Trump Lenyapkan Ekonomi Turki jika Lakukan Hal Terlarang di Suriah

Selasa, 08 Oktober 2019 - 08:57 WIB
Trump Lenyapkan Ekonomi...
Trump Lenyapkan Ekonomi Turki jika Lakukan Hal Terlarang di Suriah
A A A
WASHINGTON - Presiden Donald John Trump membela keputusannya untuk menarik pasukan Amerika Serikat (AS) dari perbatasan utara Suriah. Orang nomor satu Amerika itu juga mengancam akan melenyapkan ekonomi Tukri jika Ankara melakukan sesuatu di Suriah yang dianggapnya terlarang.

"Seperti yang telah saya nyatakan sebelumnya, dan hanya untuk mengulangi, jika Turki melakukan sesuatu yang menurut saya, dengan kearifan saya yang besar dan tak tertandingi, dianggap terlarang, saya akan benar-benar menghancurkan dan melenyapkan ekonomi Turki (yang telah saya lakukan sebelumnya!). Mereka harus, dengan Eropa dan lainnya, mengawasi...," kata Trump hari Senin yang dikutip dari akun Twitter-nya, @realDonaldTrump, Selasa (8/10/2019).

".... para petempur dan keluarga ISIS yang ditangkap. AS telah melakukan jauh lebih banyak daripada yang bisa diharapkan siapa pun, termasuk menangkap 100 persen dari Kekhalifahan ISIS. Sekarang saatnya bagi orang lain di wilayah ini, sebagian dari kekayaan besar, untuk melindungi wilayah mereka sendiri. Amerika Serikat hebat!," lanjut tweet Trump.

Militer AS mulai menarik pasukan dari Suriah utara pada hari Senin, membuka jalan untuk apa yang Gedung Putih sebut sebagai operasi Turki yang telah direncanakan di daerah tersebut. Pentagon mengeluarkan pernyataan pada hari Senin yang menjelaskan bahwa mereka tidak akan mendukung operasi semacam itu.

Anggota parlemen dari Demokrat dan Republik mengecam rencana presiden Trump, yang dianggap sebagai pengkhianatan karena meninggalkan pasukan Kurdi yang telah memimpin pertempuran melawan teroris ISIS.

Keputusan Trump juga dianggap wujud belas kasihan Amerika Serikat atas militer Turki. Turki telah lama menganggap petempur Kurdi di Suriah sebagai ancaman dan para ahli pada hari Senin mengatakan kepada NBC News bahwa penarikan pasukan AS dapat membuat wilayah tersebut tidak stabil.

Trump, yang berbicara kepada Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan melalui telepon sebelum pengumuman hari Minggu, tidak mengatakan tindakan Turki apa yang akan dianggapnya "terlarang."

Pada acara Gedung Putih Senin malam, Trump ditanya mengapa ia berpihak pada Turki daripada dengan sekutu yang telah berperang melawan ISIS selama bertahun-tahun. "Saya tidak berpihak pada siapa pun," jawab Trump.

Dia juga mengatakan bahwa dia memberi tahu Erdogan jika ada orang Amerika yang terluka akan ada masalah besar. Menurutnya, AS akan mencoba untuk melindungi Kurdi terhadap militer Turki.

"Bangsa Kurdi adalah musuh alami (dengan Turki), mereka telah berjuang selama ratusan tahun. Kami menyisipkan diri ke dalam perang, dan perang suku, dan revolusi, mereka bukan jenis hal yang Anda selesaikan dengan cara yang Anda ingin selesaikan," ujarnya. "China dan Rusia suka bahwa kita macet."

Trump juga menepis anggapan bahwa para pejabat militer AS dibutakan oleh langkah tersebut. "Saya berkonsultasi dengan semua orang," katanya. "Saya selalu berkonsultasi dengan semua orang," ujarnya.
(mas)
Berita Terkait
Erdogan: Turki Terus...
Erdogan: Turki Terus Perkuat Angkatan Bersenjatanya Jadi Terkuat di Dunia
AS: Operasi Militer...
AS: Operasi Militer Turki ke Suriah Mengancam Stabilitas Regional
AS Dukung Operasi Militer...
AS Dukung Operasi Militer Turki di Suriah Meski Persulit Kurdi
Turki Mengaku Tak Perlu...
Turki Mengaku Tak Perlu Izin untuk Gelar Operasi Militer di Suriah
Pemerintahan Trump Pertimbangkan...
Pemerintahan Trump Pertimbangkan Penarikan Penuh Pasukan AS dari Suriah
2 Rudal Hantam Pangkalan...
2 Rudal Hantam Pangkalan AS di Suriah di Tengah Operasi Militer Turkiye
Berita Terkini
IRGC Seharusnya Jadi...
IRGC Seharusnya Jadi Teladan bagi Negara Muslim di Seluruh Dunia
2 jam yang lalu
G7 Kini Fokus Memusuhi...
G7 Kini Fokus Memusuhi Rusia, Trump: Ini Perang yang Mudah Diselesaikan
3 jam yang lalu
Pasokan Senjata Rapuh,...
Pasokan Senjata Rapuh, Presiden Trump Dorong Produksi Massal
4 jam yang lalu
Fregat Rusia Tembaki...
Fregat Rusia Tembaki Kapal Pesiar Inggris, Starmer: Tindakan Sembrono
5 jam yang lalu
2 Pesawat Pengebom Nuklir...
2 Pesawat Pengebom Nuklir dari 2 Negara Adikuasa yang Bermusuhan Jatuh di Hari yang Sama
5 jam yang lalu
AS dan Iran Berdamai,...
AS dan Iran Berdamai, MBS: Semua untuk Kepentingan Bersama
6 jam yang lalu
Infografis
Kaleidoskop 2025: 7...
Kaleidoskop 2025: 7 Peristiwa Ekonomi Paling Heboh di Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved