Diam-diam, AS Jalin Kontak dengan Bos Sosialis Venezuela

Selasa, 20 Agustus 2019 - 08:53 WIB
Diam-diam, AS Jalin...
Diam-diam, AS Jalin Kontak dengan Bos Sosialis Venezuela
A A A
WASHINGTON - Amerika Serikat (AS) telah melakukan kontak rahasia dengan bos partai sosialis Venezuela. Sekutu lingkaran dalam Presiden Nicolas Maduro itu mencari jaminan tidak akan dituntut atas dugaan pelanggaran kejahatan jika mereka menyerah.

Begitu bunyi laporan yang diturunkan Associated Press (AP) yang mengutip seorang pejabat senior pemerintahan Presiden AS Donald Trump, Selasa (20/8/2019).

Pejabat itu mengatakan Diosdado Cabello, yang dianggap sebagai orang paling kuat di Venezuela setelah Maduro, bulan lalu bertemu dengan seseorang yang berhubungan dengan dekat dengan pemerintahan Trump di Caracas. Tidak jelas apakah pembicaraan, yang dikatakan masih awal, mendapat persetujuan dari Maduro atau tidak.

Untuk diketahui, Cabello (56) adalah broker kekuatan utama di Venezuela yang pengaruhnya di pemerintahan dan pasukan meluas karena cengkeraman Maduro terhadap kekuasaan telah melemah. Namun, ia juga dituduh AS berada di belakang korupsi besar-besaran, perdagangan narkoba dan bahkan ancaman pembunuhan terhadap seorang senator AS.

"Dalam keadaan apa pun AS tidak mencari cara untuk mendukung Cabello atau membuka jalan baginya menggantikan Maduro," kata penjabat yang berbicara dengan syarat anonim itu.

Alih-alih, tujuan kontak ini untuk meningkatkan tekanan pada rezim dengan berkontribusi pada perpecahan yang diyakini AS sedang terjadi di belakang layar di antara lingkaran kekuasaan yang bersaing dalam partai yang berkuasa.

Pejabat itu juga mengatakan kontak serupa juga dilakukan dengan orang dalam Venezuela lainnya, dan AS dalam mode mendengarkan apa yang diperlukan oleh mereka untuk mengkhianati Maduro dan mendukung rencana transisi.

Cabello tidak segera memberikan tanggapan terhadap laporan ini. Namun seorang ajudannya mengatakan AS terus mengetuk pintu, berusaha mencari kontak. Ajudan itu menolak anggapan Cabello entah bagaimana mengkhianati Maduro.

"Cabello hanya akan bertemu dengan orang Amerika dengan izin presiden dan jika itu berkontribusi pada pencabutan sanksi yang ia salahkan karena melumpuhkan ekonomi," kata sang ajudan, berbicara dengan syarat anonim.

Sumber lain yang akrab dengan pertemuan yang terjadi pada bulan Juli itu mengatakan Cabello tampak cerdas dan datang ke pertemuan dengan utusan yang didukung AS dengan sangat siap, dengan pemahaman yang jelas tentang masalah politik Venezuela. Sumber tersebut berbicara dengan syarat anonim.

Sebagai ketua majelis konstitusi, Cabello memiliki kekuatan untuk menyingkirkan Maduro, sebuah posisi yang dapat berguna dalam setiap transisi yang dinegosiasikan. Tetapi sampai saat ini ia menjalankan lembaga itu, yang oleh AS dianggap tidak sah, sebagai stempel karet bagi kongres yang dikontrol oposisi, tidak menunjukkan tanda-tanda kemungkinan melakukan pengkhianatan.

Cabello telah lama dipandang sebagai saingan bagi Maduro, seorang yang memiliki pandangan ekonomi yang lebih pragmatis dan kurang selaras secara ideoligi dengan komunis Kuba. Ia duduk disebelah kanan Hugo Chavez ketika ia menunjuk Maduro, yang duduk disebelah kirinya,m sebagai suksesor dalam penampilan publik terakhirnya sebelum meninggal karena kanker pada tahun 2013.

