Ditantang, 7 Hacker Berhasil Sabotase Jet Tempur F-15 AS

Kamis, 15 Agustus 2019 - 12:12 WIB
Ditantang, 7 Hacker...
Ditantang, 7 Hacker Berhasil Sabotase Jet Tempur F-15 AS
A A A
LAS VEGAS - Untuk pertama kalinya, tujuh peretas atau hacker dari luar militer Amerika Serikat (AS) ditantang untuk menyabotase sistem penerbangan vital jet tempur F-15 Amerika Serikat. Yang mengejutkan, mereka berhasil mangekses titik kelemahan sistem pesawat tempur tersebut.

Para peretes sengaja ditantang pejabat Pentagon dalam sebuah konferensi keamanan siber Def Con di hotel Cosmopolitan 16 lantai di Las Vegas. Tim hacker berjuang selama dua hari dan berhasil menemukan induk dari kerentanan sistem pesawat tempur Amerika tersebut.

Jika temuan tim peretas itu dieksploitasi dalam kejadian nyata, maka mereka bisa sepenuhnya menutup Trusted Aircraft Information Download Station (TADS) atau Stasiun Unduhan Informasi Pesawat Tepercaya, yang mengumpulkan rim data dari kamera video dan sensor saat jet tempur berada dalam penerbangan.

Tim peretas bahkan menemukan bug yang telah dicoba ditemukan Angkatan Udara AS. Pada November lalu tim peretas yang sama juga melakukan percobaan serupa tanpa benar-benar menyentuh perangkat dan Angkatan Udara Amerika gagal memperbaiki kerentanan itu.

"Mereka bisa masuk melalui pintu belakang yang mereka tahu sudah terbuka," kata Will Roper, pejabat tinggi akuisisi Angkatan Udara kepada Star and Stripes.

Para peretas meluncurkan berbagai serangan siber, termasuk menyuntikkan sistem dengan malware.

Para peretas memberi pengarahan kepada Roper tentang temuan itu pada Sabtu sore pekan lalu. Dia dikelilingi oleh kotak pizza yang dibuang, minuman es kopi es dan gelas minum hotel yang penuh dengan sekrup, mur dan baut dihapus dari lima perangkat TADS yang dibongkar sepenuhnya.

Roper menyadari hasil kerja tim peretas akan seburuk itu. Dia menggarisbawahi kelemahan pada satu dekade pengabaian keamanan siber sebagai masalah utama dalam mengembangkan produknya, karena Angkatan Udara memprioritaskan waktu, biaya dan efisiensi.

Momen aksi para hacker itu merupakan perubahan drastis dari kebijakan militer AS setelah beberapa tahun lamanya, di mana militer Amerika selama ini tidak akan membiarkan peretas mencoba mencari kerentanan pada peralatan yang sangat sensitif, apalagi mengambil pukulan keras secara harfiah.

Namun, Angkatan Udara Amerika yakin bahwa mengabaikan efek dari aksi peretas terbaik Amerika dari percobaan untuk mencari semua kerentanan digital dalam pesawat dan sistem senjatanya, maka peretas terbaik dari musuh seperti Rusia, Iran dan Korea Utara berpotensi menemukan dan mengeksploitasi kerentanan itu terlebih dahulu.

"Ada jutaan baris kode yang ada di semua pesawat kami dan jika ada salah satu dari mereka yang cacat, maka negara yang tidak dapat membangun pesawat tempur akan menembak jatuh pesawat itu, mungkin dapat mengeluarkannya hanya dengan beberapa kali penekanan tombol," katanya, yang dilansir Kamis (15/8/2019).

Pada konferensi Def Con tahun depan, dia ingin membawa para peretas yang diperiksa ke pangkalan Angkatan Udara Nellis atau Creech di dekat Las Vegas, di mana mereka dapat menyelidiki bug pada setiap sistem digital di pesawat militer, termasuk cara bug di satu sistem dapat memungkinkan peretas untuk mengeksploitasi sistem lain sampai mereka memperoleh kontrol efektif dari seluruh pesawat.

"Kami ingin membawa komunitas ini untuk menanggung sistem senjata nyata dan pesawat terbang nyata," kata Roper. "Dan jika mereka memiliki kerentanan, akan lebih baik untuk menemukannya sebelum kita terlibat konflik."
(mas)
Berita Terkait
Iran Bangun Kapal Induk...
Iran Bangun Kapal Induk Palsu Amerika Serikat untuk Diserang
Militer Iran: Jet-jet...
Militer Iran: Jet-jet Tempur Israel Menyerang dari Wilayah Udara Irak
AS: Rusia Kerahkan Jet-jet...
AS: Rusia Kerahkan Jet-jet Tempur yang Disamarkan ke Libya
5 Negara Sahabat China,...
5 Negara Sahabat China, 3 di Antaranya Musuh Amerika Serikat
Sempat Disindir, Jet...
Sempat Disindir, Jet Tempur Rusia Bisa Terobos 6 Pangkalan AS
Iran Mulai Kembangkan...
Iran Mulai Kembangkan Jet Tempur Berat Buatan Sendiri
Berita Terkini
Kim Jong-un Perintahkan...
Kim Jong-un Perintahkan AL Korut Produksi Kapal Perusak dan Senjata Bawah Air Rahasia
51 menit yang lalu
Mojtaba Khamenei Murka!...
Mojtaba Khamenei Murka! Kuwait dan Bahrain Dihujani Drone dan Rudal Iran
1 jam yang lalu
Putin: Serangan Rudal...
Putin: Serangan Rudal Hipersonik Oreshnik Rusia terhadap Ukraina Hanya Tes, Belum Skala Penuh
2 jam yang lalu
Ini Daftar Negara yang...
Ini Daftar Negara yang Hukum Mati dan Rampas Aset Koruptor, Bagaimana dengan Indonesia?
3 jam yang lalu
Ironi Kekayaan Raja...
Ironi Kekayaan Raja Thailand Vajiralongkorn Rp778 Triliun: Hampir 3 Kali Anggaran MBG, tapi Pewarisnya Tak Jelas
4 jam yang lalu
Iran Merudal Kuwait...
Iran Merudal Kuwait dan Bahrain, Balas Pengeboman AS di Pulau Qeshm
6 jam yang lalu
Infografis
7 Perang Besar di Selat...
7 Perang Besar di Selat Malaka, dari Jalur Rempah hingga Medan Tempur Kekuatan Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved