Lavrov: Dialog Venezuela Harusnya Tanpa Syarat

Minggu, 28 Juli 2019 - 11:39 WIB
Lavrov: Dialog Venezuela...
Lavrov: Dialog Venezuela Harusnya Tanpa Syarat
A A A
PARAMARIBO - Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov mengatakan, dialog untuk menyelesaikan krisis politik di Venezuela seharusnya tidak memiliki prasyarat. Hal itu diungkapkan Lavrov saat mengunjungi negara kecil Amerika Selatanb di Suriname pada akhir kunjungannya ke Amerika Latin.

Pemerintah dan oposis Venezuela tengah melakukan dialog yang dimediasi oleh pemerintah Norwegia. Oposisi, yang dipimpin oleh Ketua Majelis Nasional Juan Guaido, telah mendesak Presiden Nicolas Maduro untuk mundur untuk memberikan jalan bagi pemerintah transisi untuk mengadakan pemilu baru.

"Kami, sama seperti teman-teman kami di Suriname, yakin bahwa itu (perdamaian) dapat dihasilkan melalui dialog langsung antara pemerintah dan oposisi tanpa prasyarat, dan tanpa ancaman yang kami dengar datang dari berbagai Ibu Kota," kata Lavrov bersama Menteri Luar Negeri Surin Yldiz Pollack- Beighle di ibu kota Paramirabo seperti dikutip dari Reuters, Minggu (28/7/2019).

Referensi untuk "ancaman" adalah peringatan dari Amerika Serikat (AS), yang mengatakan intervensi militer "di atas meja" untuk menyelesaikan krisis di Venezuela, yang ditandai oleh keruntuhan ekonomi hiperinflasi dan eksodus lebih dari 4 juta orang ke negara tetangga.

Awal pekan ini, Lavrov mengatakan oposisi Venezuela berhubungan dengan Moskow, dan bahwa dunia harus mendorong dialog di Venezuela daripada memaksakan agendanya sendiri.

Sementara itu Pollack-Beighle tidak menyebut Venezuela selama sambutannya. Selama pertemuan blok perdagangan Mercosur awal bulan ini, duta besar Suriname untuk Kuba, Marciano Edgar Armaketo, mengatakan posisi negara itu di Venezuela didasarkan pada tidak campur tangan dalam urusan dalam negara.

Venezuela dilanda krisis politik berkepanjangan. Puncaknya saat Juan Guaido mendeklarasikan dirinya sebagai presiden sementara Venezuela pada bulan Januai. Dia telah diakui sebagai pemimpin yang sah oleh sebagian besar negara-negara Barat, termasuk Amerika Serikat, tetapi Maduro tetap memegang kendali atas fungsi-fungsi negara dan dukungan Rusia, Cina dan Kuba. Maduro telah mengecam Guaido sebagai boneka AS yang ingin memicu kudeta.
(ian)
Berita Terkait
Venezuela Tukar Emas...
Venezuela Tukar Emas dengan Dolar, Dibantu UEA, Mali dan Pesawat Rusia
Rusia: Keputusan Inggris...
Rusia: Keputusan Inggris Tahan Emas Venezuela Keterlaluan
Diancam Diinvasi Militer...
Diancam Diinvasi Militer AS, Kuba Merapat ke Rusia
Rusia Tuding AS Rencanakan...
Rusia Tuding AS Rencanakan Kudeta di Venezuela, Akankah Berhasil?
AS Serang Venezuela...
AS Serang Venezuela dan Tangkap Maduro, Ini Respons Iran dan Rusia
Rusia: Inggris Rampas...
Rusia: Inggris Rampas 30 Ton Emas Venezuela Senilai Rp14,8 Triliun
Berita Terkini
Selalu Jadi Target Iran,...
Selalu Jadi Target Iran, Kuwait Beli Senjata Anti-Drone Senilai Rp36 Triliun dari AS
17 menit yang lalu
140 Drone Ukraina Hajar...
140 Drone Ukraina Hajar St Petersburg, Rusia: Serangan Ini Belum Pernah Terjadi Sebelumnya
1 jam yang lalu
Putin Klaim Tak Melihat...
Putin Klaim Tak Melihat Adanya Provokasi dari Iran
2 jam yang lalu
Hanya Karena Dukung...
Hanya Karena Dukung Iran, Presenter TV Cantik Kuwait Ini Dijatuhi Hukuman Penjara
3 jam yang lalu
Negara Anggota NATO...
Negara Anggota NATO Ini Mengalami Kemandulan Kemampuan Militer Terburuk
4 jam yang lalu
Kim Jong-un Perintahkan...
Kim Jong-un Perintahkan AL Korut Produksi Kapal Perusak dan Senjata Bawah Air Rahasia
5 jam yang lalu
Infografis
Head to Head Indonesia...
Head to Head Indonesia vs China: 38 Tahun Tanpa Kemenangan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved