Pemimpin Hong Kong: Saya Akan Mundur Jika Punya Pilihan

Selasa, 03 September 2019 - 07:51 WIB
Pemimpin Hong Kong:...
Pemimpin Hong Kong: Saya Akan Mundur Jika Punya Pilihan
A A A
HONG KONG - Pemimpin Hong Kong, Carrie Lam mengatakan, ia telah menyebabkan malapetaka yang tak termaafkan dengan memicu krisis politik yang melanda kota itu. Ia menyatakan siap mundur jika dia punya pilihan.

Hal itu terungkap dalam rekaman audio dari pernyataan yang dibuatnya pada pekan lalu kepada sekelompok pengusaha.

Pada pertemuan tertutup itu, Lam mengatakan ia saat ini memiliki ruang terbatas untuk menyelesaikan krisis. Pasalnya, kerusuhan Hong Kong kini telah menjadi masalah keamanan dan kedaulatan China di tengah meningkatnya ketegangan dengan Amerika Serikat (AS).

"Jika saya punya pilihan, hal pertama adalah mundur, setelah membuat permintaan maaf yang mendalam," ujarnya dalam bahasa Inggris seperti dikutip dari Reuters, Selasa (3/9/2019).

Lam menyebut Beijing belum memberlakukan batas waktu untuk mengakhiri krisis menjelang perayaan Hari Nasional yang dijadwalkan pada 1 Oktober mendatang. Ia mengatakan China sama sekali tidak punya rencana untuk mengerahkan pasukan di jalan-jalan Hong Kong.

Lam mencatat, bagaimanapun, ia memiliki beberapa pilihan begitu masalah diangkat ke tingkat nasional, referensi kepada kepemimpinan di Beijing.

"(Masalah) kedaulatan dan tingkat keamanan, apalagi di tengah-tengah ketegangan yang belum pernah terjadi sebelumnya antara dua ekonomi besar di dunia," ujarnya.

"Dalam situasi seperti itu, ruang politik untuk kepala eksekutif yang, sayangnya harus melayani dua tuan dengan konstitusi, yaitu pemerintah pusat dan rakyat Hong Kong, ruang politik untuk bermanuver sangat, sangat, sangat terbatas," imbuhnya.

Aksi demonstrasi dipicu oleh penolakan terhadap rancangan undang-undang (RUU) ekstradisi. Aksi protes yang terus meningkat membuat Lam menangguhkan pembahasan RUU itu pada 15 Juni. Beberapa minggu kemudian, pada 9 Juli, ia mengumumkan bahwa RUU itu telah mati.

Namun hal itu gagal meredakan aksi protes para pengunjuk rasa. Sebaliknya, mereka memperluas tuntutannya dengan memasukkan penyelidikan terhadap aksi kekerasan polisi dan reformasi demokrasi. Banyak juga yang menyerukan diakhirinya apa yang mereka lihat sebagai campur tangan Beijing dalam urusan Hong Kong.

"Bagi kepala eksekutif yang menyebabkan kekacauan besar di Hong Kong ini tidak bisa dimaafkan," ujar Lam yang dalam rekaman itu kadang-kadang suaranya terdengar tersedak saat mengungkapkan dampak dari krisis yang telah berjalan selama tiga bulan.

Tiga orang yang menghadiri pertemuan itu mengkonfirmasi jika Lam telah membuat pernyataan itu dalam pembicaraan yang berlangsung sekitar setengah jam. Rekaman berdurasi 24 menit dari pidatonya itu diperoleh oleh Reuters. Pertemuan itu adalah salah satu dari sesi tertutup yang menurut Lam telah dilakukannya dengan orang-orang dari semua lapisan masyarakat di Hong Kong.

Menanggapi laporan Reuters, juru bicara Lam mengatakan ia menghadiri dua acara pada pekan lalu termasuk pertemuan dengan pengusaha dan keduanya bersifat pribadi.

"Karena itu kami tidak dalam posisi untuk mengomentari apa yang dikatakan Ketua Eksekutif di acara-acara itu," kata juru bicara Lam.

Kantor Urusan China Hong Kong dan Makau, badan tingkat tinggi di bawah kabinet China, Dewan Negara, tidak menanggapi pertanyaan yang diajukan oleh Reuters.

Sedangkan Kantor Informasi Dewan Negara China tidak segera menanggapi pertanyaan dari Reuters.
(ian)
Berita Terkait
Tidak Setia pada China,...
Tidak Setia pada China, Politisi dan Pejabat Hong Kong Dilarang Menjabat
Pemimpin Hong Kong Carrie...
Pemimpin Hong Kong Carrie Lam Terima Surat Berisi Silet dan Ancaman
Menteri Hong Kong Bela...
Menteri Hong Kong Bela UU Keamanan Bentukan China
Mengapa Hong Kong Ingin...
Mengapa Hong Kong Ingin Undang Undang Keamanan Nasional yang Baru?
Legislatif China Sahkan...
Legislatif China Sahkan Draft RUU Keamanan Nasional Hong Kong
Gedung Parlemen Hong...
Gedung Parlemen Hong Kong Dijaga Ratusan Polisi Jelang Protes
Berita Terkini
AS dan Iran Sepakat...
AS dan Iran Sepakat Damai, Netanyahu Jadi Sasaran Kemarahan Warga Israel
15 menit yang lalu
Presiden Belarusia:...
Presiden Belarusia: Lobi Yahudi Menipu Putin
40 menit yang lalu
Pesawat Pengebom Nuklir...
Pesawat Pengebom Nuklir B-52 AS Jatuh di Pangkalan California, 8 Orang Tewas
1 jam yang lalu
4 Fakta Memalukan Keluarga...
4 Fakta Memalukan Keluarga Kerajaan Norwegia Divonis 4 Tahun Penjara karena Pemerkosaan
3 jam yang lalu
Pesawat Pengebom Strategis...
Pesawat Pengebom Strategis Tu-22M3 Rusia Jatuh saat Latihan Penerbangan, Apakah Ada Sabotase?
4 jam yang lalu
Presiden Iran Klaim...
Presiden Iran Klaim Teheran Keluar sebagai Pemenang, Ini Alasan Utamanya
6 jam yang lalu
Infografis
Trionda, Bola Robotik...
Trionda, Bola Robotik Piala Dunia 2026 yang Punya Baterai dan Sensor VAR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved