UE Sebut Trump Tidak Pegang Kendali Kebijakan AS Terhadap Iran
Selasa, 18 Juni 2019 - 19:06 WIB
UE Sebut Trump Tidak Pegang Kendali Kebijakan AS Terhadap Iran
A
A
A
BRUSSELS - Seorang diplomat Uni Eropa (UE) mengatakan, Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump tampaknya tidak mengendalikan kebijakan pemerintahannya sendiri terhadap Iran. Dia lalu menyarankan Trump untuk segera memecat Penasehat Keamanan AS, John Bolton.
Nathalie Tocci, penasihat khusus untuk Kepala Kebijakan Luar Negeri UE, mengatakan Bolton telah membawa Trump ke arah yang sangat berbeda, khususnya dalam kebijakan yang terkait dengan Iran.
"Sayangnya pada saat ini tampak bagi saya bahwa kebijakan Iran AS memiliki penulis yang sangat jelas dan penulis itu bukan Presiden AS," kata Tocci dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir PressTV pada Selasa (18/6).
Tocci kemudian menolak klaim Trump bahwa pemimpin AS itu tidak sedang berusaha melakukan perubahan rezim di Iran, dengan mengatakan bahwa Bolton telah lama mengejar kebijakan tersebut.
"Posisi Bolton soal Iran berasal jauh sebelum Trump, untuk pemerintahan [mantan presiden George] Bush dan bahkan lebih awal. Mungkin (Trump) harus mencoba dan mengubah penasihat keamanan nasionalnya, yang sangat jelas memiliki posisi yang sangat berbeda dalam hal ini," tukasnya.
Nathalie Tocci, penasihat khusus untuk Kepala Kebijakan Luar Negeri UE, mengatakan Bolton telah membawa Trump ke arah yang sangat berbeda, khususnya dalam kebijakan yang terkait dengan Iran.
"Sayangnya pada saat ini tampak bagi saya bahwa kebijakan Iran AS memiliki penulis yang sangat jelas dan penulis itu bukan Presiden AS," kata Tocci dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir PressTV pada Selasa (18/6).
Tocci kemudian menolak klaim Trump bahwa pemimpin AS itu tidak sedang berusaha melakukan perubahan rezim di Iran, dengan mengatakan bahwa Bolton telah lama mengejar kebijakan tersebut.
"Posisi Bolton soal Iran berasal jauh sebelum Trump, untuk pemerintahan [mantan presiden George] Bush dan bahkan lebih awal. Mungkin (Trump) harus mencoba dan mengubah penasihat keamanan nasionalnya, yang sangat jelas memiliki posisi yang sangat berbeda dalam hal ini," tukasnya.
(esn)