Duduki Wilayah Suriah, Israel Dianggap Sama dengan ISIS
Minggu, 07 April 2019 - 04:16 WIB
Duduki Wilayah Suriah, Israel Dianggap Sama dengan ISIS
A
A
A
NEW YORK - Seorang profesor Columbia University, New York, menganggap Israel tak beda dengan kelompok Islamic State (ISIS) karena menaklukkan wilayah Suriah dan mendudukinya. Argumen itu memicu kemarahan kelompok mahasiswa pro-Israel.
"Preman pembunuh, kelompok jihadis menaklukkan wilayah-wilayah Suriah dan mendeklarasikan kekhalifahan. Sementara itu rekan-rekan Israel menaklukkan bagian dari Suriah dan menyatakannya sebagai bagian dari koloni pemukim Zionis-nya," kata Hamid Dabashi, profesor di Departemen Studi Timur Tengah, Asia Selatan, dan Afrika di Columbia University.
Argumen itu dia tulis di halaman Facebook-nya beberapa hari lalu. "Satu-satunya perbedaan; ISIS tidak memiliki satu peleton kolumnis yang dicukur bersih dan rapi di New York Times yang menyebarkan 'pakaian teroris' seperti yang dilakukan oleh para kolumnis Zionis secara teratur," lanjut dia.
Kelompok mahasiswa pro-Zionis yang tergabung dalam "Students Supporting Israel" menulis kecaman mereka dalam sebuah pernyataan."Pernyataan yang benar-benar tercela dan menjijikkan ini tidak diharapkan dari pemegang jabatan tetap di lembaga Ivy League," bunyi pernyataan mereka, seperti dikutip Haaretz, Sabtu (6/4/2019).
Israel saat ini menduduki Dataran Tinggi Golan, wilayah Suriah. Wilayah itu diduduki sejak Perang Enam Hari 1967. Amerika Serikat secara sepihak mengakui kedaulatan Israel atas Dataran Tinggi Golan yang menuai kecaman masyarakat internasional.Pihak universitas belum merespons pernyataan Dabashi. Pendapat profesor itu sejatinya bukan argumen baru di kalangan kampus.
Seorang mahasiswa kandidat anggota komite eksekutif National Union of Students di Inggris, Zeid Truscott, juga pernah mengaitkan Israel dengan ISIS.
Truscott, seorang mahasiswa University of Bath student telah membagikan artikel yang menuduh pemimpin ISIS Abu Bakr al-Baghdadi dilatih oleh badan intelijen Israel, Mossad.
Persatuan Pelajar Yahudi merasa sangat terganggu oleh posting media sosial Truscott yang mereka anggap bermuatan anti-Semit.
"Preman pembunuh, kelompok jihadis menaklukkan wilayah-wilayah Suriah dan mendeklarasikan kekhalifahan. Sementara itu rekan-rekan Israel menaklukkan bagian dari Suriah dan menyatakannya sebagai bagian dari koloni pemukim Zionis-nya," kata Hamid Dabashi, profesor di Departemen Studi Timur Tengah, Asia Selatan, dan Afrika di Columbia University.
Argumen itu dia tulis di halaman Facebook-nya beberapa hari lalu. "Satu-satunya perbedaan; ISIS tidak memiliki satu peleton kolumnis yang dicukur bersih dan rapi di New York Times yang menyebarkan 'pakaian teroris' seperti yang dilakukan oleh para kolumnis Zionis secara teratur," lanjut dia.
Kelompok mahasiswa pro-Zionis yang tergabung dalam "Students Supporting Israel" menulis kecaman mereka dalam sebuah pernyataan."Pernyataan yang benar-benar tercela dan menjijikkan ini tidak diharapkan dari pemegang jabatan tetap di lembaga Ivy League," bunyi pernyataan mereka, seperti dikutip Haaretz, Sabtu (6/4/2019).
Israel saat ini menduduki Dataran Tinggi Golan, wilayah Suriah. Wilayah itu diduduki sejak Perang Enam Hari 1967. Amerika Serikat secara sepihak mengakui kedaulatan Israel atas Dataran Tinggi Golan yang menuai kecaman masyarakat internasional.Pihak universitas belum merespons pernyataan Dabashi. Pendapat profesor itu sejatinya bukan argumen baru di kalangan kampus.
Seorang mahasiswa kandidat anggota komite eksekutif National Union of Students di Inggris, Zeid Truscott, juga pernah mengaitkan Israel dengan ISIS.
Truscott, seorang mahasiswa University of Bath student telah membagikan artikel yang menuduh pemimpin ISIS Abu Bakr al-Baghdadi dilatih oleh badan intelijen Israel, Mossad.
Persatuan Pelajar Yahudi merasa sangat terganggu oleh posting media sosial Truscott yang mereka anggap bermuatan anti-Semit.
(mas)