Hizbullah Sebut Sanksi AS Penghinaan bagi Lebanon

Rabu, 10 Juli 2019 - 14:39 WIB
Hizbullah Sebut Sanksi...
Hizbullah Sebut Sanksi AS Penghinaan bagi Lebanon
A A A
BEIRUT - Seorang anggota parlemen Hizbullah mengecam langkah Amerika Serikat (AS) menempatkan dua anggota parlemen kelompok itu dalam daftar sanksi. Ia menyebutnya sebagai penghinaan bagi Lebanon.

"Keputusan AS adalah penghinaan bagi rakyat Lebanon," ujar Ali Fayyad kepada saluran berita MTV Libanon seperti disitir dari Al Arabiya, Rabu (10/7/2019).

Ia lantas menyerukan kepada parlemen dan pemerintah Lebanon untuk mengeluarkan kecaman resmi.

Sementara itu Menteri Keuangan Lebanon Ali Hasan Khalil mentweet bahwa sanksi AS menyasar semua orang Lebanon bahkan jika mereka diarahkan pada Hizbullah dan tidak dibenarkan".

Setelah pengumuman Departemen Keuangan AS, televisi Hizbullah al-Manar mengatakan pemimpin kelompok itu, Hassan Nasrallah, dijadwalkan muncul Jumat di TV.

Nasrallah dijadwalkan untuk mengatasi serangkaian masalah Lebanon dan regional dan diharapkan juga membahas sanksi terbaru.

Departemen Keuangan AS menambahkan anggota parlemen Lebanon Amin Sherri dan Muhammad Hasan Raad ke dalam daftar hitam terkait teror. AS mengatakan Hizbullah menggunakan kekuatan parlementernya untuk memajukan kegiatan kekerasan.

AS juga memasukkan Wafiq Safa, seorang pejabat tinggi Hizbullah yang merupakan sekutu Iran, ke dalam daftar hitam itu.

"Hizbullah menggunakan operasinya di parlemen Libanon untuk memanipulasi institusi guna mendukung kepentingan keuangan dan keamanan kelompok teroris, dan untuk meningkatkan kegiatan memfitnah Iran," kata Sigal Mandelker, Wakil Menteri Keuangan untuk Terorisme dan Intelijen Finansial.

Langkah ini adalah yang pertama yang dilakukan oleh Washington dengan menargetkan politisi Hizbullah. Ini terjadi ketika AS meningkatkan tekanan terhadap Iran dan dugaan "proksi" di Timur Tengah.

Hizbullah terdaftar sebagai "kelompok teroris" oleh Amerika Serikat dan telah berperang beberapa kali dengan sekutu AS Israel di selatan Libanon.

Kelompok ini didirikan pada tahun 1982 selama perang saudara Libanon dan sekarang menjadi pemain politik utama di negara itu. Ia memenangkan 13 kursi dari 128 pada pemilihan umum 6 Mei 2018 dan memegang tiga posisi di kabinet.
(ian)
Berita Terkait
AS Tegaskan Tolak Keterlibatan...
AS Tegaskan Tolak Keterlibatan Hizbullah di Pemerintahan Lebanon
Hizbullah: AS Penyebab...
Hizbullah: AS Penyebab Semua Penderitaan di Lebanon
AS: Keruntuhan Tentara...
AS: Keruntuhan Tentara Lebanon akan Untungkan Hizbullah
AS Sanksi Dua Anggota...
AS Sanksi Dua Anggota Senior Hizbullah
Korupsi dan Dukung Hizbullah,...
Korupsi dan Dukung Hizbullah, Pejabat Lebanon Disanksi AS
AS Jatuhkan Sanksi Baru...
AS Jatuhkan Sanksi Baru kepada Hizbullah
Berita Terkini
Terungkap, Pokemon Go...
Terungkap, Pokemon Go Bantu Militer AS Petakan Dunia
39 menit yang lalu
Inggris, Australia,...
Inggris, Australia, dan Kanada Luncurkan Dana untuk Dukung Upaya Solusi 2 Negara
1 jam yang lalu
Israel Jadi Negara yang...
Israel Jadi Negara yang Paling Banyak Diboikot di Dunia
2 jam yang lalu
Ayatollah Khamenei Sudah...
Ayatollah Khamenei Sudah Lebih dari 100 Hari Meninggal, Iran Tunda Lagi Penguburannya
2 jam yang lalu
Beda dengan Pejabat...
Beda dengan Pejabat Eropa, Jenderal Senior NATO Ini Sebut Rusia Tak Mencari Konflik
3 jam yang lalu
Elon Musk Triliuner...
Elon Musk Triliuner Pertama di Dunia, Kekayaannya Rp19.706,5 Triliun Setara 73 Kali Anggaran MBG
3 jam yang lalu
Infografis
Jakarta Beri Diskon...
Jakarta Beri Diskon BPHTB 50 Persen bagi Pembeli Rumah Pertama
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved