25.000 Penduduk Kota Lice di Turki Nge-Fly setelah Polisi Bakar 20 Ton Ganja
Rabu, 07 Mei 2025 - 18:29 WIB
loading...
Sebanyak 25.000 penduduk kota Lice di Turki mabuk ganja. Foto/Oddity Central
A
A
A
ANKARA - Sebanyak 25.000 penduduk Lice, sebuah kota di provinsi Diyarbakır, Turki , menjadi mabuk setelah polisi membakar puluhan ton ganja sitaan di pusat kota.
Pada tanggal 18 April, otoritas Turki melakukan operasi untuk membakar lebih dari 20 ton ganja sitaan di Lice, yang menyebabkan udara di pemukiman tersebut menjadi pekat dengan asap ganja.
Selama setidaknya lima hari, orang-orang tidak dapat membiarkan jendela mereka terbuka dan menghindari keluar, karena takut mabuk dan mengalami gejala-gejala seperti pusing, mual, dan halusinasi.
Ganja yang dimusnahkan, senilai USD261 juta dengan beratnya 20 ton 766 kilogram 679 gram dan telah disita dari seluruh provinsi Diyarbakır selama tahun 2023 dan 2024.
“Bau narkoba telah menyelimuti distrik tersebut selama berhari-hari,” keluh seorang warga setempat, dilansir Oddity Central. "
"Kami tidak dapat membuka jendela. Anak-anak kami sakit, kami terus-menerus pergi ke rumah sakit.”
Ketua Asosiasi Yeşil Yıldız, Yahya Öğer mengatakan bahwa, meskipun keberhasilan yang dicapai oleh pihak berwenang dalam memerangi narkoba penting, cara pemusnahan ganja tersebut tidak tepat.
Pada tanggal 18 April, otoritas Turki melakukan operasi untuk membakar lebih dari 20 ton ganja sitaan di Lice, yang menyebabkan udara di pemukiman tersebut menjadi pekat dengan asap ganja.
Selama setidaknya lima hari, orang-orang tidak dapat membiarkan jendela mereka terbuka dan menghindari keluar, karena takut mabuk dan mengalami gejala-gejala seperti pusing, mual, dan halusinasi.
Ganja yang dimusnahkan, senilai USD261 juta dengan beratnya 20 ton 766 kilogram 679 gram dan telah disita dari seluruh provinsi Diyarbakır selama tahun 2023 dan 2024.
“Bau narkoba telah menyelimuti distrik tersebut selama berhari-hari,” keluh seorang warga setempat, dilansir Oddity Central. "
"Kami tidak dapat membuka jendela. Anak-anak kami sakit, kami terus-menerus pergi ke rumah sakit.”
Ketua Asosiasi Yeşil Yıldız, Yahya Öğer mengatakan bahwa, meskipun keberhasilan yang dicapai oleh pihak berwenang dalam memerangi narkoba penting, cara pemusnahan ganja tersebut tidak tepat.
Lihat Juga :