AS sebelumnya telah mencoba bernegosiasi dengan Cabello sebelumnya. Pada tahun 2015, Thomas Shannon, yang saat itu menjadi penasihat Menteri Luar Negeri John Kerry, bertemu dengan Cabello di Haiti untuk membuka jalan bagi pemilu legislatif yang dimenangkan oposisi.

Tetapi sampai sekarang, pemerintahan Trump telah menunjukkan cemoohan yang mendalam terhadap Cabello, menghantamnya dengan sanksi tahun lalu karena diduga mengatur pengiriman obat-obatan terlarang dan menjalankan jaringan korupsi besar-besaran yang menggelapkan dana negara dan menginvestasikan hasil curian di real estat Florida. AS juga percaya ia membahas rencana untuk membunuh Senator Republik Florida Marco Rubio, yang telah memanggilnya "Pablo Escobar Venezuela."

"Cabello adalah salah satu yang terburuk dari yang terburuk di Venezuela," kata Fernando Cutz, mantan penasihat keamanan nasional senior di Amerika Latin untuk Presiden Barack Obama dan Trump.

"Jika strateginya adalah mencoba bernegosiasi dengan bos mafia, dia adalah orangmu. Tapi itu strategi yang membawa risiko besar," imbuhnya.

Venezuela terjerumus ke dalam krisis politik dan sebagian besar negara Barat telah mendukung pemimpin oposisi Juan Guaido, meskipun China dan Rusia terus mendukung Maduro.

Amerika Serikat selama ini mengklaim berupaya untuk memulihkan demokrasi di negara warisan Hugo Chavez tersebut. Washington telah mengakui politisi oposisi Juan Guaido sebagai presiden sementara Venezuela pada Januari lalu dan menuntut pengunduran diri Maduro.

Upaya berulang-ulang dari Guaido untuk menempatkan dirinya di istana presiden telah gagal, termasuk percobaan kudeta militer pada 30 April.
(ian)
Berita Terkait
Operasi AS: Demi Berantas...
Operasi AS: Demi Berantas Narkoba atau Incar Minyak Venezuela?
Venezuela Marah Jet...
Venezuela Marah Jet Militer Amerika Serikat Langgar Wilayah Udaranya
Kemenangan Mamdani,...
Kemenangan Mamdani, Sinyal Perlawanan ke Pemerintah Federal AS?
Ribuan Migran Venezuela...
Ribuan Migran Venezuela Nekat Menyeberang Ke AS
Venezuela Ancam Berikan...
Venezuela Ancam Berikan 'Respon yang Layak' kepada Angkatan Laut AS
Maduro: Trump Izinkan...
Maduro: Trump Izinkan CIA Lakukan Operasi Senyap di Venezuela
Berita Terkini
Militer China Mempromosikan...
Militer China Mempromosikan 2 Jenderal Baru setelah Banyak yang Dipecat karena Korupsi
34 menit yang lalu
Badai Ganas Ancam Gagalkan...
Badai Ganas Ancam Gagalkan Pidato Trump di Hari Kemerdekaan AS, Ribuan Orang Berhamburan Kabur
1 jam yang lalu
Takut Ditangkap, Menteri...
Takut Ditangkap, Menteri Israel Itamar Ben-Gvir Dilaporkan Batal Terbang ke New York
1 jam yang lalu
Ayat Al-Quran tentang...
Ayat Al-Qur'an tentang Perang Badar dalam Seremoni Pemakaman Khamenei, Pujian atau Ejekan untuk Arab Saudi?
2 jam yang lalu
Giliran Lithuania Akan...
Giliran Lithuania Akan Cabut Larangan Senjata Nuklir, Rusia Makin Terancam
3 jam yang lalu
Rusia Sebut Selat Hormuz...
Rusia Sebut Selat Hormuz Adalah 'Senjata Nuklir'-nya Iran
4 jam yang lalu
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved