Trump Peringatkan Iran Jangan Main-main dengan AS!
Sabtu, 10 Oktober 2020 - 08:08 WIB
loading...
Presiden Amerika Serikat Donald John Trump memperingatkan Iran untuk tidak menyerang AS. Foto/REUTERS
A
A
A
WASHINGTON - Presiden Donald Trump pada Jumat memperingatkan Iran dengan menggunakan umpatan kasar selama wawancara langsung dengan penyiar radio. Dia memperingatkan Teheran agar tidak menyerang Amerika Serikat (AS).
“Iran telah diberitahukan. Jika Anda bermain-main dengan kami, jika Anda melakukan sesuatu yang buruk kepada kami, kami akan melakukan hal-hal yang belum pernah dilakukan sebelumnya kepada Anda," kata presiden saat wawancara dengan Rush Limbaugh yang dikutip New York Post, Sabtu (10/10/2020). (Baca: Rusia Buka Peluang Jual S-400 ke Iran, Netanyahu Telepon Putin )
Amerika Serikat dan Iran telah berselisih sejak Trump menjabat dan menarik diri dari perjanjian nuklir yang diprakarsai oleh pendahulunya, Barack Obama. Kampanye tekanan maksimum terjadi, dan putaran sanksi AS terbaru diumumkan pada hari Kamis dengan menambahkan 18 bank Iran ke dalam daftar lembaga yang tidak diizinkan untuk berurusan dengan dolar AS.
Trump memperkirakan bahwa Iran akan membuat kesepakatan nuklir baru dengan AS jika dia memenangkan pemilihan presiden 3 November mendatang. Trump merupakan calon presiden (capres) petahana Partai Republik yang bersaing dengan capres Partai Demokrat Joe Biden.
"Jika saya menang, kami akan memiliki kesepakatan besar dengan Iran dalam satu bulan," katanya. (Baca: Analis: Jika Bersatu, Iran, Turki dan Qatar Bisa Lawan Blok Israel-Teluk )
“Iran telah diberitahukan. Jika Anda bermain-main dengan kami, jika Anda melakukan sesuatu yang buruk kepada kami, kami akan melakukan hal-hal yang belum pernah dilakukan sebelumnya kepada Anda," kata presiden saat wawancara dengan Rush Limbaugh yang dikutip New York Post, Sabtu (10/10/2020). (Baca: Rusia Buka Peluang Jual S-400 ke Iran, Netanyahu Telepon Putin )
Amerika Serikat dan Iran telah berselisih sejak Trump menjabat dan menarik diri dari perjanjian nuklir yang diprakarsai oleh pendahulunya, Barack Obama. Kampanye tekanan maksimum terjadi, dan putaran sanksi AS terbaru diumumkan pada hari Kamis dengan menambahkan 18 bank Iran ke dalam daftar lembaga yang tidak diizinkan untuk berurusan dengan dolar AS.
Trump memperkirakan bahwa Iran akan membuat kesepakatan nuklir baru dengan AS jika dia memenangkan pemilihan presiden 3 November mendatang. Trump merupakan calon presiden (capres) petahana Partai Republik yang bersaing dengan capres Partai Demokrat Joe Biden.
"Jika saya menang, kami akan memiliki kesepakatan besar dengan Iran dalam satu bulan," katanya. (Baca: Analis: Jika Bersatu, Iran, Turki dan Qatar Bisa Lawan Blok Israel-Teluk )
Lihat Juga :