Singapura Tahan 3 WNI atas Dugaan Terorisme

Senin, 23 September 2019 - 18:52 WIB
Singapura Tahan 3 WNI...
Singapura Tahan 3 WNI atas Dugaan Terorisme
A A A
SINGAPURA - Kementerian Dalam Negeri Singapura (MHA) menyatakan, tiga warga negara Indonesia (WNI) ditangkap atas dugaan terorisme. Ketiganya ditangkap di bawah Undang-Undang Keamanan Dalam Negeri (ISA) di tengah investigasi atas dugaan kegiatan pendanaan terhadap kelompok terorisme yang dilakukan ketiga WNI itu.

Anindia Afiyantari (31), Retno Hernayani (36) dan Turmini (31), adalah WNI yang bekerja di Singapura. Mereka ditangkap pada awal bulan ini oleh otoritas keamanan Negeri Singa itu.

"Mereka telah bekerja sebagai pekerja rumah tangga di Singapura antara enam dan 13 tahun ketika mereka ditangkap. Ketiganya berkenalan satu sama lain ketika mereka menjadi radikal pada tahun 2018," kata MHA dalam sebuah pernyataan.

MHA menyebut, Anindia dan Retno pertama kali bertemu di sebuah pertemuan sosial di Singapura saat keduanya sedang libur, sementara Turmini terhubung dengan mereka lewat media sosial.

"Seiring waktu, mereka mengembangkan jaringan kontak online asing yang pro-militan, termasuk 'pacar online' yang berbagi ideologi pro-ISIS mereka," sambungnya, seperti dilansir Channel News Asia pada Senin (23/9).

Anindia dan Retno, papar MHA, ingin melakukan perjalanan ke Suriah dan bergabung dengan ISIS. Anindia dilaporkan siap untuk mengangkat senjata bagi kelompok teror di Suriah dan menjadi pembom bunuh diri. Sementara Retno bercita-cita untuk tinggal di antara anggota ISIS di Suriah dan berpartisipasi dalam konflik di sana.

Kementerian itu menyebut, kedua wanita itu juga didorong oleh kontak online mereka untuk bermigrasi ke Filipina selatan, Afghanistan, atau Afrika untuk bergabung dengan kelompok pro-ISIS di daerah-daerah ini.

MHA mengatakan, Retno percaya bahwa umat Islam berkewajiban untuk melakukan perjalanan ke zona konflik lainnya, seperti Palestina dan Kashmir untuk berperang melawan musuh-musuh Islam.

Ketiga wanita itu, ungkap MHA, secara aktif memberikan dukungan secara online kepada ISIS. Mereka masing-masing mempertahankan beberapa akun media sosial untuk mengirim dana kepada kelompok pro ISIS.MHA menambahkan, mereka juga menyumbangkan dana kepada entitas yang berbasis di luar negeri untuk tujuan terkait terorisme.
(esn)
Berita Terkait
Wisata Menakjubkan di...
Wisata Menakjubkan di Sentosa Sensoryscape, Landmark Terbaru Singapura
Dubes Singapura Kwok...
Dubes Singapura Kwok Fook Seng Gelar Buka Puasa Bersama 70 Anak Yatim di Masjid Istiqlal
Singapore Dream Sudah...
Singapore Dream Sudah Mengalami Pergeseran, Apa Pemicunya?
Pemilu Singapura seperti...
Pemilu Singapura seperti Sandiwara, Hanya Melanggengkan Kekuasaan PAP
PM Singapura Akan Serahkan...
PM Singapura Akan Serahkan Kepemimpinan PAP Kepada Lawrence Wong
Politikus Muslim Ini...
Politikus Muslim Ini Ungkap Rahasia Kesuksesan Singapura
Berita Terkini
Mengapa Komunitas Internasional...
Mengapa Komunitas Internasional Tak Bisa Menghentikan Gazanisasi di Lebanon?
52 menit yang lalu
5 Alasan Iran Serang...
5 Alasan Iran Serang Bahrain dan Kuwait, Menekan AS Memenuhi Tuntutan Teheran
1 jam yang lalu
Gerakan Protes Gen Z...
Gerakan Protes Gen Z Guncang Ibu Kota India: Aku Seekor Kecoak!
2 jam yang lalu
Hamas Ungkap Pertemuan...
Hamas Ungkap Pertemuan di Kairo Bahas Penerapan Gencatan Senjata Gaza
3 jam yang lalu
Ilmuwan Bikin Roti dengan...
Ilmuwan Bikin Roti dengan Ragi dari Kulit Mumi Berusia 5.300 Tahun
4 jam yang lalu
AS Pertimbangkan Gunakan...
AS Pertimbangkan Gunakan Aset Iran untuk Biaya Rekonstruksi Negara-negara Teluk
5 jam yang lalu
Infografis
Jadwal Imsakiyah Ramadan...
Jadwal Imsakiyah Ramadan 1447 H, Selasa 3 Maret 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved