Menpora Malaysia: Maafkan Zakir Naik dan Move On

Sabtu, 24 Agustus 2019 - 23:01 WIB
Menpora Malaysia: Maafkan...
Menpora Malaysia: Maafkan Zakir Naik dan Move On
A A A
KUALA LUMPUR - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Malaysia Syed Saddiq Syed Abdul Rahman meminta warga Malaysia untuk memaafkan penceramah kontroversial asal India, Zakir Naik dan move on.

Seruan memaafkan Zakir itu muncul dalam posting foto di akun Instagram-nya yang menunjukkan dirinya dan penceramah tersebut berbagi makanan.

"Tidak ada seorang pun di dunia ini yang bebas dari kesalahan. Zakir telah meminta maaf. Saya sendiri telah membuat banyak kesalahan dan berlapang dada bila ditegur. Tidak perlu menghina dan mencaci. Mari lanjutkan. Negara ini membutuhkan penyembuhan," katanya dalam posting pada hari Sabtu (24/8/2019.

Syed Saddiq menambahkan bahwa Malaysia merupakan negara multikultural yang kuat. "Malaysia merupakan negara yang beragam bangsa dan agama. Kami percaya moderasi mengatasi ekstrimisme. Kesatuan kita, adalah kekuatan kita. Setiap bangsa, ada kontribusinya yang khusus. Mereka adalah rakyat Malaysia, sama seperti saya. Mari kita terus mengikat masa depan kita bersama," lanjut Syed Saddiq.

"Bersatu dalam perbedaan. Lebih kuat, bersama, selamanya," imbuh dia.

Zakir saat ini telah dilarang Kepolisian Diraja Malaysia untuk ceramah di depan umum di seluruh negara bagian. Dia juga dilarang berbicara di platform media sosial sampai penyelidikan terhadap dirinya rampung.

Penceramah yang jadi buron otoritas hukum India ini diselidiki polisi Malaysia setelah sekitar 115 laporan publik terhadap dirinya diajukan ke polisi. Laporan berdatangan menyusul ceramahnya di Kota Bharu, Kelantan, yang menyinggung rasial.

Dalam ceramahnya tersebut, dia membanding-bandingkan kondisi umat Hindu Malaysia dengan umat Islam di India. Menurutnya, umat Hindu di Malaysia memiliki hak 100 kali lebih banyak daripada minoritas Muslim di India. Bahkan, dia mengklaim umat Hindu di Malaysia lebih loyal kepada Perdana Menteri India Narendra Modi ketimbang kepada Perdana Menteri Mahathir Mohamad.

Lebih lanjut, ceramah Zakir juga menyerang komunitas China atau Tionghoa di Malaysia. Ketika muncul seruan deportasi atas dirinya, Zakir menyerukan agar para warga etnik China yang harus pergi terlebih dahulu karena mereka adalah "tamu lama" di Malaysia.

"Anda tahu, seseorang memanggil saya tamu. Jadi saya berkata, sebelum saya, orang China adalah tamu. Jika Anda ingin tamu baru pergi, minta tamu lama untuk pergi lebih dulu," kata Zakir.

"Orang China tidak dilahirkan di sini, kebanyakan dari mereka. Mungkin generasi baru, ya," kata Zakir dalam ceramah dengan metode dialog pada 8 Agustus di Kelantan.

Zakir telah meminta maaf kepada publik Malaysia setelah pernyataan dalam ceramahnya dianggap menyinggung rasial. Namun, dia menuduh para pencelanya telah berkomentar di luar konteks dan menambahkan fabrikasi pada pernyataannya.

"Bukan niat saya untuk membuat marah individu atau komunitas," katanya dalam sebuah pernyataan pada hari Selasa (20/8/2019).

"Itu bertentangan dengan prinsip dasar Islam, dan saya ingin menyampaikan permintaan maaf saya yang tulus atas kesalahpahaman ini," ujarnya.
(mas)
Berita Terkait
Mantan PM Malaysia Najib...
Mantan PM Malaysia Najib Razak Terbebas dari Jeratan Korupsi
Tas Mewah Koleksinya...
Tas Mewah Koleksinya Rusak Saat Disita, Istri Najib Tuntut Ganti Rugi
Mahathir Siapkan Partai...
Mahathir Siapkan Partai Baru untuk Galang Dukungan Etnis Melayu
Mahathir Mohamad: Najib...
Mahathir Mohamad: Najib Razak Berjalan Bebas seperti Orang Tak Bersalah
Ratusan Tas Mewah Istri...
Ratusan Tas Mewah Istri Najib Rusak di Tangan Polisi yang Menyitanya
Sidang Korupsi 1MDB:...
Sidang Korupsi 1MDB: Najib Razak Dinyatakan Bersalah atas 7 Tuduhan
Berita Terkini
Pasukan Koalisi Pimpinan...
Pasukan Koalisi Pimpinan Arab Saudi Serang Wilayah Houthi Yaman
24 menit yang lalu
Serangan Ekstremis Yahudi...
Serangan Ekstremis Yahudi Meningkat di Tepi Barat, Fatah Salahkan Pemerintah Israel
8 jam yang lalu
Baku Tembak Pecah di...
Baku Tembak Pecah di Tepi Barat, 1 Ekstremis Israel Tewas, 4 Warga Palestina Meninggal
10 jam yang lalu
Wali Kota Sadiq Khan...
Wali Kota Sadiq Khan Sebut Netanyahu Pelaku Genosida dan Tidak Diterima di London
10 jam yang lalu
Dituding Dukung Militer...
Dituding Dukung Militer AS, Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain
11 jam yang lalu
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
12 jam yang lalu
Infografis
Sensus Ekonomi 2026:...
Sensus Ekonomi 2026: Data untuk Memperkuat UMKM dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved