Partai Pendukung Junta Thailand Cari Aliansi

Selasa, 28 Mei 2019 - 13:38 WIB
Partai Pendukung Junta...
Partai Pendukung Junta Thailand Cari Aliansi
A A A
BANGKOK - Dua partai politik Thailand diundang untuk bergabung dalam pemerintahan baru yang dipimpin Perdana Menteri (PM) Prayuth Chan-ocha.

Langkah tersebut dilakukan dua bulan setelah pemilu yang penuh sengketa. Prayuth merupakan mantan pemimpin junta yang menjadi PM.

Kesepakatan dengan Partai Demokrat dan Partai Bhumjaithai akan menggagalkan upaya koalisi oposisi Front Demokratik. Koalisi itu dibentuk untuk membuat junta tetap mendominasi pemerintahan lima tahun mendatang, setelah militer merebut kekuasaan melalui kudeta.

“Kami mengundang dua partai, tapi tidak mengharapkan kesimpulan hari ini,” kata Uttama Savanayana, ketua Palang Pracharat, partai promiliter yang dibentuk tahun lalu oleh anggota kabinet dari junta.

Dia menambahkan, “Kami memahami ada proses internal, tapi ini awal yang sangat bagus.”

Dua partai itu akan memberi koalisi promiliter suara mayoritas di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Bhumjaithai menyatakan pihaknya menerima undangan itu dan komite eksekutif akan menjelaskan berbagai kebijakan untuk membentuk pemerintahan segera.

“Para pemimpin akan berkomunikasi dan secara cepat menyelesaikan setiap isu sehingga Palang Pracharat tidak akan mengalami sakit kepala apa pun. Ini saatnya kita pergi untuk bekerja bagi negara,” kata ketua partai Anutin Charnvirakul, dilansir Reuters.

Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Chalermchai Sri-on menjelaskan, partai akan mengumumkan keputusannya segera. Para pemimpin akan bertemu pada Senin (26/5) malam.

Anggota dewan pimpinan partai Palang Pracharat dan anggota parlemen, Puttipong Punnakanta menyatakan, partainya meraih kursi terbesar kedua pada pemilu 24 Maret. Dia yakin dapat membuat kesepakatan membentuk pemerintahan itu.

“Jelas bahwa kami akan membentuk pemerintahan koalisi, dengan minimal 251 kursi dan lebih,” ungkap dia.

Oposisi Partai Phue Thai yang dikudeta pada 2014 meraih sebagian besar kursi di DPR, tapi koalisi Front Demokratik tidak meraih mayoritas saat hasil akhir diumumkan.

Front Demokratik yang terdiri atas tujuh partai menggugat Komisi Pemilu yang mengubah rumus alokasi kursi setelah pemilu, memberikan kursi kepada 11 partai kecil sehingga merugikan oposisi yang seharusnya meraih kursi mayoritas dengan rumus yang lama.

Partai Masa Depan Maju mendesak Demokrat tidak membentuk pemerintahan dengan Palang Pracharat karena sama saja mendukung kudeta 2014. “Pintu-pintu tidak ditutup bagi Demokrat dan Bhumjaithai untuk kembali,” ungkap dia. (Syarifudin)

(nfl)
Berita Terkait
Siapa Sirikit? Ibu Suri...
Siapa Sirikit? Ibu Suri Thailand yang Bergaya Hidup Glamor dan Dipuja Rakyatnya
Bagaimana Thailand Menjadi...
Bagaimana Thailand Menjadi Negara Sakit di Asia?
Pendukung Raja Thailand...
Pendukung Raja Thailand Tolak Reformasi Konstitusi
Experience Thailand...
Experience Thailand 2026 Jadi Ajang Promosi Produk Thailand di Tengah Ketatnya Pasar Impor Indonesia
Bentrok Terparah Pecah...
Bentrok Terparah Pecah di Thailand, Lebih dari 41 Demonstran Terluka
Lagu Mother of the Land...
Lagu Mother of the Land dan The Delicate Hand Didedikasikan untuk Mendiang Ratu Sirikit
Berita Terkini
Australia Sita 100.000...
Australia Sita 100.000 Kecoak Selundupan, Harganya Rp2,5 Miliar
25 menit yang lalu
Sultan Brunei Reshuffle...
Sultan Brunei Reshuffle Kabinet Besar-besaran, Pangeran 'Instagrammer' Jadi Menlu
47 menit yang lalu
Surat Netanyahu Ungkap...
Surat Netanyahu Ungkap Upaya Israel Ganti Bantuan AS dengan Integrasi Militer: Rencana Saya
1 jam yang lalu
5 Kapal Selam Tercanggih...
5 Kapal Selam Tercanggih ASEAN: Hebat Mana Invincible Singapura vs Nagapasa Indonesia?
1 jam yang lalu
Israel Bombardir Lebanon...
Israel Bombardir Lebanon Lagi, Padahal Telah Setuju Gencatan Senjata yang Dimediasi AS
3 jam yang lalu
Citra Satelit Tunjukkan...
Citra Satelit Tunjukkan Pangkalan AS di Kuwait Hancur usai Serangan Iran
4 jam yang lalu
Infografis
Head to Head Indonesia...
Head to Head Indonesia vs Thailand Jelang Semifinal Piala AFF U-23 2025
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved