Islamabad Melarang Presiden India Masuki Wilayah Udara Pakistan

Sabtu, 07 September 2019 - 22:24 WIB
Islamabad Melarang Presiden...
Islamabad Melarang Presiden India Masuki Wilayah Udara Pakistan
A A A
ISLAMABAD - Islamabad menolak memberikan izin kepada Presiden India Ram Nath Kovind memasuki wilayah udara Pakistan untuk penerbangannya ke Islandia.

Menteri Luar Negeri Pakistan Shah Mehemood Qureshi, pada Sabtu (7/9/2019), mengonfirmasi larangan masuk untuk pesawat pembawa Kovind. Perdana Menteri Imran Khan juga menyetujui langkah tersebut dengan alasan sebagai respons Islamabad atas perlakuan India terhadap orang-orang di Kashmir dan Jammu.

Qureshi mengatakan kekhawatiran Islamabad tentang Kashmir akan diajukan ke Dewan HAM PBB.

Presiden India Ram Nath Kovind akan melakukan perjalanan ke Islandia, Swiss dan Slovenia mulai hari Senin (9/9/2019) sebagai bagian dari delegasi bisnis untuk mempromosikan ikatan ekonomi antara negara-negara Eropa itu dan India.

Penolakan izin masuk untuk pesawat pembawa Kovind merupakan peningkatan terbaru dari ketegangan antara kedua negara bersenjata nuklir tersebut setelah New Delhi mencabut status khusus Kashmir dan Jammu bulan lalu. New Delhi menegaskan bahwa pencabutan status khusus wilayah Kashmir dan Jammu yang memerintah sendiri itu diperlukan untuk mengekang terorisme.

Sementara itu, New Delhi seperti dikutip NDTV berpendapat bahwa keputusannya pada Jammu dan Kashmir adalah masalah internal yang tidak perlu dipertanyakan oleh Pakistan.

Pakistan telah menutup wilayah udaranya bagi lalu lintas pesawat India setelah pertempuran udara pasca-serangan teror Pulwama pada Februari meningkatkan ketegangan antara Islamabad dan New Delhi. Namun, Islamabad membuka kembali wilayah udaranya pada bulan Juli.

Presiden Kovind dijadwalkan tiba di Islandia pada 9 September, di mana ia akan mengadakan pembicaraan dengan Presiden Islandia Gudni Johannesson dan Perdana Menteri Katrin Jakobsdottir. Dia kemudian akan mengunjungi Swiss dari 11 hingga 15 September, menghabiskan hari-harinya bertemu Presiden Swiss Ueli Maurer dan anggota kabinet Swiss.

Menjelang kunjungan Presiden Kovind, pemerintah Swiss mengatakan dalam rilisnya bahwa situasi Kashmir akan menjadi salah satu masalah yang kemungkinan akan dibahas selama interaksinya dengan kepemimpinan negara tersebut.
(mas)
Berita Terkait
Agama Penduduk Kashmir...
Agama Penduduk Kashmir dan Persentasenya
India Jadikan Kashmir...
India Jadikan Kashmir sebagai 'Hotspot' Islamopobia Terbesar
India Terlalu Mengekang...
India Terlalu Mengekang Kashmir, Apakah Modi Kena Karma?
India dan Pakistan Gelar...
India dan Pakistan Gelar Perundingan Rahasia Atasi Kebuntuan Kashmir
Anggota Kongres AS Ilhan...
Anggota Kongres AS Ilhan Omar Kunjungi Kashmir, India Mencak-mencak
Pakistan Tawarkan Solusi...
Pakistan Tawarkan Solusi pada India untuk Akhiri Konflik di Kashmir
Berita Terkini
Hamas Sambut Baik Kesepakatan...
Hamas Sambut Baik Kesepakatan AS-Iran, Serukan Penghentian Serangan di Gaza dan Lebanon
42 menit yang lalu
7 Fakta Unik Cape Verde,...
7 Fakta Unik Cape Verde, Negara Kecil yang Bikin Spanyol Frustrasi di Piala Dunia 2026
2 jam yang lalu
Inggris, Prancis, Jerman,...
Inggris, Prancis, Jerman, dan Italia Siap Cabut Sanksi Teheran setelah Kesepakatan Damai AS-Iran
2 jam yang lalu
Trump: AS Tidak akan...
Trump: AS Tidak akan Bayar Iran Rp5 Triliun, Itu Berita Palsu
3 jam yang lalu
Siapa Pihak yang Berpotensi...
Siapa Pihak yang Berpotensi Menggagalkan Kesepakatan Perdamaian Iran dan AS?
5 jam yang lalu
Inggris Akan Pasok Uranium...
Inggris Akan Pasok Uranium ke Ukraina dan Jatuhkan Sanksi Baru terhadap Rusia
5 jam yang lalu
Infografis
Perbandingan Kekuatan...
Perbandingan Kekuatan Militer Pakistan vs Afghanistan: Bak David vs Goliath
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved