Kasus Pemerkosaan, Jaksa Swedia Minta Assange WikiLeaks Ditahan

Senin, 20 Mei 2019 - 15:25 WIB
Kasus Pemerkosaan, Jaksa...
Kasus Pemerkosaan, Jaksa Swedia Minta Assange WikiLeaks Ditahan
A A A
STOCKHOLM - Jaksa penuntut di Swedia, pada hari Senin (20/5/2019), resmi meminta pendiri WikiLeaks; Julian Assange, ditahan. Permintaan jaksa disampaikan dalam sidang in absentia kasus dugaan pemerkosaan terhadap seorang wanita.

Kasus dugaan pemerkosaan oleh Assange itu sejatinya merupakan kasus lama, yakni hampir satu dekade lalu. Kasus sempat dihentikan ketika pendiri situs anti-kerahasiaan itu bersembunyi di Kedutaan Ekuador di London untuk menghindari penangkapan aparat berwenang Inggris.

Langkah jaksa Swedia itu kemungkinan sebagai langkah pertama dalam upaya ekstradisi Assange dari Inggris. Pria Australia juga menghadapi surat perintah ekstradisi AS atas tuduhan berkonspirasi untuk meretas komputer Pentagon.

Eva-Marie Persson, wakil direktur penuntutan publik di Swedia, mengumumkan permintaannya agar Assange ditahan terkait dugaan pemerkosaan.

Swedia baru-baru ini membuka kembali kasus pemerkosaan tahun 2010 yang dituduhkan terhadap Assange, meski sebelumnya telah menutup kasus itu.

Assange membantah telah melakukan kesalahan, dengan menyatakan bahwa tuduhan itu bermotivasi politik. Dia menegaskan hubungan seks dengan wanita di Swedia kala itu berdasarkan kesepakatan.

Per E. Samuelson, pengacara Assange di Swedia, mengatakan kepada Associated Press awal bulan ini bahwa keputusan untuk membuka kembali kasus pemerkosaan tersebut merupakan keputusan "keterlaluan."

Assange, yang diusir bulan lalu dari Kedutaan Besar Ekuador di mana dia telah bersembunyi sejak 2012, ditangkap oleh polisi Inggris pada 11 April. Dia saat ini menjalani hukuman 50 minggu karena melanggar perintah pengadilan soal ketentuan jaminan pada 2012.

Persson mengatakan pada hari Senin bahwa pihak berwenang Inggris akan memutuskan konflik antara surat perintah penangkapan Eropa dan permintaan ekstradisi AS untuk Assange.

"Dalam hal terjadi konflik antara permintaan penangkapan oleh Eropa dan permintaan untuk ekstradisi dari AS, otoritas Inggris akan memutuskan urutan prioritas," katanya. "Hasil dari proses ini tidak mungkin untuk diprediksi," ujarnya.
(mas)
Berita Terkait
PM Australia Frustrasi...
PM Australia Frustrasi soal Nasib Bos WikiLeaks Julian Assange
Pendiri WikiLeaks Disambut...
Pendiri WikiLeaks Disambut bak Pahlawan di Australia
Bos WikiLeaks Julian...
Bos WikiLeaks Julian Assange Bakal Diekstradisi ke AS, Ini Respons Australia
Hakim Inggris Tolak...
Hakim Inggris Tolak Permintaan Ekstradisi Pendiri Wikileaks ke AS
Akankah Pendiri WikiLeaks...
Akankah Pendiri WikiLeaks Julian Assange Diekstradisi ke AS?
Pendiri WikiLeaks Julian...
Pendiri WikiLeaks Julian Assange Dibebaskan dari Penjara Inggris
Berita Terkini
Mengapa Komunitas Internasional...
Mengapa Komunitas Internasional Tak Bisa Menghentikan Gazanisasi di Lebanon?
58 menit yang lalu
5 Alasan Iran Serang...
5 Alasan Iran Serang Bahrain dan Kuwait, Menekan AS Memenuhi Tuntutan Teheran
2 jam yang lalu
Gerakan Protes Gen Z...
Gerakan Protes Gen Z Guncang Ibu Kota India: Aku Seekor Kecoak!
2 jam yang lalu
Hamas Ungkap Pertemuan...
Hamas Ungkap Pertemuan di Kairo Bahas Penerapan Gencatan Senjata Gaza
3 jam yang lalu
Ilmuwan Bikin Roti dengan...
Ilmuwan Bikin Roti dengan Ragi dari Kulit Mumi Berusia 5.300 Tahun
5 jam yang lalu
AS Pertimbangkan Gunakan...
AS Pertimbangkan Gunakan Aset Iran untuk Biaya Rekonstruksi Negara-negara Teluk
6 jam yang lalu
Infografis
7 Fakta Kasus Hogi Minaya:...
7 Fakta Kasus Hogi Minaya: Suami Bela Istri, Berujung Tersangka
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved