Agen Federal AS Gerebek Kedubes Venezuela

Jum'at, 17 Mei 2019 - 08:44 WIB
Agen Federal AS Gerebek...
Agen Federal AS Gerebek Kedubes Venezuela
A A A
WASHINGTON - Petugas penegak hukum Amerika Serikat (AS) menggerebek Kedutaan Besar (Kedubes) Venezuela untuk mengusir sekelompok kecil demonstran yang memprotes kebijakan AS terhadap negara kaya minyak itu. Ini membuka jalan untuk menyerahkan komplesk diplomatik itu kepada utusan pemimpin oposisi Venezuela, Juan Guaido.

Sejak pertengahan April, anggota tiga kelompok aktivis telah menduduki kedutaan, sebuah bangunan bata merah di lingkungan kelas atas Georgetown di Washington. Para aktivis mengaku sebagai "tamu undangan" dari pemerintah Venezuela.

Para aktivis menentang intervensi AS di Venezuela untuk menggulingkan Presiden Nicolas Maduro. Sebagaimana diketahui pemerintah AS mendukung Juan Guaido, pemimpin oposisi Venezuela dan presiden sementara negara anggota OPEC itu.

"Pihak berwenang menangkap empat pengunjuk rasa terakhir pada hari Kamis setelah utilitas untuk bangunan terputus dan mereka mengabaikan perintah pengusiran," kata kelompok itu seperti dikutip dari Reuters, Jumat (17/5/2019).

Seorang juru bicara untuk Pepco, utilitas energi Washington, mengatakan perusahaan itu tidak membahas layanan untuk properti individu.

Dinas Rahasia AS mengonfirmasi bahwa petugas telah membantu agen-agen dari Layanan Keamanan Diplomatik Departemen Luar Negeri AS melaksanakan surat perintah penangkapan terhadap orang-orang di dalam kedutaan itu.

Seorang juru bicara Departemen Luar Negeri AS mengatakan pemerintah Guaido, yang diakui AS sebagai pemimpin Venezuela, meminta bantuan AS untuk mengeluarkan para pengunjuk rasa dari kedutaan.

"Pemerintah Venezuela, yang dipimpin oleh Presiden Sementara Juan Guaido telah meminta para penyintas meninggalkan tempat itu," kata juru bicara itu.

Tidak ada satu pun agen yang mengidentifikasi tuduhan apa yang dihadapi para pemrotes.

Ketegangan meningkat antara AS dan Venezuela ketika Washington meningkatkan tekanan terhadap pemerintah Maduro, yang dikatakan tidak sah.

AS telah menjatuhkan sanksi terhadap para pemimpin Venezuela, memerintahkan penarikan personel diplomatik dari Venezuela pada bulan Maret dan, pada hari Rabu, menangguhkan penerbangan penumpang serta kargo ke Venezuela.

Maduro, yang mencap Guaido sebagai boneka AS yang berusaha menggulingkannya dalam kudeta, memutuskan hubungan dengan Washington setelah mengakui ketua parlemen Venezuela itu sebagai presiden sementara dan menarik kembali staf diplomatik serta konsulernya.

Perwakilan Guaido mengambil kendali atas tiga properti diplomatik negara itu di Amerika Serikat pada bulan Maret lalu.

Baca juga: Oposisi Venezuela Kuasai Properti Diplomatik di AS

Pada puncaknya, sekitar 50 orang dari tiga kelompok menduduki Kedutaan Besar Venezuela, menurut Medea Benjamin, salah satu pendiri Code Pink, salah satu kelompok yang terlibat pendudukan.

Benjamin mengatakan para aktivis akan terus memprotes apa yang dia katakan sebagai upaya untuk meredakan ketegangan antara kedua negara.

"Masalah ini belum berakhir," katanya.

Sementara itu, para pendukung Guaido telah melancarkan protes mereka sendiri di luar kedutaan. Setelah penangkapan hari Kamis, puluhan pendukung pemerintah oposisi merayakannya di jalan-jalan.

"Pembebasan kedutaan kami adalah berkat perjuangan diaspora Venezuela," tulis Carlos Vecchio, perwakilan Guaido di Washington, di Twitter.

"Pembebasan berikutnya: Venezuela," imbuhnya.
(ian)
Berita Terkait
Operasi AS: Demi Berantas...
Operasi AS: Demi Berantas Narkoba atau Incar Minyak Venezuela?
Venezuela Marah Jet...
Venezuela Marah Jet Militer Amerika Serikat Langgar Wilayah Udaranya
Kemenangan Mamdani,...
Kemenangan Mamdani, Sinyal Perlawanan ke Pemerintah Federal AS?
Ribuan Migran Venezuela...
Ribuan Migran Venezuela Nekat Menyeberang Ke AS
Venezuela Ancam Berikan...
Venezuela Ancam Berikan 'Respon yang Layak' kepada Angkatan Laut AS
Maduro: Trump Izinkan...
Maduro: Trump Izinkan CIA Lakukan Operasi Senyap di Venezuela
Berita Terkini
4 Fakta Pembunuhan WNI...
4 Fakta Pembunuhan WNI di Hokkaido, Tersangka Sudah Berniat Habisi Korban
3 jam yang lalu
Hacker Pro-Palestina...
Hacker Pro-Palestina Janji Lancarkan Serangan Siber Paling Dahsyat ke Israel
4 jam yang lalu
Tak Ingin Kerusakan...
Tak Ingin Kerusakan Akibat Serangan Iran Diketahui Dunia, Israel Berlakukan Sensor Militer
5 jam yang lalu
Eropa Memanas! Jet tempur...
Eropa Memanas! Jet tempur Prancis Tembak Jatuh Drone Rusia di Latvia
6 jam yang lalu
Gempa Guncang Filipina,...
Gempa Guncang Filipina, 15 Orang Tewas
7 jam yang lalu
Hubungan China dan Korut...
Hubungan China dan Korut Masuki Tahap Awal yang Baru
8 jam yang lalu
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved