Bom ISIS Guncang Pangkalan Militer Filipina, 5 Orang Tewas

Sabtu, 29 Juni 2019 - 02:26 WIB
Bom ISIS Guncang Pangkalan...
Bom ISIS Guncang Pangkalan Militer Filipina, 5 Orang Tewas
A A A
JOLO - Serangan bom mengguncang pangkalan militer di Filipina selatan pada hari Jumat. Lima orang tewas termasuk tiga tentara.

Kelompok Islamic State atau ISIS mengklaim sebagai pelakunya. Selain menewaskan lima orang, ledakan itu juga melukai sembilan orang lainnya.

Menurut ISIS, ledakan itu merupakan aksi para pelaku bom bunuh diri.

Militer Filipina mengatakan ledakan terjadi pada tengah hari di sebuah pangkalan di pulau Jolo. Wilayah itu dikenal sebagai basis Abu Sayyaf, sebuah jaringan kelompok militan yang terkenal karena melakukan penculikan, pembajakan kapal dan telah bersumpah setia kepada ISIS.

Klaim ISIS itu muncul dari media propagandanya, Amaq. Menurut kelompok tersebut, para petempurnya yang telah diikat dengan bahan peledak telah menyusup ke pangkalan militer.

Kelompok itu mengklaim serangan tersebut menewaskan beberapa orang dan melukai sekitar 100 tentara. ISIS merilis foto dua pemuda berdiri di samping bendera hitam kelompok tersebut dan mengenakan rompi bom.

Baik klaim maupun keaslian foto tersebut belum bisa diverifikasi.

Insiden itu akan menjadi kemunduran besar bagi tujuan Presiden Filipina Rodrigo Duterte untuk memusnahkan kelompok Abu Sayyaf. Duterte berencana membentuk divisi infantri khusus di Jolo pada tahun 2022 yang akan terdiri dari 4.500 tentara.

Kantor Presiden Duterte belum berkomentar atas ledakan di pangkalan militer di Jolo.

Sedangkan militer hanya memberikan penjelasan singkat tentang apa yang terjadi, tetapi berjanji akan melakukan penyelidikan menyeluruh dan merespons dengan tekad yang kuat.

"Pasukan darat terus mengidentifikasi para pelaku di balik serangan tidak manusiawi ini," kata Cirilito Sobejana, kepala Komando Mindanao Barat. "Kami akan mengintensifkan serangan kami untuk menghancurkan kelompok-kelompok teroris," ujarnya, seperti dikutip Reuters, Sabtu (29/6/2019).

Bentrokan antara pasukan Filipina dan Abu Sayyaf semakin meningkat setelah pengeboman bulan Januari lalu terhadap sebuah gereja di Jolo. Serangan bom kala itu menewaskan 21 orang dan melukai hampir 100 orang, termasuk tentara dan warga sipil. ISIS juga mengklaim bertanggung jawab atas serangan di gereja tersebut.
(mas)
Berita Terkait
Abu Sayyaf Sergap Militer...
Abu Sayyaf Sergap Militer Filipina, 11 Tentara Dihabisi
Tragedi Pesawat Militer...
Tragedi Pesawat Militer Tewaskan 47 Orang, Filipina Perintahkan Penyelidikan
Tiga WNI Korban Sandera...
Tiga WNI Korban Sandera Abu Sayyaf Group Berhasil Diselamatkan
1 WNI Sandera Abu Sayyaf...
1 WNI Sandera Abu Sayyaf Tewas, RI Perlu Minta Ketegasan Filipina
Seorang Warga Indonesia...
Seorang Warga Indonesia yang Disandera Abu Sayyaf Tewas Ditembak
Filipina Sebut Pelaku...
Filipina Sebut Pelaku Pemboman di Jolo 2 Wanita, Salah Satunya WNI
Berita Terkini
Iran Kritik Oman soal...
Iran Kritik Oman soal Pengumuman Koridor Pelayaran Selatan di Selat Hormuz
2 jam yang lalu
Israel Akui Hamas Pertahankan...
Israel Akui Hamas Pertahankan Sebagian Besar Kekuatan Militernya Meskipun Perang
3 jam yang lalu
Iran Tak Punya Rencana...
Iran Tak Punya Rencana Negosiasi dan akan Terus Balas Serangan AS
4 jam yang lalu
Bom AS Meledak di Dekat...
Bom AS Meledak di Dekat Rumah Sakit Kanker Iran, 211 Pasien Mengungsi
5 jam yang lalu
Wapres AS Vance Tuding...
Wapres AS Vance Tuding Para Pejabat Israel Berusaha Perpanjang Perang Iran: Pergi ke Neraka
6 jam yang lalu
Apa Arti Las Malvinas...
Apa Arti 'Las Malvinas Son Argentinas'? Slogan yang Dikibarkan Timnas Argentina Ternyata Menyimpan Luka Sejarah 200 Tahun
7 jam yang lalu
Infografis
Menhan Australia Telepon...
Menhan Australia Telepon Menteri Sjafrie Terkait Rumor Pangkalan Militer Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved