Pro-Demonstran, Para Siswa Bentuk Rantai Manusia di Seluruh Hong Kong

Senin, 09 September 2019 - 10:52 WIB
Pro-Demonstran, Para...
Pro-Demonstran, Para Siswa Bentuk Rantai Manusia di Seluruh Hong Kong
A A A
HONG KONG - Ratusan siswa sekolah menengah membentuk rantai manusia di distrik-distrik di seluruh Hong Kong pada hari Senin (9/9/2019). Aksi para pelajar yang rata-rata mengenakan topeng dan seragam sekolah ini untuk mendukung para demonstran anti-pemerintah .

Mengutip laporan Reuters, dukungan diberikan para pelajar setelah demo pada akhir pekan kemarin kembali berakhir dengan bentrok antara para pengunjuk rasa dengan polisi antihuru-hara.

Stasiun-stasiun metro yang ditutup pada hari Minggu di tengah-tengah konfrontasi sudah dibuka kembali, meskipun suasana di pusat keuangan Asia itu tetap tegang.

Pemerintah Hong Kong memperingatkan pihak asing untuk tidak ikut campur soal urusan dalam negeri bekas jajahan Inggris itu setelah ribuan pemrotes meminta Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk membebaskan kota itu dari China.

Media pemerintah mengatakan Hong Kong adalah bagian yang tidak terpisahkan dari China dan segala upaya pemisahan diri akan dihancurkan.

Demo yang telah berjalan tiga bulan terakhir itu untuk memprotes RUU ekstradisi yang memungkinkan tersangka kriminal diekstradisi ke China untuk diadili dan dihukum di sana. Pemimpin Eksekutif Hong Kong Carrie Lam sudah mencabut RUU ekstradisi, namun para demonstran belum puas.

Para demonstran kini menuntut pembebasan semua yang ditangkap dan hak bagi orang-orang Hong Kong untuk memilih pemimpin mereka sendiri.

Joshua Wong, salah satu pemimpin gerakan "Payung" pro-demokrasi lima tahun lalu, dijadwalkan muncul di pengadilan pada hari Senin atas tuduhan melanggar syarat jaminan pembebasannya pada Agustus lalu. Dia ditangkap atas tuduhan menghasut dan berpartisipasi dalam majelis yang tidak sah.

Inggris menyerahkan Hong Kong kembali ke China pada tahun 1997 di bawah formula "satu negara, dua sistem" yang menjamin kebebasan warga yang tidak dinikmati di daratan China. Banyak warga Hong Kong takut Beijing mengikis otonomi tersebut.

Beijing membantah tuduhan mencampuri urusan pemerintah Hong Kong, namun menegaskan bahwa Hong Kong adalah urusan internal China. Pemerintah di Beijing mengecam demo di Hong Kong dan menuduh Amerika Serikat serta Inggris mengobarkan kerusuhan.
(mas)
Berita Terkait
China Murka AS dan Inggris...
China Murka AS dan Inggris Singgung UU Kemananan Hong Kong di DK PBB
Media China Sebut Pompeo...
Media China Sebut Pompeo Orang Munafik yang Sombong
AS Bakal Sanksi Bank...
AS Bakal Sanksi Bank yang Berhubungan dengan China
Senat AS Menyetujui...
Senat AS Menyetujui RUU Sanksi China Terkait Hong Kong
Biden Tawarkan Perlindungan...
Biden Tawarkan Perlindungan Bagi Warga Hong Kong, China Naik Pitam
Sanksi AS untuk Pejabat...
Sanksi AS untuk Pejabat Hong Kong Hukuman Atas Penindasan China
Berita Terkini
Siapa Zhang Zhidong?...
Siapa Zhang Zhidong? Warga China yang Dituduh sebagai Raja Fentanyl Meksiko
17 menit yang lalu
Tren Tak Mau Punya Anak...
Tren Tak Mau Punya Anak Melonjak di Jepang, Humanisasi Bayi Berbulu Berkembang Pesat
1 jam yang lalu
Gencatan Senjata Berakhir!...
Gencatan Senjata Berakhir! Perang Houthi dan Arab Saudi Bisa Pecah Kapan Saja
2 jam yang lalu
AS Ingin Ambil Alih...
AS Ingin Ambil Alih Selat Hormuz, Trump: Kita Akan Dapat Bayaran
6 jam yang lalu
Citra Satelit Ungkap...
Citra Satelit Ungkap Kerusakan Parah pada Pangkalan AS Akibat Serangan Iran
7 jam yang lalu
Pakar Militer Ungkap...
Pakar Militer Ungkap Pertarungan Sangat Sengit AS dan Iran untuk Berebut Selat Hormuz
8 jam yang lalu
Infografis
Joao Pinheiro, Wasit...
Joao Pinheiro, Wasit Kontroversial di Laga Argentina vs Swiss
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved