Iran kepada AS: Anda Harus Membayar Lebih untuk Kesepakatan Baru

Rabu, 25 September 2019 - 22:56 WIB
Iran kepada AS: Anda...
Iran kepada AS: Anda Harus Membayar Lebih untuk Kesepakatan Baru
A A A
NEW YORK - Presiden Iran Hassan Rouhani mengatakan jika Amerika Serikat (AS) menginginkan kesepakatan di luar kesepakatan nuklir tahun 2015 maka AS harus membayar lebih untuk hal itu. Rouhani juga tampaknya menolak pembicaraan dengan Presiden AS Donald Trump untuk saat ini.

Presiden Donald Trump memutuskan untuk menarik AS dari perjanjian nuklir 2015 karena menilai perjanjian tersebut tidak memuat tentang program rudal Iran dan tidak mampu menghentikan pengaruh Teheran di Timur Tengah.

"Tanggapan kami untuk pembicaraan di bawah tekanan adalah tidak," kata Rouhani dalam teks persiapan pidato Sidang Umum AS yang diperoleh Reuters, Rabu (25/9/2019).

Sementara itu, meskipun para pemimpin Prancis dan Inggris mendesak Rouhani untuk bertemu Trump, seorang pejabat Iran mengatakan kepada Reuters, tidak ada kemungkinan bahwa presiden AS dan Iran akan bertemu meski keduanya berada di New York untuk pertemuan tahunan para pemimpin dunia minggu ini.

Seorang pejabat Iran bersikap kategoris dalam mengecilkan gagasan pertemuan Trump dan Rouhani minggu ini dan menyerukan AS untuk kembali ke kesepakatan nuklir, yang secara resmi disebut Rencana Aksi Komprehensif Bersama (JCPOA).

"Peluang pertemuan adalah nol. Mereka tahu apa yang harus dilakukan. Mereka harus kembali ke JCPOA, mencabut sanksi dan mengakhiri tekanan maksimum yang tidak adil ini pada Iran. Maka tentu saja mereka dapat bergabung dalam pembicaraan di bawah kesepakatan itu,” kata pejabat Iran itu kepada Reuters.

Sejak meninggalkan kesepakatan nuklir tahun lalu, Trump secara dramatis memperketat sanksi terhadap Iran dalam upaya mengurangi ekspor minyaknya yang menjadi sumber utama devisa dan pendapatan Teheran menjadi nol.

Meskipun pada awalnya menghormati kesepakatan tersebut walaupun Trump menarik diri, Iran secara bertahap mengurangi kepatuhannya dan mengancam akan memblokir Selat Hormuz di Teluk, yang dilalui seperlima dari minyak yang lewat di dunia.
(ian)
Berita Terkait
Iran Akan Pertimbangkan...
Iran Akan Pertimbangkan Negosiasi Langsung dengan Amerika Serikat
AS Ancam Sanksi Negara...
AS Ancam Sanksi Negara yang Tolak Klausul Snapback Diaktifkan
Lagi, Presiden Iran...
Lagi, Presiden Iran Ajukan Syarat Duduk Satu Meja dengan AS
AS, Iran dan Anggota...
AS, Iran dan Anggota JCPOA Bakal Bertemu di Wina Minggu Depan
Iran Bersumpah Akan...
Iran Bersumpah Akan Balas Dendam Jika AS Jatuhkan Sanksi
Iran Tegaskan Tolak...
Iran Tegaskan Tolak Renegosiasi Perjanjian Nuklir dengan AS
Berita Terkini
Akademisi Beijing: Negara...
Akademisi Beijing: Negara Mana Pun yang Berani Perang Nuklir Melawan China Akan Musnah
45 menit yang lalu
Trump Tolak Seruan Netanyahu...
Trump Tolak Seruan Netanyahu agar AS Tak Jual Jet Tempur Siluman F-35 ke Turki
2 jam yang lalu
Trump Keliru Sebut Iran...
Trump Keliru Sebut Iran 'Republik Islam Jepang': 111 Rudalnya Serang Kapal Induk AS
2 jam yang lalu
AS Gempur 90 Target...
AS Gempur 90 Target di Iran, Teheran Balas Bombardir Pangkalan Amerika di Kuwait dan Bahrain
3 jam yang lalu
Venezuela Memohon kepada...
Venezuela Memohon kepada Raja Charles: Serahkan 31 Ton Emas yang Ditahan Inggris
4 jam yang lalu
Uni Eropa Perketat Impor...
Uni Eropa Perketat Impor E-Commerce, Era Paket Murah dari China Mulai Berakhir
5 jam yang lalu
Infografis
Perang AS-Israel vs...
Perang AS-Israel vs Iran Telah Mengungkap Kelemahan Militer Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved