Hong Kong Cabut RUU Ekstradisi, Ini Kata Media China

Kamis, 05 September 2019 - 10:07 WIB
Hong Kong Cabut RUU...
Hong Kong Cabut RUU Ekstradisi, Ini Kata Media China
A A A
SHANGHAI - Pemimpin Hong Kong secara resmi telah menarik rancangan undang-undang (RUU) ekstradisi yang kontroversial. Karenanya, tidak ada lasan bagi para demonstran untuk melanjutkan aksi kekerasan.

Begitu isi tajuk utama media yang pemerintah China, China Daily, menanggapi pencabutan RUU ekstradisi.

Penarikan RUU ekstradisi pada Rabu kemarin terjadi setelah gelombang aksi protes selama berminggu-minggu yang terkadang berubah menjadi bentrokan sengit di bekas jajahan Inggris dengan lebih dari 7 juta orang. Lebih dari 1.000 demonstran telah ditangkap.

RUU ekstradisi memungkinkan seorang warga Hong Kong di kirim ke China daratan untuk diadili di pengadilan yang dikendalikan oleh Partai Komunis. Penarikan RUU itu adalah satu dari lima tuntutan utama para pemrotes.

"Keputusan itu adalah tanggapan yang tulus dan sungguh-sungguh terhadap suara masyarakat ... (itu) dapat ditafsirkan sebagai sebuah tawara rekonsiliasi yang diperluas kepada mereka yang telah menentang RUU selama beberapa bulan terakhir," tulis China Daily seperti dikutip dari Reuters, Kamis (5/9/2019).

Aksi protes di Hong Kong dimulai pada bulan Maret kemudian membesar di bulan Juni dan berkembang menjadi dorongan untuk demokrasi yang lebih besar di kota yang kembali ke China pada tahun 1997 sebagai Daerah Administratif Khusus (SAR). Tidak jelas apakah menarik RUU itu - yang telah ditangguhkan sejak Juni - akan membantu mengakhiri kerusuhan.

"Para pemrotes sekarang tidak memiliki alasan untuk melanjutkan kekerasan," kata China Daily.

"Pemerintah SAR telah memberikan kesempatan kepada penduduk Hong Kong untuk menggantikan antagonisme dan konfrontasi dengan perdamaian dan dialog," bunyi editorial itu.

"Dan mudah-mudahan, perdamaian dan stabilitas akan dipulihkan pada waktu yang tepat sehingga kota dapat mengarahkan energi dan waktu dalam memecahkan masalah sosial dan ekonomi," demikian kata editorial itu.
(ian)
Berita Terkait
Tidak Setia pada China,...
Tidak Setia pada China, Politisi dan Pejabat Hong Kong Dilarang Menjabat
Pemimpin Hong Kong Carrie...
Pemimpin Hong Kong Carrie Lam Terima Surat Berisi Silet dan Ancaman
Menteri Hong Kong Bela...
Menteri Hong Kong Bela UU Keamanan Bentukan China
Mengapa Hong Kong Ingin...
Mengapa Hong Kong Ingin Undang Undang Keamanan Nasional yang Baru?
Legislatif China Sahkan...
Legislatif China Sahkan Draft RUU Keamanan Nasional Hong Kong
Gedung Parlemen Hong...
Gedung Parlemen Hong Kong Dijaga Ratusan Polisi Jelang Protes
Berita Terkini
AS Serang Lebih dari...
AS Serang Lebih dari 170 Target di Iran dalam 2 Hari, 3 Anggota IRGC Tewas
3 jam yang lalu
Delegasi Hamas Kembali...
Delegasi Hamas Kembali ke Kairo, Pembicaraan Fokus Fase Kedua Gencatan Senjata
4 jam yang lalu
Khamenei Dimakamkan...
Khamenei Dimakamkan Hari Ini, Dihadiri Lebih dari 2,3 Juta Orang
5 jam yang lalu
Gubernur Bushehr Ungkap...
Gubernur Bushehr Ungkap Target Serangan AS, Pemakaman Khamenei Tak Terdampak
6 jam yang lalu
Ledakan Terdengar di...
Ledakan Terdengar di Wilayah PLTN Bushehr, Iran Serang Fasilitas AS di Negara-negara Teluk
7 jam yang lalu
Peti Jenazah Khamenei...
Peti Jenazah Khamenei Mendarat di Kota Mashhad Menjelang Pemakamannya
8 jam yang lalu
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved