Calon Wali Kota di Kolombia Tewas Ditembak, Pemerintah Salahkan Pemberontak

Selasa, 03 September 2019 - 10:54 WIB
Calon Wali Kota di Kolombia...
Calon Wali Kota di Kolombia Tewas Ditembak, Pemerintah Salahkan Pemberontak
A A A
BOGOTA - Seorang calon Wali Kota di barat daya Kolombia tewas bersama lima orang lainnya dalam sebuah serangan. Pemerintah Kolombia menduga serangan tersebut dilakukan oleh pembangkang dari kelompok pemberontak FARC yang terdemobilisasi.

Sebuah kendaraan yang membwa Karina Garcia, seorang kandidat Wali Kota Partai Liberal di Kotamadya Suarez di Provinsi Cauca, dan para korban lainnya ditembak ketika sedang melintasi jalan raya di wilayah pegunungan, sebelum kemudian dibakar.

Lima korban lainnya adalah ibu Garcia, tiga aktivis lokal dan seorang kandidat untuk dewan kota seperti dikutip dari Reuters, Selasa (3/9/2019).

Daerah itu adalah jalur produksi dan perdagangan narkoba yang penting, dan para pembangkang - yang menolak perjanjian damai 2016 antara pemerintah dan Angkatan Bersenjata Revolusioner Kolombia (FARC) - diketahui beroperasi di sana.

Ini adalah pembunuhan pertama terhadap seorang kandidat untuk pemilu lokal dan regional pada Oktober mendatang. Peristiwa ini terjadi beberapa hari setelah beberapa mantan anggota terkemuka kelompok pemberontak mengatakan mereka kembali angkat senjata.

"Dengan sedih, kami menyebut kandidat untuk Partai Liberal (tewas), dipastikan bahwa Mayinbu, yang merupakan pemimpin kelompok pembangkang FARC ... bertanggung jawab," kata komisioner perdamaian Miguel Ceballos kepada wartawan.

"Kami menganggap dia bertanggung jawab, karena pengaruhnya di daerah itu, atas kejahatan mengerikan ini," kata Ceballos seperti dikutip dari Reuters, Selasa (3/9/2019).

Dalam sebuah pernyataan, Kementerian Pertahanan Kolombia menawarkan hadiah hampir USD44.000 untuk informasi yang mengarah pada penangkapan dua pemimpin pembangkang di provinsi tersebut.

Baik Ceballos maupun kementerian tidak memberikan rincian tentang bukti bahwa para pembangkang bertanggung jawab atas pembunuhan tersebut.

Pekan lalu, beberapa mantan komandan, termasuk dua orang yang akan mewakili FARC di Parlemen sebagai bagian dari inkarnasi barunya sebagai partai politik, mengumumkan serangan baru dalam video YouTube 32 menit, karena apa yang mereka katakan sebagai kegagalan pemerintah untuk mematuhi kesepakatan. (Baca juga: Mantan Pemimpin Pemberontak Kolombia Umumkan Kembali Angkat Senjata )

Pengumuman itu mendapat kecaman dari pemerintah, Perserikatan Bangsa-Bangsa dan partai politik FARC, yang kepemimpinannya mengatakan mayoritas mantan pemberontak tetap berkomitmen pada perjanjian itu meski ada "kesulitan dan bahaya."

Sekitar 13.000 anggota FARC, termasuk 7.000 pejuang, meletakkan senjata mereka berdasarkan ketentuan perjanjian dengan imbalan amnesti hukum, dukungan ekonomi sementara dan kesempatan bagi kelompok pemberontak itu untuk menjadi partai politik yang sah.

Meskipun pembunuhan beberapa mantan pemberontak dan keterlambatan pendanaan pemerintah untuk upaya ekonomi telah memicu kritik terhadap pemerintah, banyak mantan pejuang mengatakan mereka ingin mempertahankan bagian mereka dalam kesepakatan.
(ian)
Berita Terkait
7 Petugas Tewas dalam...
7 Petugas Tewas dalam Serangan Bahan Peledak di Desa Huila Kolombia Barat
Mengaku Dapat Wangsit,...
Mengaku Dapat Wangsit, Keponakan Temukan Rp403 M di Bekas Rumah Escobar
Rusia Usir dan Persona...
Rusia Usir dan Persona Non Grata-kan Dua Diplomat Kolombia
Bentrok di Perbatasan...
Bentrok di Perbatasan Kolombia, Venezuela Tangkap Anggota Kartel Sinaloa
Kolombia Tangkap 10...
Kolombia Tangkap 10 Orang Terkait Penembakan Helikopter Presiden
2 Kelompok Pemberontak...
2 Kelompok Pemberontak Berebut Perdagangan Narkoba, 23 Tewas
Berita Terkini
Tiru Strategi Iran,...
Tiru Strategi Iran, Ukraina Tembakkan 323 Drone ke Wilayah Rusia pada Malam Hari
41 menit yang lalu
Pilot F-15 AS: Serangan...
Pilot F-15 AS: Serangan Drone Iran Membentuk Formasi Ubur-ubur
1 jam yang lalu
Menlu AS Jual Kesepakatan...
Menlu AS Jual Kesepakatan Damai dengan Iran ke Negara-negara Arab
2 jam yang lalu
Israel Anggap Turki...
Israel Anggap Turki Lebih Berbahaya Dibandingkan Iran
3 jam yang lalu
Trump Kecam Pemungutan...
Trump Kecam Pemungutan Suara Senat untuk Batasi Kewenangannya dalam Perang Iran
3 jam yang lalu
10 Mata-mata Perang...
10 Mata-mata Perang Dingin yang Tak Pernah Takut Mati
4 jam yang lalu
Infografis
Pemerintah Tetapkan...
Pemerintah Tetapkan 25 Hari Libur dan Cuti Bersama di Tahun 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved