Teheran: Tuduhan pada Iran Mirip Taktik AS Menginvasi Irak

Sabtu, 11 Mei 2019 - 13:57 WIB
Teheran: Tuduhan pada...
Teheran: Tuduhan pada Iran Mirip Taktik AS Menginvasi Irak
A A A
NEW YORK - Teheran menertawakan tuduhan Washington bahwa militer Iran merupakan ancaman bagi pasukan Amerika Serikat (AS) yang dikerahkan di Timur Tengah. Tuduhan itu dianggap mirip dengan taktik Washington ketika menginvasi Baghdad tahun 2003, yakni menggunakan informasi intelijen palsu.

"Ini semua tuduhan yang dibuat oleh orang yang sama, yang menjelang invasi AS ke Irak, melakukan hal yang sama," kata Dute Besar Iran untuk PBB Majid Takht Ravanchi dalam sebuah wawancara dengan NBC News, Sabtu (11/5/2019).

Pernyataan diplomat Iran itu seperti menunjuk pada Penasihat Keamanan Nasional Gedung Putih John Bolton. Bolton pernah membuat tuduhan palsu ketika dia bekerja di Departemen Luar Negeri AS. Tuduhan palsu itu adalah rezim Saddam Hussein sedang membuat dan menggunakan senjata pemusnah massal.

Tuduhan yang tanpa didukung bukti yang kredibel itu dijadikan dasar AS menginvasi rezim Saddam Hussein. Belakangan terungkap bahwa informasi intelijen tentang Irak itu palsu, karena senjata pemusnah massal tidak pernah ditemukan di Irak.

"Jadi kami tidak menerima tuduhan seperti itu. Dan semua (tuduhan) ini adalah intelijen palsu," kata Ravanchi.

AS telah mengerahkan Kelompok Tempur Kapal Induk USS Abraham Lincoln dan sekelompok pesawat pengebom B-52 ke Timur Tengah. Alasannya, untuk mencegah potensi serangan Republik Islam Iran terhadap kepentingan Amerika Serikat atau sekutunya di Timur Tengah.

Beberapa hari kemudian, Pentagon memerintahkan penyebaran lebih banyak sistem pertahanan rudal Patriot dan tambahan kapal perang ke Timur Tengah.

Langkah itu diklaim berdasarkan pada data intelijen baru yang mengindikasikan bahwa Iran dan para proksinya dapat merencanakan serangan terhadap pasukan AS baik di darat maupun di laut.

"Kami memiliki informasi yang tidak ingin Anda ketahui," kata Presiden AS Donald Trump pada konferensi pers di Gedung Putih. "Mereka sangat mengancam dan kami harus memiliki keamanan besar untuk negara ini dan banyak tempat lainnya."

Trump juga meminta Iran untuk duduk dan merundingkan kembali kesepakatan nuklir 2015, yang dia "khianati" tahun lalu. Kesepakatan nuklir bernama resmi Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA) diteken AS di era Presiden Barack Obama, Iran dan lima negara kekuatan dunia lainnya seperti Rusia, Inggris, Prancis, Jerman dan China.

Setelah Trump menarik AS keluar dari JCPOA 2015, Washington memberlakukan kembali sanksi ekonomi yang sempat dicabut di era Obama. Tindakan Trump itu membuat Teheran marah dan menganggap Washington sebagai pihak yang tidak pernah bisa dipercaya.
(mas)
Berita Terkait
Iran Akan Pertimbangkan...
Iran Akan Pertimbangkan Negosiasi Langsung dengan Amerika Serikat
AS Dilaporkan Tolak...
AS Dilaporkan Tolak Permintaan Israel Percepat Pasokan Pesawat Tanker
Mengapa 6 Pesawat Pengebom...
Mengapa 6 Pesawat Pengebom Nuklir B-2 Amerika Serikat Muncul di Pulau Terpencil?
AS Kerahkan Kapal Induk...
AS Kerahkan Kapal Induk saat Pesawat Pembom Nuklir China Usik Taiwan
Spesifikasi USS Ronald...
Spesifikasi USS Ronald Reagan, Kapal Induk Nuklir Amerika Serikat
AS, Iran dan Anggota...
AS, Iran dan Anggota JCPOA Bakal Bertemu di Wina Minggu Depan
Berita Terkini
AS Curigai Zionis, Pentagon...
AS Curigai Zionis, Pentagon Naikkan Tingkat Ancaman Spionase Israel Jadi Kritis
1 jam yang lalu
Paus Leo Tegaskan Kriteria...
Paus Leo Tegaskan Kriteria untuk Perang yang Adil Tidak Ada dalam Serangan AS-Israel di Iran
2 jam yang lalu
Iran Peringatkan Serangan...
Iran Peringatkan Serangan AS Berisiko Seret Timur Tengah Kembali ke Konflik
3 jam yang lalu
Selain Azerbaijan, Israel...
Selain Azerbaijan, Israel Kirim Pasukan ke UEA, Irak dan Somaliland selama Perang Iran
5 jam yang lalu
Meski Sekutu Sejati,...
Meski Sekutu Sejati, Mengapa Pentagon Tingkatkan Ancaman Mata-mata Israel ke Tingkat Tertinggi?
6 jam yang lalu
3 Fakta Bantahan Azerbaijan...
3 Fakta Bantahan Azerbaijan Terkait Wilayahnya Digunakan Israel dalam Perang Iran
8 jam yang lalu
Infografis
AS Kerahkan 15.000 Prajurit...
AS Kerahkan 15.000 Prajurit dan 100 Jet Tempur Amankan Selat Hormuz
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved