Trump Jauhi Perjanjian Multilateral, Ini Dampaknya bagi AS

Jum'at, 09 Agustus 2019 - 21:17 WIB
Trump Jauhi Perjanjian...
Trump Jauhi Perjanjian Multilateral, Ini Dampaknya bagi AS
A A A
WASHINGTON - Biro Nasional Penelitian Asia (NBR) menyoroti keputusan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald John Trump yang menjauhkan Washington dari perjanjian multilateral dan lebih condong pada perjanjian bilateral. Menurut biro tersebut, salah satu dampaknya adalah memperlambat proses perkembangan AS di kawasan Indo-Pasifik, khususnya di bidang ekonomi.

Manajer Proyek Urusan Perdagangan, Ekonomi dan Energi NBR, Ashley Johnson mengatakan mundurnya AS dari perjanjian multilateral menyebabkan berbagai macam hambatan. Langkah itu akan membuat AS semakin sulit untuk mencapai standar global, sulit untuk mendapatkan hak milik, sulit untuk mendapatkan akses ke pasar jika Washington melakukanya secara terpisah, satu per satu.

"Setiap negara sangat berbeda, mereka memiliki sistem perdagangan masing-masing, (setiap) pemerintah. Menemukan satu solusi untuk semua akan sangat sulit, tapi ada beberapa negara yang beroperasi (dengan cara yang sama), saya kembali lagi ke Perjanjian Komprehensif dan Progresif untuk Kemitraan Trans-Pasifik (CPTPP), tapi kita belum mencapai kesepakatan. Ada beberapa negara yang membuat konsesi atau untuk mengalah demi mencapai tujuan bersama," kata Ashley, Jumat (9/8/2019).

"Saya pikir jika kita terus mencoba—dari sudut pandang AS—untuk melakukanya satu per satu dan hanya menggunakan standar satu negara, bagaimana itu memengaruhi persepsi kita terhadap negara lain," ujarnya.

"Jika kita tidak memiliki standar umum yang diterima semua orang, maka tidak akan ada pertumbuhan, hanya akan jalan di tempat, kita akan terus berkutat pada pembahasan yang sama," imbuh Ashley.

Oleh karena itu, sambung Ashley, penting untuk membuat semua pihak berada di level yang sama dalam rangka untuk mencapai sebuah kemajuan bersama, terutama dalam pembahasan mengenai perdagangan dan perjanjian ekonomi lainnya.

"Saya pikir kami telah memperlambat perkembangan tersebut dengan tidak melakukan pendekatan secara multilateral. Karena akan banyak pembahasan, kita akan berusaha mencapai 30 perjanjian bilateral dibanding mencapai satu perjanjian yang mencakup semuanya," paparnya.
(mas)
Berita Terkait
Strategi Baru AS Berusaha...
Strategi Baru AS Berusaha Persenjatai Jepang untuk Lawan China
AS Siap Tempatkan Rudal...
AS Siap Tempatkan Rudal Jarak Menengah di Indo-Pasifik untuk Lawan China
AS Luncurkan Aliansi...
AS Luncurkan Aliansi Baru di Pasifik, Lawan Pengaruh China
Indonesia Minta Amerika...
Indonesia Minta Amerika Serikat Ikut Jaga Perdamaian di Indo-Pasifik
Zakharova: Wamenlu AS...
Zakharova: Wamenlu AS Sebut AUKUS Ancam Keamanan Asia Pasifik
Coba Bendung Pengaruh...
Coba Bendung Pengaruh China di Pasifik, AS-Papua Nugini Teken Pakta Keamanan
Berita Terkini
Ditangkap Pasukan Indonesia,...
Ditangkap Pasukan Indonesia, Ulama Palestina Sheikh Miqdad Dituduh Rencanakan Pengeboman 7 Negara
19 menit yang lalu
3 Tentara AS Tewas Diserang...
3 Tentara AS Tewas Diserang Rudal Iran, Trump Salahkan Yordania
1 jam yang lalu
Iran Berhasil Serang...
Iran Berhasil Serang Situs CIA, Amerika Curiga Rusia Terlibat
1 jam yang lalu
Jika Arab Saudi Punya...
Jika Arab Saudi Punya Senjata Nuklir, Kenapa Banyak Negara Khawatir?
3 jam yang lalu
4 Fakta Gunung Pickaxe,...
4 Fakta Gunung Pickaxe, Fasilitas Rahasia Nuklir Iran yang Jadi Target Serangan AS
3 jam yang lalu
Siapa Khalil al-Hayya?...
Siapa Khalil al-Hayya? Pemimpin Baru Hamas yang Dikenal sebagai Tangan Kanan Iran di Gaza
4 jam yang lalu
Infografis
Pemprov DKI Jakarta...
Pemprov DKI Jakarta Bakal Bangun 11 Rusun Baru, Ini Lokasinya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved