Militer Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved