Eskalasi dengan Iran Meningkat, Pentagon Kirim 500 Tentara ke Arab Saudi

Minggu, 21 Juli 2019 - 03:29 WIB
Eskalasi dengan Iran...
Eskalasi dengan Iran Meningkat, Pentagon Kirim 500 Tentara ke Arab Saudi
A A A
WASHINGTON - Pentagon mengumumkan pengiriman 500 tentara dan peralatan militer lainnya ke Arab Saudi. Pengiriman pasukan ini dilakukan di tengah meningkatnya ketegangan dengan Iran.

"Gerakan pasukan ini memberikan pencegah tambahan, dan memastikan kemampuan kita untuk mempertahankan pasukan dan kepentingan kita di kawasan dari ancaman yang muncul dan dapat dipercaya," bunyi pernyataan yang dikeluarkan Komando Pusat AS seperti disitir dari Washington Examiner, Minggu (21/7/2019).

Amerika Serikat (AS) akan 500 tentara, baterai rudal pertahanan udara Patriot, dan pesawat tempur siluman F-22 ke Pangkalan Udara Pangeran Sultan di dekat Ibu Kota Riyadh, menurut BBC.

Sebelumnya dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan oleh lembaga pers negara Arab Saudi, Raja Salman setuju untuk menjadi tuan rumah bagi Angkatan Bersenjata AS untuk meningkatkan kerja sama bersama dalam pertahanan keamanan dan stabilitas regional dan untuk menjaga perdamaiannya. (Baca juga: Raja Salman Setuju Arab Saudi Jadi Basis Pasukan AS )

Pengumuman Pentagon datang ketika hubungan Washington dengan Iran memburuk setelah penarikan AS secara sepihak dari perjanjian nuklir 2015 dengan Iran.

Pada hari Kamis, Presiden AS Donald Trump menegaskan bahwa sebuah kapal perang AS menembak jatuh sebuah pesawat tanpa awak Iran di dekat Teluk Persia, tetapi Teheran menyangkal klaim itu. (Baca juga: Bantah Trump, Militer Iran: Semua Drone Kembali ke Pangkalan )

Sementara Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo membantah pernyataan Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif yang menyatakan tidak ada drone Iran yang ditembak jatuh.

"Drone itu ditembak jatuh, dan fakta bahwa Menteri Luar Negeri Zarif tidak tahu atau berbohong tentang hal itu, saya tidak bisa menjelaskannya," kata Pompeo kepada wartawan Jumat di Argentina. "Itu benar terjadi," tegasnya.

Bulan lalu, Iran menembak jatuh pesawat pengintai AS di Selat Hormuz karena dianggap telah melanggar wilayah udara Iran. AS mengecam serangan itu sebagai serangan "tidak beralasan," dengan mengatakan pesawat tak berawak itu berada di atas perairan internasional.

Pengerahan ini menandai pertama kali personel militer AS dikirim ke Arab Saudi sejak 2003 ketika pasukan negara adidaya itu mundur dari negara Kerajaan di Teluk setelah tinggal selama 12 tahun yang dimulai dengan Operasi Badai Gurun ketika Irak menginvasi Kuwait pada tahun 1991.
(ian)
Berita Terkait
Awal Mula Arab Saudi...
Awal Mula Arab Saudi Menjadi Sekutu Amerika Serikat
Inilah Alasan Mengapa...
Inilah Alasan Mengapa Banyak Pangeran Arab Kuliah di Amerika Serikat
Saudi Nilai Negara Teluk...
Saudi Nilai Negara Teluk Harus Dilibatkan Dalam Pembicaraan AS-Iran
Saudi dan AS Dorong...
Saudi dan AS Dorong Perpanjangan Embargo Senjata PBB pada Iran
AS Sita Persenjataan...
AS Sita Persenjataan Asal Iran Terkait Serangan ke Saudi
Bos CIA: AS Dibutakan...
Bos CIA: AS Dibutakan Kesepakatan Arab Saudi dan Iran
Berita Terkini
Rencana Volkswagen Buat...
Rencana Volkswagen Buat Rudal dengan Rafael Israel Dihalangi Para Investor Qatar
47 menit yang lalu
Ukraina Menggila, Pertahanan...
Ukraina Menggila, Pertahanan Udara Rusia Hancurkan 5.000 Drone dalam Sepekan
1 jam yang lalu
Iran Gempur Pusat Komando...
Iran Gempur Pusat Komando AS dan Pangkalan Udara Yordania dengan 10 Rudal Balistik
2 jam yang lalu
Panglima IRGC Sumpah...
Panglima IRGC Sumpah Balas Dendam atas Pembunuhan Pemimpin Tertinggi Iran
4 jam yang lalu
Juru Bicara Hamas Lolos...
Juru Bicara Hamas Lolos dari Serangan Israel, Warga Sipil Tewas Dirudal Zionis di Kota Gaza
4 jam yang lalu
Abbas Tetapkan 28 November...
Abbas Tetapkan 28 November untuk Pemilu Legislatif Palestina Pertama dalam Lebih dari 20 Tahun
5 jam yang lalu
Infografis
Perbandingan Gaji Tentara...
Perbandingan Gaji Tentara AS dengan Rusia, China, dan Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved