Gara-gara Kashmir, Perang Pakistan-India Bisa Pecah

Rabu, 07 Agustus 2019 - 10:32 WIB
Gara-gara Kashmir, Perang...
Gara-gara Kashmir, Perang Pakistan-India Bisa Pecah
A A A
ISLAMABAD - Pakistan memperingatkan perang dapat pecah dengan India. Peringatan itu muncul setelah India mengumumkan rencana untuk mencabut status semi-otonomi dari wilayah Kashmir yang disengketakan.

Kashmir wilayah mayoritas Muslim di India, telah lama memiliki perlindungan konstitusional khusus di negara bagian Jammu dan Kashmir yang mayoritas penduduknya Hindu di India.

Tetapi pada hari Senin pemerintah mengumumkan telah mencabut ketentuan yang mencegah orang non-Kashmir membeli properti, memastikan pekerjaan pemerintah daerah untuk orang Kashmir, dan memastikan wilayah tersebut memiliki kendali atas undang-undang sendiri.

Ribuan tentara telah dikerahkan ke provinsi itu dan akses internet lokal dimatikan. Itu dilakukan dalam upaya untuk memadamkan protes yang diperkirakan akan dilakukan oleh warga Kashmir.

Perdana Menteri Pakistan, Imran Khan, mengaku khawatir warga Kashmir akan marah dengan upaya pemerintah India untuk sepenuhnya menyerap provinsi yang bergolak itu ke bagian lain dari negara tersebut. Warga Kashmir akan melancarkan serangan terhadap ribuan tentara India dan petugas polisi yang ditempatkan di Kashmir.

"Jika New Delhi memilih untuk menyalahkan Pakistan atas serangan semacam itu, konflik bersenjata penuh antara kedua kekuatan bersenjata nuklir akan menjadi hasil akhirnya," Khan memperingatkan seperti dikutip dari Independent, Rabu (7/8/2019).

Khan juga mengatakan akan membawa permasalahan Kashmir ke Dewan Keamanan PBB.

“Kami akan melawannya di setiap forum. Kami berpikir bagaimana kami dapat membawanya ke Pengadilan Internasional ... ke Dewan Keamanan PBB," katanya kepada parlemen Pakistan.

Sementara itu Kepala tentara Pakistan, Jenderal Qamar Javed Bajwa, bersumpah pasukannya akan "pergi sejauh apa pun" untuk mendukung rakyat Kashmir.

"Tentara Pakistan dengan kuat mendukung Kashmir dalam perjuangan mereka yang adil sampai akhir," katanya.

"Kami siap dan akan melakukan apa pun untuk memenuhi kewajiban kami dalam hal ini," imbuhnya.

Pakistan, yang mengklaim Kashmir sebagai wilayahnya sendiri dan sudah mengelola sebagian wilayah itu, dan India sebelumnya telah berperang dua kali di wilayah Himalaya.

Baru-baru ini, setelah kelompok teroris Kashmir menewaskan 44 petugas polisi, India melancarkan serangan udara ke wilayah Pakistan dan Pakistan menembak jatuh dua jet tempur India sebagai pembalasan.

Laporan dari Kashmir mengatakan jalan-jalan di ibukota Srinagar sangat sepi di tengah kehadiran keamanan yang mencekik dan pemadaman komunikasi.

Pertemuan lebih dari empat orang juga telah dilarang dan toko-toko kehabisan persediaan setelah beberapa hari panik membeli.

Pihak berwenang India juga telah menangkap beberapa politisi lokal Kashmir, termasuk dua mantan menteri kepala negara.

"Kita mungkin melihat letusan ketika penjaga turun," kata Shah Faesal, pemimpin Gerakan Rakyat Jammu dan Kashmir. "Orang-orang menganggapnya sebagai tindakan penghinaan," tukasnya.
(ian)
Berita Terkait
Pakistan Bantah Lakukan...
Pakistan Bantah Lakukan Pembicaraan Diam-diam dengan India
Gagal di Medan Perang,...
Gagal di Medan Perang, Pakistan Tuding India Dalangi Serangan Teror yang Tewaskan 5 Orang
Pakistan-India Bertukar...
Pakistan-India Bertukar Daftar Tahanan dan Aset Nuklir
Darah Akan Banyak Mengalir,...
Darah Akan Banyak Mengalir, Pakistan Siapkan Skenario Kejutan jika Perang dengan India
Nasib Umat Muslim di...
Nasib Umat Muslim di India ketika Konflik Kashmir Memanas, Diteriaki Pengkhianat dan Diusir dari Tanah Kelahirannya
Pakistan Tuding India...
Pakistan Tuding India Berencana Melancarkan Serangan dalam 24 Jam Mendatang
Berita Terkini
Israel Bombardir Lebanon...
Israel Bombardir Lebanon Lagi, Padahal Telah Setuju Gencatan Senjata yang Dimediasi AS
1 jam yang lalu
Citra Satelit Tunjukkan...
Citra Satelit Tunjukkan Pangkalan AS di Kuwait Hancur usai Serangan Iran
2 jam yang lalu
Dicecar Apakah Israel...
Dicecar Apakah Israel Memiliki Senjata Nuklir? Ini Jawaban Menlu AS Marco Rubio
3 jam yang lalu
Selain Memaki, Trump...
Selain Memaki, Trump Juga Disebut Ancam Netanyahu via Istrinya atas Rencana Israel di Lebanon
3 jam yang lalu
AS Bohong, Kapal Induk...
AS Bohong, Kapal Induk Gerald R Ford Ternyata Rusak Parah saat Perang Lawan Iran, Ini Buktinya!
4 jam yang lalu
Zelensky Tantang Putin...
Zelensky Tantang Putin Bertemu Tatap Muka, Kremlin: Datanglah ke Moskow!
5 jam yang lalu
Infografis
7 Perang Besar di Selat...
7 Perang Besar di Selat Malaka, dari Jalur Rempah hingga Medan Tempur Kekuatan Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved