Senat Gagal Memaksa Trump Izin Kongres untuk Gempur Iran

Sabtu, 29 Juni 2019 - 04:28 WIB
Senat Gagal Memaksa...
Senat Gagal Memaksa Trump Izin Kongres untuk Gempur Iran
A A A
WASHINGTON - Pemungutan suara terpanjang dalam sejarah Senat gagal menyetujui resolusi yang memaksa Presiden Donald Trump izin Kongres Amerika Serikat (AS) jika ingin menyerang Iran.

Proses voting dan debat Senat tentang resolusi Iran belangsung hingga 10 jam. Pemungutan suara itu dilakukan setelah terjadi kegelisahan politik atas pembicaraan keras Gedung Putih untuk melawan Iran.

Resolusi untuk memaksa Trump izin Kongres bila ingin perang melawan Iran itu membutuhkan 60 suara untuk dinyatakan lolos. Tetapi penghitungan akhir adalah 50-40, yang artinya hanya 50 suara yang menyetujui resolusi.

Senator Michael Bennet yang berpartisipasi dalam debat mendukung amandemen Undang-Undang Otorisasi Pertahanan Nasional (NDAA). UU itu berlaku hampir dua dekade sejak disahkan Kongres setelah serangan teroris 11 September 2001 yang melanda menara kembar World Trade Center (WTC). UU itu menyatakan presiden bisa meluncurkan perang terhadap kelompok atau pun negara lain tanpa izin Kongres.

Anggota parlemen berpendapat bahwa Trump tidak dapat terus mengandalkan UU otorisasi perang tersebut.

Senator Tom Udall mengatakan dia tidak sendirian dalam meningkatkan kekhawatiran tentang "diplomasi ping-pong" Trump dan bertindak sendiri atau sesukanya.

"Diplomasi sembrono ini mengingatkan kita pada perang dengan Irak," katanya di lantai Senat, seperti dikutip Fox News, Sabtu (29/6/2019).

Senat gagal menyetujui resolusi tersebut karena sepuluh senator tidak memberikan suara.

Ketegangan militer AS dan Iran telah meningkat selama dua bulan terakhir, setelah Trump menarik Amerika Serikat keluar dari perjanjian nuklir internasional antara Teheran dan enam kekuatan dunia (AS, Rusia, Inggris, Prancis, Jerman dan China).

Penentang resolusi yang didominasi Senator Republik berpendapat bahwa amandemen UU itu akan memberlakukan pembatasan yang tidak perlu pada Trump jika ia menghadapi ancaman dari Iran.

Sedangkan para pendukung resolusi mengatakan perlunya memastikan bahwa Kongres mempertahankan hak konstitusionalnya untuk mengizinkan penggunaan kekuatan militer dan untuk mengurangi kemungkinan salah perhitungan yang dapat menjerumuskan negara ke dalam konflik berkepanjangan.

Seminggu yang lalu, Washington membatalkan serangan udara terhadap Iran pada menit-menit akhir menjelang serangan diluncurkan.
(mas)
Berita Terkait
Iran Akan Pertimbangkan...
Iran Akan Pertimbangkan Negosiasi Langsung dengan Amerika Serikat
Menlu Iran Tantang Trump...
Menlu Iran Tantang Trump Kembali ke Kesepakatan Nuklir 2015
Trump Surati Iran, Beri...
Trump Surati Iran, Beri Ultimatum 2 Bulan untuk Kesepakatan Nuklir Baru
Oman bisa Jadi Penengah...
Oman bisa Jadi Penengah Perundingan Nuklir Baru Iran dan AS
Proposal Nuklir Trump...
Proposal Nuklir Trump Izinkan Iran Memperkaya Uranium
Jelang Lengser, Donald...
Jelang Lengser, Donald Trump Ingin Serang Situs Nuklir Utama Iran
Berita Terkini
Iran Kritik Oman soal...
Iran Kritik Oman soal Pengumuman Koridor Pelayaran Selatan di Selat Hormuz
2 jam yang lalu
Israel Akui Hamas Pertahankan...
Israel Akui Hamas Pertahankan Sebagian Besar Kekuatan Militernya Meskipun Perang
3 jam yang lalu
Iran Tak Punya Rencana...
Iran Tak Punya Rencana Negosiasi dan akan Terus Balas Serangan AS
4 jam yang lalu
Bom AS Meledak di Dekat...
Bom AS Meledak di Dekat Rumah Sakit Kanker Iran, 211 Pasien Mengungsi
5 jam yang lalu
Wapres AS Vance Tuding...
Wapres AS Vance Tuding Para Pejabat Israel Berusaha Perpanjang Perang Iran: Pergi ke Neraka
6 jam yang lalu
Apa Arti Las Malvinas...
Apa Arti 'Las Malvinas Son Argentinas'? Slogan yang Dikibarkan Timnas Argentina Ternyata Menyimpan Luka Sejarah 200 Tahun
7 jam yang lalu
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved