China Desak Swedia Terima Permintaan Esktradisi Mereka
Selasa, 09 Juli 2019 - 19:53 WIB
China Desak Swedia Terima Permintaan Esktradisi Mereka
A
A
A
BEIJING - Pemerintah China mendesak Swedia untuk menerima permintaan ekstradisi mereka atas Qiao Jianjun. Qiao adalah mantan pejabat China, yang dituduh melakukan penggelapan.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Geng Shuang mengatakan bahwa Cina berharap Swedia bisa menghadapi fakta adanya tindak kejahatan yang dilakukan Qiao dan mengekstradisi dia kembali ke China sesegera mungkin. Geng menyebut, Swedia harus menghindari menjadi surga bagi para penjahat.
"China menaruh perhatian besar pada perlindungan HAM, terutama para tersangka kriminal," kata Geng dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Reuters pada Selasa (9/7).
"China telah mengekstradisi lebih dari 260 tersangka dari negara-negara Eropa, Asia, Afrika dan Amerika Latin, yang menunjukkan kepercayaan masyarakat internasional terhadap sistem hukumnya. Saya kembali mendesak Swedia untuk mengakui tuntutan China," sambungnya.
Beijing telah meminta Stockholm untuk mengekstradisi Qiao, juga dikenal sebagai Feng Li, atas dugaan pelanggaran kepercayaan dan penipuan terkait penggelapan setara dengan sekitar USD 11 juta. Dia juga dituduh pencucian uang dan penipuan imigrasi di Amerika Serikat (AS).
Sebelumnya, Mahkamah Agung Swedia telah menolak permintaan ekstradi dari China Dalam sebuah pernyataan, Mahkamah Agung Swedia menuturkan bahwa meskipun ada kecurigaan yang masuk akal bahwa Qiao telah melakukan kejahatan di China, ada risiko ia akan dianiaya karena aktivitas politiknya.
Konvensi Eropa dan hukum Swedia sama-sama melarang pihak berwenang mengekstradisi orang ke negara-negara di mana mereka akan menghadapi penganiayaan politik, agama, penyiksaan, atau hukuman mati.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Geng Shuang mengatakan bahwa Cina berharap Swedia bisa menghadapi fakta adanya tindak kejahatan yang dilakukan Qiao dan mengekstradisi dia kembali ke China sesegera mungkin. Geng menyebut, Swedia harus menghindari menjadi surga bagi para penjahat.
"China menaruh perhatian besar pada perlindungan HAM, terutama para tersangka kriminal," kata Geng dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Reuters pada Selasa (9/7).
"China telah mengekstradisi lebih dari 260 tersangka dari negara-negara Eropa, Asia, Afrika dan Amerika Latin, yang menunjukkan kepercayaan masyarakat internasional terhadap sistem hukumnya. Saya kembali mendesak Swedia untuk mengakui tuntutan China," sambungnya.
Beijing telah meminta Stockholm untuk mengekstradisi Qiao, juga dikenal sebagai Feng Li, atas dugaan pelanggaran kepercayaan dan penipuan terkait penggelapan setara dengan sekitar USD 11 juta. Dia juga dituduh pencucian uang dan penipuan imigrasi di Amerika Serikat (AS).
Sebelumnya, Mahkamah Agung Swedia telah menolak permintaan ekstradi dari China Dalam sebuah pernyataan, Mahkamah Agung Swedia menuturkan bahwa meskipun ada kecurigaan yang masuk akal bahwa Qiao telah melakukan kejahatan di China, ada risiko ia akan dianiaya karena aktivitas politiknya.
Konvensi Eropa dan hukum Swedia sama-sama melarang pihak berwenang mengekstradisi orang ke negara-negara di mana mereka akan menghadapi penganiayaan politik, agama, penyiksaan, atau hukuman mati.
(esn)