Irak Tak Sudi Wilayahnya Digunakan AS untuk Perang Lawan Iran

Kamis, 16 Mei 2019 - 02:24 WIB
Irak Tak Sudi Wilayahnya...
Irak Tak Sudi Wilayahnya Digunakan AS untuk Perang Lawan Iran
A A A
MOSKOW - Irak tidak menginginkan perang baru yang menghancurkan di Timur Tengah. Baghdad bahkan menolak jika wilayahnya digunakan untuk perang melawan Iran.

"Irak adalah negara berdaulat. Kami tidak akan membiarkan (AS) menggunakan wilayah kami," kata Duta Besar (Dubes) Irak untuk Rusia, Haidar Mansour Hadi dalam konferensi pers di Moskow, hari Rabu.

Komentar itu muncul ketika diplomat Irak itu ditanya tentang Baghdad tentang meningkatnya ketegangan di kawasan itu, yang dipicu oleh perselisihan antara Washington dan Teheran.

"Pada akhirnya tidak akan terjadi apa-apa," katanya. "(Iran) tidak menginginkan perang baru yang menghancurkan di kawasan itu."

Dia juga mengatakan bahwa Baghdad dapat mencoba menggunakan hubungan dekatnya dengan AS dan Iran untuk meredam ketegangan.

"Irak menegaskan bahwa kami ingin menjadi bagian dari solusi dan bukan bagian dari masalah," ujarnya, seperti dikutip dari Russia Today, Kamis (16/5/2019).

Timur Tengah sedang dilanda kekhawatiran akan pecahnya perang baru antara Iran dengan AS. Pada hari Rabu, AS memerintahkan evakuasi parsial para staf kedutaan besarnya di Baghdad dan sebuah konsulat di Erbil, Kurdistan Irak, setelah Menteri Luar Negeri Michael Pompeo mengklaim bahwa "Kegiatan Iran" membahayakan situs dan pasukan Amerika di Irak.

Langkah Washington itu mendorong Jerman dan Belanda untuk menghentikan misinya di Irak yang bertujuan melatih pasukan lokal.

Pada pekan lalu Pompeo mengunjungi Baghdad, dengan mengatakan bahwa AS khawatir bahwa kegiatan yang ditingkatkan Iran dapat membahayakan kedaulatan Irak.

Ketegangan antara Washington dan Baghdad memanas setelah AS secara sepihak menarik diri dari perjanjian nuklir Iran 2015 dan memberlakukan kembali semua sanksi terhadap Teheran. Washington juga mengancam negara-negara lain yang terus berdagang dengan Iran dengan beberapa langkah pembatasan.

Tekanan Amerika yang meningkat membuat Teheran marah. Baru-baru ini, Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei mengatakan negaranya tidak akan mengadakan pembicaraan dengan Washington tentang kesepakatan nuklir baru. Dia menyatakan keyakinannya bahwa kedua negara tidak akan terlibat dalam konflik militer karena tidak ada pihak yang “mencari perang".
(mas)
Berita Terkait
Iran Akan Pertimbangkan...
Iran Akan Pertimbangkan Negosiasi Langsung dengan Amerika Serikat
AS Ancam Sanksi Negara...
AS Ancam Sanksi Negara yang Tolak Klausul Snapback Diaktifkan
Lagi, Presiden Iran...
Lagi, Presiden Iran Ajukan Syarat Duduk Satu Meja dengan AS
AS, Iran dan Anggota...
AS, Iran dan Anggota JCPOA Bakal Bertemu di Wina Minggu Depan
Iran Bersumpah Akan...
Iran Bersumpah Akan Balas Dendam Jika AS Jatuhkan Sanksi
Iran Tegaskan Tolak...
Iran Tegaskan Tolak Renegosiasi Perjanjian Nuklir dengan AS
Berita Terkini
Hizbullah Tegaskan Terapkan...
Hizbullah Tegaskan Terapkan Gencatan Senjata dengan Israel Segera
5 jam yang lalu
4 Tentara Israel Tewas,...
4 Tentara Israel Tewas, Menteri-menteri Ekstremis Ancam Bakar Seluruh Lebanon, Buka Gerbang Neraka
6 jam yang lalu
Otoritas Selat Teluk...
Otoritas Selat Teluk Persia Umumkan Kapal-kapal Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
7 jam yang lalu
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
8 jam yang lalu
Netanyahu Keras Kepala,...
Netanyahu Keras Kepala, Israel Tak akan Mundur dari Lebanon Selatan
9 jam yang lalu
Hizbullah Peringatkan...
Hizbullah Peringatkan Israel Punya Waktu 60 hari untuk Mundur dari Lebanon
10 jam yang lalu
Infografis
Bakar Uang Demi Perang:...
Bakar Uang Demi Perang: Jejak Kelam Ekonomi Militer AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved