Ini Drone Canggih China untuk Hancurkan Jet Tempur Siluman F-35 AS

loading...
Ini Drone Canggih China untuk Hancurkan Jet Tempur Siluman F-35 AS
Ini Drone Canggih China untuk Hancurkan Jet Tempur Siluman F-35 AS
ZHUKOVSKY - Di saat Amerika Serikat (AS) dan sekutunya membanggakan pesawat jet tempur siluman F-35, China diam-diam mempersiapkan metode untuk menghancurkannya. Senjata canggih Beijing ini adalah drone target siluman LJ-I.

Drone atau pesawat nirawak LJ-I yang memiliki kemampuan sembunyi-sembunyi dipamerkan di Russian International Aviation and Space Salon (MAKS)-2019 di Zhukovsky.

Gambaran simulasi pertempuran dari senjata canggih Beijing ini adalah ketika di medan perang yang dibayangkan, F-35 lepas landas dari markasnya, menuju sasarannya dan tidak sadar sedang dilacak oleh pasukan drone canggih LJ-I.

Dengan cekatan diluncurkan dari pesawat pengebom, tujuan drone itu adalah untuk menjebak pesawat musuh pengganggu dan menghancurkannya. Kecil, tidak terdeteksi, mematikan. Dengan kata lain, jika terjadi pertempuran antara LJ-I dan F-35 maka salah satunya akan mati.

Menurut para ahli militer, drone LJ-I akan memberikan pengalaman militer China dengan pengalaman menghadapi jet tempur siluman seperti F-35, dan mungkin lebih canggih di masa depan.

Dipamerkan di stan Northwestern Polytechnical University, LJ-I adalah drone target subsonik tinggi yang mampu mensimulasikan manuver pesawat generasi keempat maupun generasi kelima.



LJ-I dapat terbang untuk waktu yang lama, memiliki kemampuan manuver yang tinggi dan dilengkapi dengan sistem penanggulangan elektronik serta kemampuan pengacau. Klaim itu dipaparkan Northwestern Polytechnical University dalam sebuah pernyataan yang dikirim kepada Global Times, yang dikutip Asia Times, Sabtu (31/8/2019).

Menurut pernyataan tersebut, drone sepanjang 4,7 meter, lebar 2,5 meter ini juga hemat biaya. Beberapa LJ-I juga dapat membangun formasi untuk mensimulasikan pertempuran nyata.

Sumber yang mengetahui program drone tersebut mengatakan pesawat nirawak LJ-I dapat bertahan hingga 9G atau 6G selama 30 detik dan memiliki daya tahan penerbangan 60 menit. Kecepatan jelajahnya antara 400 knot (741 km/jam) hingga 533 knot. Pesawat mendarat menggunakan parasut.
halaman ke-1
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top