Bela Arab Saudi, Wapres Pence Nyatakan AS Siap Perang
Rabu, 18 September 2019 - 06:55 WIB
Bela Arab Saudi, Wapres Pence Nyatakan AS Siap Perang
A
A
A
WASHINGTON - Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) Mike Pence menyatakan Washington siap untuk berperang untuk membela Riyadh dan sekutu lainnya di Timur Tengah setelah kilang minyak Aramco Arab Saudi diserang. Menurutnya, senjata Amerika dalam posisi "dikokang dan diisi".
Pernyataan Pence ini menggemakan retorika perang yang sebelumnya disuarakan para pejabat AS termasuk Presiden Donald Trump yang menuduh Iran bertanggung jawab atas serangan terhadap dua kilang minyak utama Aramco pada Sabtu pekan lalu.
Teheran telah membantah tuduhan-tuduhan tersebut. Sedangkan kelompok pemberontak Houthi Yaman mengaku bertanggung jawab atas serangan itu dan menjanjikan lebih banyak serangan serupa.
"Segera setelah serangan tak berujung pekan ini terhadap beberapa fasilitas minyak di Arab Saudi, saya berjanji kepada Anda, kami siap," kata Pence, berbicara pada acara Heritage Foundation di Washington, pada hari Selasa.
"Seperti yang dikatakan presiden, kami tidak ingin perang dengan siapa pun. Tetapi Amerika Serikat siap, (senjata) kami dikokang dan diisi, dan kami siap membela kepentingan kami dan sekutu kami di wilayah itu. Jangan membuat kesalahan tentang itu," lanjut Pence tanpa menyebut pihak mana yang akan dia perangi.
Mengulangi klaim Trump pada hari Senin bahwa Iran diduga berada di belakang serangan terhadap dua kilang minyak Saudi, Pence mengatakan bahwa komunitas intelijen AS bekerja dengan rajin untuk meninjau bukti.
Menurut Pence, jika Iran berada di balik serangan itu, itu akan menjadi yang terbaru dalam serangkaian peningkatan eskalasi yang semakin berbahaya yang dipicu oleh Republik Islam Iran.
Wapres Pence memuji keberhasilan pemerintahan Trump baru-baru ini dalam mengamankan anggaran USD738 miliar untuk militer AS. "Personel tugas aktif Amerika sekarang adalah pasukan tempur yang paling lengkap, terlatih, dan paling berteknologi maju dalam sejarah dunia," katanya, seperti dikutip Sputniknews, Rabu (18/9/2019)
Sebelumnya pada hari Selasa, seorang pejabat AS yang berbicara secara anonim mengatakan kepada AFP bahwa AS sekarang yakin serangan terhadap dua kilang minyak Arab Saudi diluncurkan dari tanah Iran, dan melibatkan penggunaan rudal jelajah.
Teheran telah membantah klaim AS dan Saudi tentang keterlibatannya, tetapi membela hak rakyat Yaman untuk melindungi diri dari serangan Arab Saudi.
Pernyataan Pence ini menggemakan retorika perang yang sebelumnya disuarakan para pejabat AS termasuk Presiden Donald Trump yang menuduh Iran bertanggung jawab atas serangan terhadap dua kilang minyak utama Aramco pada Sabtu pekan lalu.
Teheran telah membantah tuduhan-tuduhan tersebut. Sedangkan kelompok pemberontak Houthi Yaman mengaku bertanggung jawab atas serangan itu dan menjanjikan lebih banyak serangan serupa.
"Segera setelah serangan tak berujung pekan ini terhadap beberapa fasilitas minyak di Arab Saudi, saya berjanji kepada Anda, kami siap," kata Pence, berbicara pada acara Heritage Foundation di Washington, pada hari Selasa.
"Seperti yang dikatakan presiden, kami tidak ingin perang dengan siapa pun. Tetapi Amerika Serikat siap, (senjata) kami dikokang dan diisi, dan kami siap membela kepentingan kami dan sekutu kami di wilayah itu. Jangan membuat kesalahan tentang itu," lanjut Pence tanpa menyebut pihak mana yang akan dia perangi.
Mengulangi klaim Trump pada hari Senin bahwa Iran diduga berada di belakang serangan terhadap dua kilang minyak Saudi, Pence mengatakan bahwa komunitas intelijen AS bekerja dengan rajin untuk meninjau bukti.
Menurut Pence, jika Iran berada di balik serangan itu, itu akan menjadi yang terbaru dalam serangkaian peningkatan eskalasi yang semakin berbahaya yang dipicu oleh Republik Islam Iran.
Wapres Pence memuji keberhasilan pemerintahan Trump baru-baru ini dalam mengamankan anggaran USD738 miliar untuk militer AS. "Personel tugas aktif Amerika sekarang adalah pasukan tempur yang paling lengkap, terlatih, dan paling berteknologi maju dalam sejarah dunia," katanya, seperti dikutip Sputniknews, Rabu (18/9/2019)
Sebelumnya pada hari Selasa, seorang pejabat AS yang berbicara secara anonim mengatakan kepada AFP bahwa AS sekarang yakin serangan terhadap dua kilang minyak Arab Saudi diluncurkan dari tanah Iran, dan melibatkan penggunaan rudal jelajah.
Teheran telah membantah klaim AS dan Saudi tentang keterlibatannya, tetapi membela hak rakyat Yaman untuk melindungi diri dari serangan Arab Saudi.
(mas)