Trump Ampuni Eks Letnan AS Pembunuh Terduga Teroris al-Qaeda

Selasa, 07 Mei 2019 - 15:29 WIB
Trump Ampuni Eks Letnan...
Trump Ampuni Eks Letnan AS Pembunuh Terduga Teroris al-Qaeda
A A A
WASHINGTON - Presiden Donald Trump telah memberikan grasi kepada seorang mantan letnan Angkatan Darat Amerika Serikat (AS) yang dihukum tahun 2009 karena membunuh seorang tahanan Irak. Tahanan yang dibunuh kala itu diduga sebagai teroris al-Qaeda.

Gedung Putih mengumumkan pemberian ampunan Trump tersebut pada Senin malam waktu Washington.

Juru bicara Gedung Putih Sarah Sanders mengutip dukungan luas untuk mentan letnan bernama Michael Behenna asal Edmond, Oklahoma tersebut.

"Dari militer, pejabat terpilih Oklahoma, dan publik—termasuk 37 jenderal dan laksamana, bersama dengan mantan inspektur jenderal Pentagon—sebagai alasan untuk pemberian grasi Trump," kata Sanders menguraikan dukungan pemberian grasi untuk Behenna.

Menurut Sanders, Behenna telah menjadi "tahanan teladan" saat menjalani hukumannya. "Mengingat fakta-fakta ini, Behenna sepenuhnya layak menerima Hibah Grasi Eksekutif ini," kata Sanders, seperti dikutip Fox News, Selasa (7/5/2019).

Pengadilan militer awalnya menghukum Behenna selama 25 tahun penjara karena pembunuhan yang tidak direncanakan di zona pertempuran. Namun, pengadilan banding tertinggi untuk Angkatan Darat mencatat kekhawatiran tentang sidang pengadilan dalam menangani klaim pembelaan diri Behenna.

Selama persidangan tahun 2008, Behenna mengakui bahwa alih-alih membawa pulang tahanan Ali Mansur seperti yang diperintahkan, dia justru membawa tahanan itu ke gorong-gorong kereta api, menelanjanginya dan kemudian menginterogasinya di bawah todongan senjata. Tahanan itu diinterogasi tentang pengeboman di pinggir jalan yang telah menewaskan dua anggota peleton Behenna.

Behenna, yang saat itu berusia 24 tahun, mengklaim bertindak membela diri ketika Mansur melemparkan sepotong beton padanya dan meraih pistol letnan. Jaksa penuntut Angkatan Darat mengatakan argumen itu tidak mendukung karena Behenna sudah mengarahkan senjatanya ke tahanan.

Pada tahun 2018, orang tua Behenna mengatakan kepada Fox News bahwa penuntutan gagal mengungkapkan bahwa analisis ahli mendukung cerita peristiwa versi putra mereka. Ahli itu menghubungi Behenna tentang temuannya.

Jaksa Agung Oklahoma Mike Hunter awalnya meminta pengampunan untuk Behenna pada Februari 2018 dan memperbarui permintaannya bulan lalu. Hunter yakin hukuman Behenna tidak dapat dibenarkan karena instruksi hakim yang salah dan kegagalan jaksa penuntut untuk menyerahkan bukti yang mendukung klaim pembelaan diri.

Pernyataan Gedung Putih mengatakan bahwa mantan Gubernur Oklahoma Mary Fallin dan banyak anggota delegasi Kongres Oklahoma juga telah menyatakan dukungannya untuk Behenna.
(mas)
Berita Terkait
Trump Cabut Status Sudan...
Trump Cabut Status Sudan Negara Sponsor Terorisme Jika Bayar Rp4,9 Triliun
Trump: Pasukan Koalisi...
Trump: Pasukan Koalisi Tinggalkan Irak dalam 3 Tahun
DPR Amerika Serikat...
DPR Amerika Serikat Kembali Makzulkan Presiden Donald Trump
Donald Trump Kampanye...
Donald Trump Kampanye Pilpres Tanpa Kenakan Masker
Pengadilan Irak Keluarkan...
Pengadilan Irak Keluarkan Perintah Penangkapan untuk Donald Trump
Amerika Serikat Darurat...
Amerika Serikat Darurat Ekonomi, Berdampak ke Indonesia?
Berita Terkini
Langka, Trump Bela Hak...
Langka, Trump Bela Hak Iran Memiliki Rudal Balistik
22 menit yang lalu
Serangan Israel ke Lebanon...
Serangan Israel ke Lebanon Bisa Gagalkan Perdamaian AS dan Iran, Ini 3 Alasannya
2 jam yang lalu
4 Alasan Iran Mampu...
4 Alasan Iran Mampu Memberikan Pukulan Telak ke Amerika Serikat dan Israel
3 jam yang lalu
Mengapa Kekejaman Israel...
Mengapa Kekejaman Israel di Lebanon Bisa Picu Pembalasan dari Iran?
5 jam yang lalu
Ini Keunggulan Pesawat...
Ini Keunggulan Pesawat Pengebom B-52 vs Tu-22M3 yang Jatuh pada Hari yang Sama
6 jam yang lalu
IRGC Seharusnya Jadi...
IRGC Seharusnya Jadi Teladan bagi Negara Muslim di Seluruh Dunia
10 jam yang lalu
Infografis
6 Jenderal Bintang 4...
6 Jenderal Bintang 4 AS Ini Pernah Peringatkan Trump soal Risiko Perang Melawan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved