Pemimpin Hong Kong Menyesal Ajukan RUU Ekstradisi

Selasa, 03 September 2019 - 11:22 WIB
Pemimpin Hong Kong Menyesal...
Pemimpin Hong Kong Menyesal Ajukan RUU Ekstradisi
A A A
HONG KONG - Pemimpin Hong Kong Carrie Lam mengatakan pentingnya aturan hukum di Hong Kong dan mengembalikan stabilitas kota serta kebutuhan untuk meningkatkan upaya untuk mengeluarkan pesan pemerintah. Menurutnya, rancangan undang-undang (RUU) esktradisi yang sedang dia lakukan dan dimaksudkan untuk menyumbat celah hukum di sistem Hong Kong.

"Ini bukan sesuatu yang diperintahkan, dipaksakan oleh pemerintah pusat," katanya seperti dikutip dari Reuters, Selasa (3/9/2019).

Hal itu terungkap dari sebuah rekaman audio pertemuan Lam dengan sekelompok pengusaha Hong Kong yang diperoleh Reuters.

Meski begitu, ia menyatakan penyesalannya yang mendalam karena telah mendorong untuk meloloskan RUU tersebut.

"Ini adalah bukti sangat tidak bijaksana mengingat keadaan," katanya.

"Dan tingkat ketakutan serta kegelisahan yang sangat besar di antara orang-orang Hong Kong vis-a-vis daratan China, yang kita tidak cukup sensitif untuk rasakan dan pahami," imbuhnya.

Ia pun memberikan gambaran yang suram kepada kelompok pengusaha. Menurutnya polisi akan terus menangkap mereka yang bertanggung jawab atas kekerasan yang meningkat.

"Itu akan menjadi naif untuk melukiskan gambaran indah untuk Anda, bahwa segalanya akan baik-baik saja," ucapnya.

Namun ia mengungkapkan harapannya akan kebangkitan kota tersebut. "Hong Kong belum mati. Mungkin dia sangat, sangat sakit, tetapi dia belum mati," tukasnya.

Sebelumnya diberitakan, Lam telah mengajukan laporan ke Beijing yang menilai lima tuntutan utama para demonstran dan menemukan bahwa menarik rancangan undang-undang (RUU) ekstradisi yang kontroversial dapat membantu meredakan meningkatnya krisis politik di wilayah tersebut. Namun China menolak proposal Lam untuk mencabut RUU ekstradisi dan memerintahkannya untuk tidak menuruti tuntutan para demonstran. (Baca juga: China Tolak Rencana Pemimpin Hong Kong Penuhi Tuntutan Demonstran )

Ketegangan tinggi di pusat keuangan Asia selama dua bulan terakhir dipicu oleh sikap oposisi para aktivis pro demokrasi terhadap rancangan undang-undang (RUU) ekstradisi. Aksi protes ini berkembang dengan cepat menjadi gerakan yang lebih luas untuk reformasi demokrasi.

Protes Hong Kong menandai tantangan populer terbesar pada pemerintahan Presiden China Xi Jinping sejak ia mengambil alih kekuasaan pada 2012. Para pemimpin di Beijing pun secara efektif menyerukan upaya penanganan krisis di Hong Kong.
(ian)
Berita Terkait
Tidak Setia pada China,...
Tidak Setia pada China, Politisi dan Pejabat Hong Kong Dilarang Menjabat
Pemimpin Hong Kong Carrie...
Pemimpin Hong Kong Carrie Lam Terima Surat Berisi Silet dan Ancaman
Menteri Hong Kong Bela...
Menteri Hong Kong Bela UU Keamanan Bentukan China
Mengapa Hong Kong Ingin...
Mengapa Hong Kong Ingin Undang Undang Keamanan Nasional yang Baru?
Legislatif China Sahkan...
Legislatif China Sahkan Draft RUU Keamanan Nasional Hong Kong
Gedung Parlemen Hong...
Gedung Parlemen Hong Kong Dijaga Ratusan Polisi Jelang Protes
Berita Terkini
Israel Kucurkan Rp917...
Israel Kucurkan Rp917 Miliar untuk Bangun 69 Permukiman Ilegal di Tepi Barat
4 jam yang lalu
Trump Murka, AS akan...
Trump Murka, AS akan Serang Iran dengan Sangat Keras Malam Ini
5 jam yang lalu
Iran Tinjau Lagi Perundingan...
Iran Tinjau Lagi Perundingan dengan AS setelah Eskalasi Terbaru
6 jam yang lalu
Hamas Kutuk Otoritas...
Hamas Kutuk Otoritas Palestina karena Koordinasi Keamanan dengan Israel
7 jam yang lalu
Didanai Maroko, Nikah...
Didanai Maroko, Nikah Massal Digelar untuk 40 Warga Gaza Penyandang Disabilitas dan Cedera
8 jam yang lalu
Iran Ungkap Proyektil...
Iran Ungkap Proyektil AS Hantam Tongkang Kargo Iran di Lepas Pantai Oman
9 jam yang lalu
Infografis
Daftar Pemimpin Dunia...
Daftar Pemimpin Dunia Terseret Skandal Ijazah Palsu dan Disertasi Plagiat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved