Pasukan Sudan Serbu Kamp Demonstran, Sembilan Orang Tewas

Senin, 03 Juni 2019 - 17:25 WIB
Pasukan Sudan Serbu...
Pasukan Sudan Serbu Kamp Demonstran, Sembilan Orang Tewas
A A A
KHARTOUM - Pasukan keamanan Sudan menyerbu sebuah kamp demonstran ibu kota negara tersebut, Khartoum, pada Senin (3/6/2019) pagi. Laporan awal dari tim medis menyatakan sembilan orang tewas.

Insiden ini merupakan kekerasan terburuk sejak penggulingan Presiden Omar al-Bashir pada April lalu.

Rekaman video al-Hadath dan stasiun televisi Jazeera menunjukkan adegan kacau ketika orang-orang melarikan diri melalui jalan-jalan saat semburan tembakan terus-menerus berderak di udara. Orang-orang bergegas membawa orang-orang yang terkena tembakan.

Kelompok demonstran menuduh dewan militer yang berkuasa berusaha membubarkan kamp. Mereka ​​menyebut tindakan itu sebagai pembantaian.

Namun, dewan militer mengatakan pasukan keamanan telah menargetkan para penjahat di area yang berdekatan.

Dewan Militer Transisi (TMC) telah menawarkan opsi untuk membiarkan para pengunjuk rasa membentuk pemerintahan, tetapi TMC bersikeras mempertahankan otoritas keseluruhan selama periode transisi ini. Para demonstran menginginkan warga sipil menjalankan masa transisi dan memimpin 40 juta rakyat Sudan menuju demokrasi.

Ribuan pria dan wanita muda bergantian berkemah di luar Kementerian Pertahanan. Kementerian itu menjadi titik fokus protes anti-pemerintah yang dimulai pada bulan Desember.

Komite medis oposisi mengatakan sembilan orang telah tewas dalam kekerasan hari Senin.

"Para pengunjuk rasa yang duduk di depan komando umum militer menghadapi pembantaian dalam upaya berbahaya untuk membubarkan protes," kata kelompok demonstran dalam sebuah pernyataan.

Mereka mendesak rakyat Sudan untuk datang membantu mereka.

Juru bicara dewan militer, Letnan Jenderal Syams El Din Kabbashi, mengatakan serangan itu menargetkan para penjahat dan bahwa para pengunjuk rasa aman.

"Kamp protes belum dibubarkan," kata Kabbashi, seperti dikutip Reuters. "Pasukan keamanan berusaha untuk membubarkan unsur-unsur (penjahat) di area Columbia, dekat lokasi protes, dan beberapa elemen ini melarikan diri ke lokasi protes dan menyebabkan kekacauan."

Kabbashi menambahkan, dewan militer masih berkomitmen untuk penyelesaian politik dan siap untuk melanjutkan pembicaraan tentang transisi sipil sesegera mungkin.
(mas)
Berita Terkait
Panglima Militer Sudan...
Panglima Militer Sudan Tuduh RSF Gunakan Warga Sipil sebagai Perisai Manusia
7 Fakta Perang Sudan...
7 Fakta Perang Sudan yang Sudah Renggut 400 Jiwa Lebih
56 Warga Sipil Tewas...
56 Warga Sipil Tewas dalam Bentrokan Bersenjata di Sudan
Komandan RSF Tuduh Tentara...
Komandan RSF Tuduh Tentara Sudan Membom Warga sipil
270 Orang Tewas dalam...
270 Orang Tewas dalam Konflik Militer di Sudan
Ribuan Orang Mengungsi...
Ribuan Orang Mengungsi dari Khartoum, Mayat-mayat Bergelimpangan di Jalan
Berita Terkini
Iran Sebut Pangkalan...
Iran Sebut Pangkalan AS Target Sah dan Sumber Kekacauan Timur Tengah
58 menit yang lalu
Mayoritas Penduduk di...
Mayoritas Penduduk di 36 Negara Anggap Israel Tidak Baik
1 jam yang lalu
Iran Berupaya Pungut...
Iran Berupaya Pungut Biaya Layanan, Bukan Tol untuk Lintasi Selat Hormuz
2 jam yang lalu
Menlu Iran dan Pemimpin...
Menlu Iran dan Pemimpin Hamas di Gaza Bahas Perkembangan Terkini Palestina
3 jam yang lalu
Presiden China Xi Jinping...
Presiden China Xi Jinping akan Kunjungi Korea Utara Pekan Depan
4 jam yang lalu
Australia Sita 100.000...
Australia Sita 100.000 Kecoak Selundupan, Harganya Rp2,5 Miliar
5 jam yang lalu
Infografis
Khamenei Tewas, 4 Nama...
Khamenei Tewas, 4 Nama Masuk Bursa Calon Pemimpin Tertinggi Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved