Lagi, Cucu Pendiri Ikhwanul Muslimin Dituduh Memerkosa Perempuan

Senin, 26 Agustus 2019 - 09:35 WIB
Lagi, Cucu Pendiri Ikhwanul...
Lagi, Cucu Pendiri Ikhwanul Muslimin Dituduh Memerkosa Perempuan
A A A
PARIS - Tariq Ramadan, cendekiawan terkemuka yang juga cucu pendiri Ikhwanul Muslimin Hassan al-Banna, kembali dituduh memerkosa seorang perempuan di Prancis. Dia sebelumnya terjeret kasus dugaan pemerkosaan terhadap dua perempuan di negara Eropa tersebut.

Tuduhan terbaru muncul dari seoran jurnalis perempuan berusia 50-an tahun. Sumber-sumber pengadilan Prancis mengungkap tuduhan terbaru itu pada hari Minggu.

Salah seorang sumber pengadilan mengonfirmasi kepada radio Europe 1 dan surat kabar Le Journal du Dimanche, Senin (26/8/2019), bahwa jurnalis perempuan itu mengaku diperkosa Ramadan, 56, dan anggota stafnya ketika dia datang untuk mewawancarai cendekiawan tersebut di sebuah hotel di Lyon pada Mei 2014.

Jurnalis itu tidak menjelaskan mengapa tuduhan baru dia lontarkan setelah lima tahun berlalu. Dia mengajukan pengaduan pidana pada Mei 2019. Menurut sumber pengadilan, jurnalis itu mengaku diancam atau diintimidasi Ramadan dengan tujuan untuk mencegahnya melapor dugaan pemerkosaan itu ke polisi.

Ramadan yang merupakan ayah empat anak tersebut tercatat sebagai profesor di Universitas Oxford. Namun, dia terpaksa meninggalkan kampus itu ketika tuduhan pemerkosaan muncul pada akhir 2017.

Ramadan telah membantah tuduhan bahwa dia memerkosa seorang wanita cacat pada 2009 dan seorang aktivis feminis pada 2012.

Dia ditahan pada Februari 2018 hingga sembilan bulan lamanya sebelum dibebaskan dengan jaminan.

Tak hanya di Prancis, pihak berwenang di Swiss juga menyelidiki Ramadan setelah menerima pengaduan pemerkosaan di negara itu.

Pengacara Ramadan, Emmanuel Marsigny, menolak mengomentari tuduhan terbaru di Prancis.

Jurnalis yang membuat tuduhan itu mengaku kepada polisi bahwa Ramadan dan seorang asistennya berulang kali memerkosanya di kamar Ramadan di hotel Sofitel di Lyon.

Dia menggambarkan dugaan serangan itu sebagai "kekerasan yang tak terungkap". Dia mengutip ancaman Ramadan ketika hendak dilaporkan ke polisi. "Anda tidak tahu seberapa kuat saya," kata jurnalis itu menirukan ancaman Ramadan.

Dia juga mengklaim bahwa Ramadan telah menghubunginya melalui aplikasi Messenger pada Januari, dua bulan setelah pembebasannya dari penjara untuk dua kasus pemerkosaan sebelumnya. Dalam kontak via Messenger itu, sang jurnalis mengatakan bahwa Ramadan menyodorkan "tawaran yang profesional". Dia tidak merinci tawaran yang dimaksud.
(mas)
Berita Terkait
Tembus Perempat Final,...
Tembus Perempat Final, Begini Kegembiraan Pemain Swiss Usai Tundukkan Prancis Lewat Adu Pinalti
Cucu Pendiri Ikhwanul...
Cucu Pendiri Ikhwanul Muslimin Dibebaskan dalam Persidangan Kasus Pemerkosaan Swiss
Keterlaluan, 3 Pria...
Keterlaluan, 3 Pria Perkosa Gadis Cacat Mental di Siang Bolong Ramadhan
Ingin Nikah Lagi, Pria...
Ingin Nikah Lagi, Pria Mesir Sewa Pemerkosa untuk Memerkosa Istrinya
Perempuan yang Pernah...
Perempuan yang Pernah Diperkosa 51 Pria Dapat Legion of Honour di Prancis
5 Negara Paling Bersih...
5 Negara Paling Bersih di Dunia, Nomor 5 Andalkan Energi Nuklir
Berita Terkini
Trump Akan Palaki Kapal...
Trump Akan Palaki Kapal yang Lewat Selat Hormuz, Bagaimana Aturan Hukum Internasional?
1 jam yang lalu
Agen Mossad Pernah Temui...
Agen Mossad Pernah Temui Mahmoud Ahmadinejad di Budapest, Ada Apa Gerangan?
2 jam yang lalu
Inggris Semakin Ditekan...
Inggris Semakin Ditekan untuk Kembalikan 31 Ton Emas Venezuela
2 jam yang lalu
Apa Itu Gunung Pickaxe?...
Apa Itu Gunung Pickaxe? Lokasi Penyimpanan Senjata Nuklir Iran yang Akan Dihancurkan Trump
3 jam yang lalu
Norwegia Diam-diam Gunakan...
Norwegia Diam-diam Gunakan Pengaruhnya untuk Dorong Penangguhan Israel dari FIFA
3 jam yang lalu
TV Iran Rayakan Kematian...
TV Iran Rayakan Kematian Mendadak Senator AS Pro-Israel: 'Dikirim ke Neraka'
3 jam yang lalu
Infografis
10 Penembak Jitu Terbaik...
10 Penembak Jitu Terbaik di Dunia, Salah Satunya Sniper Perempuan Soviet
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved