Hoax Picu Bentrokan Antara Migran dengan Polisi Yunani
Minggu, 07 April 2019 - 08:22 WIB
Hoax Picu Bentrokan Antara Migran dengan Polisi Yunani
A
A
A
ATHENA - Polisi dan migran bentrok di sebuah lapangan di luar kamp migran di dekat kota Thessaloniki di Yunani utara, Sabtu.
Menurut media Yunani, sekitar 2.000 migran telah berkumpul di lapangan sebelum beberapa dari mereka mulai melempari polisi dengan batu ketika petugas berusaha mengendalikan kerumunan dengan gas air mata dan granat setrum.
Kerumunan mengatakan mereka ingin menyeberang ke Makedonia Utara. Banyak dari mereka telah tiba di kamp pada hari Kamis dan Jumat di tengah rumor di media sosial tentang perbatasan yang dibuka.
Rumor di media sosial yang menyatakan perbatasan antara Yunani dan Makedonia Utara terbuka telah meyakinkan ratusan migran untuk melakukan perjalanan. Kementerian migrasi Yunani mengatakan para migran itu telah terbujuk oleh berita palsu alias hoax itu.
"Orang-orang disesatkan oleh berita palsu karena harapan mereka," kata Menteri Migrasi Yunani Dimitris Vitsas seperti dikutip dari Deutsche Welle, Minggu (7/4/2019).
Kamp Diavata berada sekitar 60 kilometer sebelah selatan perbatasan, yang merupakan bagian dari apa yang disebut rute migrasi Balkan untuk memasuki Eropa tengah dan utara.
Kementerian Migrasi Yunani mengatakan telah memberi tahu para migran bahwa perbatasan ditutup dan mereka dapat kembali ke pusat akomodasi mereka di tempat lain di Yunani dengan bus pemerintah.
Banyak migran sejauh ini mengabaikan seruan itu, tetapi kementerian mengatakan berharap sebagian besar dari mereka akan kembali secara sukarela pada hari ini.
Jumlah migran yang mencapai Eropa tengah dan utara melalui rute Balkan turun secara signifikan setelah pagar perbatasan dipasang di sepanjang perbatasan Yunani-Makedonia Utara pada akhir 2015.
Lebih dari satu juta orang menggunakan rute tersebut untuk mencapai Jerman selama puncak krisis migrasi pada paruh kedua 2015.
Yunani saat ini menampung lebih dari 70.000 migran di seluruh negeri.
Menurut media Yunani, sekitar 2.000 migran telah berkumpul di lapangan sebelum beberapa dari mereka mulai melempari polisi dengan batu ketika petugas berusaha mengendalikan kerumunan dengan gas air mata dan granat setrum.
Kerumunan mengatakan mereka ingin menyeberang ke Makedonia Utara. Banyak dari mereka telah tiba di kamp pada hari Kamis dan Jumat di tengah rumor di media sosial tentang perbatasan yang dibuka.
Rumor di media sosial yang menyatakan perbatasan antara Yunani dan Makedonia Utara terbuka telah meyakinkan ratusan migran untuk melakukan perjalanan. Kementerian migrasi Yunani mengatakan para migran itu telah terbujuk oleh berita palsu alias hoax itu.
"Orang-orang disesatkan oleh berita palsu karena harapan mereka," kata Menteri Migrasi Yunani Dimitris Vitsas seperti dikutip dari Deutsche Welle, Minggu (7/4/2019).
Kamp Diavata berada sekitar 60 kilometer sebelah selatan perbatasan, yang merupakan bagian dari apa yang disebut rute migrasi Balkan untuk memasuki Eropa tengah dan utara.
Kementerian Migrasi Yunani mengatakan telah memberi tahu para migran bahwa perbatasan ditutup dan mereka dapat kembali ke pusat akomodasi mereka di tempat lain di Yunani dengan bus pemerintah.
Banyak migran sejauh ini mengabaikan seruan itu, tetapi kementerian mengatakan berharap sebagian besar dari mereka akan kembali secara sukarela pada hari ini.
Jumlah migran yang mencapai Eropa tengah dan utara melalui rute Balkan turun secara signifikan setelah pagar perbatasan dipasang di sepanjang perbatasan Yunani-Makedonia Utara pada akhir 2015.
Lebih dari satu juta orang menggunakan rute tersebut untuk mencapai Jerman selama puncak krisis migrasi pada paruh kedua 2015.
Yunani saat ini menampung lebih dari 70.000 migran di seluruh negeri.
(ian)