China Lakukan Penghancuran Masjid Besar-besaran di Xinjiang

Selasa, 07 Mei 2019 - 23:50 WIB
China Lakukan Penghancuran...
China Lakukan Penghancuran Masjid Besar-besaran di Xinjiang
A A A
BEIJING - Sebuah laporan penelitian terbaru menunjukkan jika China mungkin telah melakukan penghancuran besar-besaran situs Islam di bagian barat Provinsi Xinjiang, tempat minoritas Muslim seperti Uighur yang hidup di bawah pemerintahan yang represif.

Media Inggris, The Guardian, dan situs open source jurnalisme Bellingcat menggunakan citra satelit untuk memeriksa 91 situs keagamaan yang diidentifikasi oleh orang-orang yang dulu tinggal di provinsi itu. Hasilnya, 31 masjid dan dua tempat suci utama menunjukkan kerusakan struktural yang signifikan antara tahuan 2016 dan 2018.

"Dari mereka, 15 struktur sepenuhnya atau hampir sepenuhnya dihancurkan. Bangunan lain yang memiliki fitur yang didefinisikan sebagai kubah atau menara dihilangkan. Sembilan bangunan lain yang digunakan sebagai masjid yang tidak memiliki fitur seperti masjid juga dihancurkan," kutip Time dari The Guardian, Selasa (7/5/2019).

Sementara itu, menurut penyelidikan, Kuil Imam Asim yang merupakan tempat ziarah penting bagi warga Uighur, dan Masjid Kargilik, salah satu masjid terbesar di daerah itu, termasuk di antara bangunan yang dihancurkan. Masjid Yutian Aitika dekat Hotan, sebuah masjid besar yang berasal dari tahun 1200 di mana penduduk setempat berkumpul untuk liburan keagamaan, juga dilaporkan termasuk di antara situs yang dihancurkan.

Kecaman terhadap China terus meningkat atas tuduhan penganiayaan terhadap minoritas Muslin. Departemen Luar Negeri Amerika Serikat (AS) memperkirakan bahwa antara 800 ribu hingga 2 juta Muslim Turki, termasuk Uighur, etnik Kazakh, Kyrgyzstan, dan lainnya, ditahan di apa yang disebut Beijing sebagai kamp pendidikan ulang. Sementara pihak lain menyebutnya sebagai kamp konsentrasi.

Pejabat AS berulang kali mencela praktik ini. China telah membela aksi penahanan itu sebagai cara memerangi terorisme, dan telah berusaha untuk menjelaskan jika kamp itu sebagai pusat "pelatihan kejuruan" yang mirip dengan "sekolah berasrama."

Beberapa ahli dan mantan penghuni kamp itu meyakini bahwa pemerintah China menghancurkan bangunan-bangunan keagamaan dalam upaya lebih lanjut untuk menghapus identitas agama Islam di Negeri Tirai Bambu.

"Jika generasi saat ini, Anda mengambil orang tua mereka dan di sisi lain Anda menghancurkan warisan budaya yang mengingatkan mereka tentang asal mereka ... ketika mereka tumbuh dewasa, ini akan menjadi asing bagi mereka," kata seorang mantan warga Hotan, menurut The Guardian.
(ian)
Berita Terkait
Tanpa Alasan Jelas,...
Tanpa Alasan Jelas, China Hukum Ilmuwan Uighur Penjara Seumur Hidup
Kesepakatan Ekstradisi...
Kesepakatan Ekstradisi China Mengkhawatirkan Etnis Uighur di Turki
Nasib Uighur Dinilai...
Nasib Uighur Dinilai Masih Butuh Perhatian Publik Dunia
Pengadilan Independen...
Pengadilan Independen Inggris: China Lakukan Genosida terhadap Uighur
China Kecam Pengadilan...
China Kecam Pengadilan Independen Muslim Uighur
Ada Bukti China Ingin...
Ada Bukti China Ingin Hancurkan Minoritas Muslim di Xinjiang
Berita Terkini
AI, Robot, dan Modal...
AI, Robot, dan Modal Negara: Taruhan Besar Xi Jinping untuk Masa Depan China
44 menit yang lalu
Ukraina Ngamuk, Serang...
Ukraina Ngamuk, Serang 21 Kapal Tanker Minyak Rusia
1 jam yang lalu
10 Negara dengan Jalan...
10 Negara dengan Jalan Terbaik di Dunia, Juaranya Tetangga Indonesia
2 jam yang lalu
4 Alasan Mojataba Ingin...
4 Alasan Mojataba Ingin Balas Dendam Kematian Ayahnya, Ingin Mewujudkan Kemenangan Total
3 jam yang lalu
Ukraina Tidak Akan Produksi...
Ukraina Tidak Akan Produksi Rudal Patriot meski Trump Beri Lisensi, Ini 3 Alasannya
4 jam yang lalu
8 Fakta Menarik tentang...
8 Fakta Menarik tentang Norwegia, Negara Paling Bahagia dan Matahari Tak Terbenam di Musim Panas
5 jam yang lalu
Infografis
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved