Inggris Menghukum Assange WikiLeaks Penjara 50 Minggu

Rabu, 01 Mei 2019 - 23:46 WIB
Inggris Menghukum Assange...
Inggris Menghukum Assange WikiLeaks Penjara 50 Minggu
A A A
LONDON - Seorang hakim Inggris menjatuhkan hukuman penjara 50 minggu kepada pendiri situs antikerahasiaan WikiLeaks, Julian Assange, Rabu (1/5/2019). Dia dinyatakan bersalah karena melewatkan jaminan tujuh tahun lalu dan bersembunyi di kedutaan Ekuador.

Hakim pengadilan Deborah Taylor mengatakan sulit membayangkan versi pelanggaran yang lebih serius ketika dia memberi hukuman kepada hacker berusia 47 tahun itu mendekati maksimum satu tahun dalam tahanan.

Dia mengatakan persembunyian Assange selama tujuh tahun di kedutaan Ekuador telah membebani pembayar pajak Inggris sebesar £16 juta. Menurutnya, Assange mencari suaka sebagai upaya sengaja untuk menunda sidang pengadilan.

Assange yang berambut putih berdiri tanpa ekspresi dengan tangan tergenggam saat vonis dibacakan hakim. Pendukungnya di galeri publik di Pengadilan Southwark Crown meneriaki hakim "Malu pada Anda" ketika Assange dibawa pergi.

Assange—pemburu data rahasia asal Australia—mencari suaka di kedutaan Ekuador di London pada Juni 2012 untuk menghindari ekstradisi ke Swedia. Saat itu, Swedia ingin menginterogasi hacker tersebut atas tuduhan pemerkosaan dan serangan seksual.

Pengacara Assange, Mark Summers, mengungkap alasan kliennya mencari perlindungan di Kedutaan Besar Ekuador. "Karena dia hidup dengan ketakutan yang luar biasa karena akan diserahkan ke Amerika Serikat," katanya, seperti dikutip AP.

Dia mengatakan Assange memiliki ketakutan yang beralasan bahwa dia akan dianiaya dan mungkin dikirim ke kamp tahanan AS untuk para tersangka terorisme di Teluk Guantanamo.

Summers membaca sepucuk surat dari Assange yang berisi permintaan maaf atas perilakunya pada tahun 2012. "Saya melakukan apa yang menurut saya terbaik," bunyi surat Assange.

"Saya mendapati diri saya berjuang dengan keadaan yang menakutkan," lanjut surat tersebut.

Assange ditangkap 11 April 2019 setelah Ekuador mencabut suaka politiknya. Dia dituduh campur tangan urusan luar negeri Ekuador.

Dia akan menghadapi sidang pengadilan terpisah pada hari Kamis (2/5/2019) terkait permintaan ekstradisi AS. Pihak berwenang Amerika menuduh Assange berkonspirasi membobol sistem komputer Pentagon.
(mas)
Berita Terkait
Hakim Inggris Tolak...
Hakim Inggris Tolak Permintaan Ekstradisi Pendiri Wikileaks ke AS
Akankah Pendiri WikiLeaks...
Akankah Pendiri WikiLeaks Julian Assange Diekstradisi ke AS?
Pendiri WikiLeaks Julian...
Pendiri WikiLeaks Julian Assange Dibebaskan dari Penjara Inggris
China: Kasus Assange...
China: Kasus Assange Cerminkan Kemunafikan AS dan Inggris pada Kebebasan Pers
PM Australia Frustrasi...
PM Australia Frustrasi soal Nasib Bos WikiLeaks Julian Assange
AS Menang Banding, Julian...
AS Menang Banding, Julian Assange Terancam Diekstradisi
Berita Terkini
Sadisnya Tentara Israel...
Sadisnya Tentara Israel Tembak Mati Bayi Palestina di Tepi Barat, IDF Luncurkan Penyelidikan
40 menit yang lalu
Trump Marah dan Ngambek...
Trump Marah dan Ngambek pada Host NBC: Anda Curang atau Bodoh
1 jam yang lalu
Israel Balas Bombardir...
Israel Balas Bombardir Iran, Ledakan Guncang 3 Kota
1 jam yang lalu
IRGC: Rudal-rudal Balistik...
IRGC: Rudal-rudal Balistik Iran Gempur Pangkalan Udara Ramat David Israel
1 jam yang lalu
Gempa Magnitudo 8,1...
Gempa Magnitudo 8,1 Guncang Filipina, Peringatan Tsunami Dikeluarkan, Warga Kocar-kacir Selamatkan Diri
2 jam yang lalu
Rentetan Penembakan...
Rentetan Penembakan Guncang Israel, 1 Tewas, 5 Luka
2 jam yang lalu
Infografis
Perang AS-Israel vs...
Perang AS-Israel vs Iran Telah Mengungkap Kelemahan Militer Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved