Korut Bilang John Bolton Fanatik Perang, Pembisik Perang ke Trump

Senin, 27 Mei 2019 - 13:34 WIB
Korut Bilang John Bolton...
Korut Bilang John Bolton Fanatik Perang, Pembisik Perang ke Trump
A A A
PYONGYANG - Pemerintah Korea Utara (Korut) menjuluki Penasihat Keamanan Nasional Amerika Serikat (AS) John Bolton sebagai fanatik perang yang membisikkan hasutan konflik ke telinga Presiden Donald Trump. Penasihat Trump itu juga dianggap bodoh setelah menyimpulkan uji coba rudal Pyongyang baru-baru ini telah melanggar resolusi PBB.

"Bolton dikenal di Amerika Serikat sebagai seorang fanatik perang yang membisikkan perang ke telinga presiden," kata Kementerian Luar Negeri Korea Utara dalam sebuah pernyataan yang disampaikan seorang juru bicaranya dan disiarkan kantor berita KCNA, Senin (27/5/2019).

Kementerian itu mengatakan bahwa menghentikan tes rudal berarti menyerahkan hak untuk membela diri.

"Bolton mempermasalahkan latihan militer normal yang dilakukan oleh angkatan bersenjata kami sebagai pelanggaran resolusi Dewan Keamanan PBB," lanjut kementerian itu. "(Orang) ini tidak tahu apa-apa."

Pada bulan Mei, militer Korea Utara menguji tembak sejumlah roket dan rudal, yang menurut para ahli dapat digunakan untuk menembus pertahanan Korea Selatan dan Amerika.

Rudal-rudal itu terbang dengan lintasan yang lebih rendah, dan membuat beberapa pejabat di Korea Selatan mempertanyakan apakah senjata-senjata itu dapat dikategorikan sebagai rudal balistik atau bukan. Kategorisasi itu untuk menyimpulkan apakah Pyongyang melanggar resolusi Dewan Keamanan PBB atau tidak.

Gedung Putih telah menganggap sepele uji coba senjata Korea Utara itu. Presiden AS Donald Trump mengatakan rudal yang diuji tembak adalah rudal jarak dekat dan karenanya bukan pelanggaran kepercayaan oleh pemimpin Korea Utara Kim Jong-un terhadapnya.

"Apa pun yang diluncurkan pasti terbang menggambar lintasan balistik," imbuh pernyataan Kementerian Luar Negeri Korea Utara.

"(Korea Utara) menuntut larangan peluncuran apa pun yang menggunakan teknologi balistik, alih-alih berbicara tentang jangkauan, itu sama dengan mengatakan kita harus menyerahkan kedaulatan kami," papar kementerian tersebut.
(mas)
Berita Terkait
Disaksikan Kim Jong...
Disaksikan Kim Jong Un, Begini Dahsyatnya Kekuatan Artileri Militer Korea Utara
Donald Trump Angkat...
Donald Trump Angkat Bicara Soal Kondisi Kim Jong-un
Adik Kim Jong-un: AS...
Adik Kim Jong-un: AS Harus Akui Korea Utara sebagai Negara Nuklir
Korea Utara Tembakkan...
Korea Utara Tembakkan Beberapa Rudal Balistik Jelang Pilpres AS 2024
Trump Bantah Laporan...
Trump Bantah Laporan yang Menyebut Kim Jong Un Sakit Parah
Dipantau Kim Jong-un,...
Dipantau Kim Jong-un, Korea Utara Simulasikan Serangan Balik Nuklir
Berita Terkini
IAEA Yakin Persediaan...
IAEA Yakin Persediaan Uranium yang Diperkaya Masih Tersimpan di Fasilitas Nuklir Iran
2 jam yang lalu
1.022 Bayi Termasuk...
1.022 Bayi Termasuk dari 21.500 Anak yang Tewas Selama Genosida 1.000 Hari di Gaza
3 jam yang lalu
Gelombang Panas Terus...
Gelombang Panas Terus Terjadi, Warga Prancis Serbu Supermarket, Berebut Beli AC
4 jam yang lalu
Jenazah Anggota Keluarga...
Jenazah Anggota Keluarga Khamenei akan Dimakamkan, Termasuk Cucunya Umur 3 Tahun
5 jam yang lalu
Uni Eropa Sembunyikan...
Uni Eropa Sembunyikan 17 File Rahasia Gaza, PBB Sebut Israel Lakukan Genosida
6 jam yang lalu
Diplomat AS Ingin Ubah...
Diplomat AS Ingin Ubah Taiwan Jadi Sarang Lebah Drone
7 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved