Menlu Inggris Telepon Pemimpin Hong Kong, China Naik Pitam

Minggu, 11 Agustus 2019 - 18:27 WIB
Menlu Inggris Telepon...
Menlu Inggris Telepon Pemimpin Hong Kong, China Naik Pitam
A A A
BEIJING - China memperingatkan Inggris untuk menghentikan campur tangan di Hong Kong. Peringatan itu dikeluarkan setelah seorang pejabat tinggi Inggris memanggil pemimpin pusat keuangan internasional itu untuk menyampaikan keprihatinan tentang aksi protes yang mengguncang kota itu selama dua bulan terakhir.

Protes pro-demokrasi, yang sebagian didorong oleh kemarahan meluas terhadap erosi kebebasan di Hong Kong, telah menjadi ancaman terbesar bagi pemerintahan Beijing di kota semi-otonom itu sejak penyerahannya dari Inggris pada tahun 1997.

Pada hari Jumat, Menteri Luar Negeri Inggris Dominic Raab menelepon pemimpin eksekutif Hong Kong Carrie Lam. Menurut Kementerian Luar Negeri Inggris, dalam pembicaraan itu, Raab menekankan perlunya penyelidikan independen sepenuhnya terhadap peristiwa yang terjadi baru-baru. Tindakan ini memicu kemarahan China.

"China dengan serius menuntut agar pihak Inggris segera menghentikan semua tindakan yang mencampuri urusan Hong Kong dan mencampuri urusan dalam negeri China," kata juru bicara kementerian luar negeri China Hua Chunying seperti dikutip dari AFP, Minggu (11/8/2019).

Mengecam keputusan Raab untuk menelepon Carrie Lam sebagai sebuah kesalahan, Hua mendesak Inggris untuk berhenti meningkatkan masalah di Hong Kong dalam sebuah pernyataan.

Beijing menuding aksi protes anti pemerintah di Hong Kong didanai oleh Barat. Namun Beijing tidak dapat memberikan bukti di luar pernyataan dukungan dari beberapa politisi Barat.

Pekan lalu, pemerintah China mengecam Washington setelah muncul laporan bahwa beberapa diplomat AS yang berbasis di Hong Kong telah bertemu dengan para aktivis pro-demokrasi.

Kementerian luar negeri China mendesak AS untuk segera membuat terobosan bersih dengan berbagai perusuh anti-China dan segera berhenti mencampuri urusan Hong Kong.

Ketegangan tinggi di pusat keuangan Asia selama dua bulan terakhir dipicu oleh sikap oposisi para aktivis pro demokrasi terhadap rancangan undang-undang (RUU) ekstradisi. Aksi protes ini berkembang dengan cepat menjadi gerakan yang lebih luas untuk reformasi demokrasi.

Pekan lalu, kota ini menyaksikan pemogokan umum yang jarang terjadi dan kerusuhan paling luas dalam dua bulan aksi demonstrasi. Polisi menembakkan 800 butir gas air mata dalam satu hari di belasan lokasi.

Pada awal Agustus, polisi Hong Kong mengatakan sebanyak 420 orang telah ditangkap sejak aksi demonstrasi yang dimulai 9 Juni lalu.
(ian)
Berita Terkait
Intelijen Inggris Fokus...
Intelijen Inggris Fokus Hadapi Ancaman Serangan Digital China
China Ancam Tolak Paspor...
China Ancam Tolak Paspor Nasional Luar Negeri Inggris
China pada Inggris:...
China pada Inggris: Tinggalkan Pemikiran Kolonial Kalian!
China akan Balas Sanksi...
China akan Balas Sanksi Inggris Terkait UU Keamanan Hong Kong
China Tangguhkan Perjanjian...
China Tangguhkan Perjanjian Ekstradisi dengan Inggris dan Australia
Inggris Sebut China...
Inggris Sebut China Coba Bangun Kekuatan Militer Maritim Terbesar di Dunia
Berita Terkini
Mojtaba Akan Pimpin...
Mojtaba Akan Pimpin Doa untuk Ayatollah Ali Khamenei, Bakal Muncul untuk Pertama Kalinya?
15 menit yang lalu
Horor! Siswa Daratkan...
Horor! Siswa Daratkan Pesawat Sendirian usai Instruktur Pilot Lompat Bunuh Diri
1 jam yang lalu
Suporter Maroko Mengamuk...
Suporter Maroko Mengamuk di London usai Timnya Dikalahkan Prancis 2-0
1 jam yang lalu
20 Kapal Perang AS Berkeliaran...
20 Kapal Perang AS Berkeliaran di Timur Tengah saat Iran-Amerika Saling Serang
2 jam yang lalu
Berubah Pikiran Lagi,...
Berubah Pikiran Lagi, AS Akan Pasok Rudal Canggih Tomahawk ke Jerman
2 jam yang lalu
Lagi, Wakil Menteri...
Lagi, Wakil Menteri Sembunyikan Uang Korupsi Rp193 Miliar di Dalam Drainase Air Hujan
3 jam yang lalu
Infografis
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved