Objek Misterius Jatuh di Siprus, Diduga Jet Israel dan S-200 Suriah
Senin, 01 Juli 2019 - 11:18 WIB
Objek Misterius Jatuh di Siprus, Diduga Jet Israel dan S-200 Suriah
A
A
A
NICOSIA - Sebuah objek terbang misterius jatuh dan meledak di Ibu Kota Siprus, Nicosia, Senin (1/7/2019) dini hari. Objek terbang itu diduga jet tempur Israel yang membawa sisa-sisa rudal S-200 Suriah.
Puing-puing dari objek terbang itu sedang dipelajari oleh para pejabat di daerah Tashkent.
Menteri Luar Negeri Siprus Kudret Ozersay menulis di Twitter; "Menurut informasi yang saya terima dari sumber-sumber militer kami, penyebab kecelakaan yang terjadi malam (dini hari) ini bukanlah helikopter atau salah satu kendaraan kami yang serupa."
"Prajurit, polisi, dan petugas pemadam kebakaran kami melakukan inspeksi dan menanggapi di lokasi," lanjut dia, seperti dikutip Express.co.uk. Ozersay mengatakan belum jelas apa yang menyebabkan kecelakaan itu.
"Temuan awal menunjukkan objek yang menyebabkan ledakan itu adalah sebuah pesawat yang membawa bahan peledak atau direct explosive misil," ujarnya.
"Tulisan-tulisan dan tanda-tanda puing-puing akan memungkinkan kita untuk memahami persis apa yang terjadi segera," paparnya.
Tidak ada laporan korban jiwa dalam insiden ini. Menurut laporan awal, objek terbang yang jatuh dan meledak itu adalah rudal. Para warga setempat mengaku mendengar ledakan secara berurutan.
Sejumlah foto dan video yang beredar di media sosial menunjukkan kebakaran besar terjadi di sebuah lapangan.
Sementara itu, militer Suriah menulis di Twitter dengan mengklaim bahwa itu adalah rudal S-200. "Salah satu objek yang bisa diidentifikasi adalah sisa-sisa rudal S-200 yang diluncurkan dari Suriah dengan jet Israel," tulis militer Suriah.
Mereka kemudian memperingatkan bahwa rudal itu membawa bahan bakar yang sangat beracun.
Ledakan di Siprus terjadi setelah Israel melancarkan serangan udara di pangkalan udara Suriah di Damaskus pada Senin dini hari. Namun, militer Israel enggan mengomentari laporan serangan udara tersebut."Kami tidak mengomentari laporan seperti itu," katanya seperti dikutip Reuters.
Kantor berita negara Suriah, SANA, mengatakan empat warga sipil Suriah tewas dalam serangan rudal oleh jet-jet tempur Israel. Empat korban jiwa itu termasuk seorang bayi. Serangan udara diluncurkan dari wilayah udara Lebanon. Militer Suriah mengklaim menembak jatuh setidaknya tiga rudal Zionis.
Puing-puing dari objek terbang itu sedang dipelajari oleh para pejabat di daerah Tashkent.
Menteri Luar Negeri Siprus Kudret Ozersay menulis di Twitter; "Menurut informasi yang saya terima dari sumber-sumber militer kami, penyebab kecelakaan yang terjadi malam (dini hari) ini bukanlah helikopter atau salah satu kendaraan kami yang serupa."
"Prajurit, polisi, dan petugas pemadam kebakaran kami melakukan inspeksi dan menanggapi di lokasi," lanjut dia, seperti dikutip Express.co.uk. Ozersay mengatakan belum jelas apa yang menyebabkan kecelakaan itu.
"Temuan awal menunjukkan objek yang menyebabkan ledakan itu adalah sebuah pesawat yang membawa bahan peledak atau direct explosive misil," ujarnya.
"Tulisan-tulisan dan tanda-tanda puing-puing akan memungkinkan kita untuk memahami persis apa yang terjadi segera," paparnya.
Tidak ada laporan korban jiwa dalam insiden ini. Menurut laporan awal, objek terbang yang jatuh dan meledak itu adalah rudal. Para warga setempat mengaku mendengar ledakan secara berurutan.
Sejumlah foto dan video yang beredar di media sosial menunjukkan kebakaran besar terjadi di sebuah lapangan.
Sementara itu, militer Suriah menulis di Twitter dengan mengklaim bahwa itu adalah rudal S-200. "Salah satu objek yang bisa diidentifikasi adalah sisa-sisa rudal S-200 yang diluncurkan dari Suriah dengan jet Israel," tulis militer Suriah.
Mereka kemudian memperingatkan bahwa rudal itu membawa bahan bakar yang sangat beracun.
Ledakan di Siprus terjadi setelah Israel melancarkan serangan udara di pangkalan udara Suriah di Damaskus pada Senin dini hari. Namun, militer Israel enggan mengomentari laporan serangan udara tersebut."Kami tidak mengomentari laporan seperti itu," katanya seperti dikutip Reuters.
Kantor berita negara Suriah, SANA, mengatakan empat warga sipil Suriah tewas dalam serangan rudal oleh jet-jet tempur Israel. Empat korban jiwa itu termasuk seorang bayi. Serangan udara diluncurkan dari wilayah udara Lebanon. Militer Suriah mengklaim menembak jatuh setidaknya tiga rudal Zionis.
(mas)