Pesawat Ke-9 Rusia Pengangkut Sistem Rudal S-400 Tiba di Turki

Selasa, 16 Juli 2019 - 14:41 WIB
Pesawat Ke-9 Rusia Pengangkut...
Pesawat Ke-9 Rusia Pengangkut Sistem Rudal S-400 Tiba di Turki
A A A
ANKARA - Pesawat kargo kesembilan Rusia yang mengangkut komponen sistem rudal S-400 mendarat di Pangkalan Udara Murted, pinggiran Ankara, Senin sore. Kementerian Pertahanan Turki mengatakan pengiriman akan terus belanjut.

Pangkalan Udara Murted adalah pangkalan yang digunakan para tentara selama upaya kudeta pada 15 Juli 2016 yang berakhir dengan kegagalan.

"Pengiriman bagian dari sistem pertahanan udara dan rudal jarak jauh S-400 terus berlanjut. Dalam konteks ini, pesawat kedelapan mendarat di Pangkalan Udara Mürted," kata Kementerian Pertahanan Nasional setempat dalam sebuah pernyataan di Twitter, seperti dikutip Daily Sabah, Senin (15/7/2019). Tak berselang lama, kementerian itu memperbarui pernyataannya bahwa pesawat kesembilan sudah tiba.

Pengiriman senjata pertahanan canggih Moksow yang dibeli Ankara itu dimulai sejak Jumat pekan lalu. Pengiriman berlangsung meski Amerika Serikat (AS) memperingatkan Ankara bahwa pembelian senjata Rusia akan terkena sanksi dari Washington.

Belum ada rincian pasti tentang kapan dan di mana sistem rudal itu akan disebar. Dalam pidatonya di sebuah acara peringatan tahun ketiga upaya kudeta 15 Juli, Presiden Recep Tayyip Erdogan menekankan bahwa sistem rudal itu akan memperkuat pertahanan udara Turki.

Dia juga menambahkan pengerahan sistem itu akan dilakukan sepenuhnya pada April 2020. "Dengan pembelian sistem pertahanan rudal S-400, Turki menjadi salah satu dari sedikit negara dengan sistem pertahanan udara. Sekarang tujuannya adalah untuk memiliki produksi bersama dengan Rusia," kata Erdogan.

"Kami sekarang mempertimbangkan untuk meluncurkan desain bersama dan pengembangan S-500 dengan Rusia," ujarnya.

Sebuah tim militer Turki telah berlatih di Rusia sejak Mei, dan pelatihan itu semula direncanakan berlangsung lima bulan. Lembaga penyiaran negara, TRT, melaporkan bahwa sistem pertahanan itu akan dirakit di Pangkalan Udara Mürted oleh tim teknis gabungan Turki-Rusia dan dipasang di beberapa lokasi di seluruh Turki yang belum ditentukan.

Keputusan Turki untuk membeli sistem pertahanan buatan Rusia dipicu oleh meningkatnya kekhawatiran keamanan karena perkembangan konflik di "depan pintu" negara itu.

Murat Yeşiltaş, direktur Studi Keamanan di Lembaga Penelitian Politik, Ekonomi dan Sosial (SETA), menyoroti bahwa sistem S-400 akan memperkuat pertahanan udara Turki dan secara praktis melepaskan risiko signifikan yang diakibatkan oleh perang di Suriah.

"Sistem rudal juga akan memberi Turki peran yang lebih kuat dalam perjuangan geopolitik yang saat ini kita saksikan di Mediterania Timur," tambah Yeşiltaş.
(mas)
Berita Terkait
Erdogan Menantang AS,...
Erdogan Menantang AS, Keukeuh Lanjutkan Boyong S-400 Rusia
Erdogan Nilai Risiko...
Erdogan Nilai Risiko Ketegangan dengan AS Sebanding dengan Pembelian S-400 Rusia
Abaikan Ancaman AS,...
Abaikan Ancaman AS, Erdogan Ingin Beli Banyak S-400 Rusia
Dihukum AS karena S-400...
Dihukum AS karena S-400 Rusia, Erdogan: Berikan Dukungan, Bukan Sanksi
Erdogan: Tes S-400 Rusia,...
Erdogan: Tes S-400 Rusia, Turki Tak Akan Konsultasi dengan AS!
Partainya Erdogan Tolak...
Partainya Erdogan Tolak Usul AS Beli S-400 Rusia dari Turki
Berita Terkini
Marahnya Warga Israel...
Marahnya Warga Israel atas Kesepakatan AS-Iran: Kami Dikhianati Trump, Ini Kesalahan Besar
52 menit yang lalu
Zelensky Ancam Serang...
Zelensky Ancam Serang Belarusia, Perang Rusia-Ukraina Bisa Meluas
1 jam yang lalu
Menkeu AS Sebut Zelensky...
Menkeu AS Sebut Zelensky Bajingan Kecil Bertingkah seperti Mr Bean yang Sakau
2 jam yang lalu
Krisis Politik Inggris...
Krisis Politik Inggris Makin Parah, PM Keir Starmer Bersiap Mengundurkan Diri
3 jam yang lalu
Iran Tutup Lagi Selat...
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, Militer AS Waspada
4 jam yang lalu
Iran Tutup Lagi Selat...
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz karena Israel Serang Lebanon
4 jam yang lalu
Infografis
Spesifikasi Sistem Rudal...
Spesifikasi Sistem Rudal Patriot yang Dikirim AS ke Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved