Ketua Masjid Selandia Baru Sebut Mossad Dalang Teror Christchurch

Jum'at, 29 Maret 2019 - 13:43 WIB
Ketua Masjid Selandia...
Ketua Masjid Selandia Baru Sebut Mossad Dalang Teror Christchurch
A A A
WASHINGTON - Kedutaan Besar Israel di Wellington menyesalkan pernyataan seorang ketua masjid terkemuka di Selandia Baru yang menyalahkan Mossad atas serangan teroris di Christchurch. Mossad adalah badan intelijen Israel.

Pada Sabtu lalu, Ketua Masjid E Umar Mt Roskill Ahmed Bhamji memberikan pidato di sebuah pertemuan umum untuk para korban di Aotea Square, Auckland.

Dalam pidatonya, Bhamji mengatakan dia curiga pria bersenjata yang membantai 50 orang di Masjid Al-Noor dan Masjid Liwood lalu mendapatkan dana dari Mossad dan bisnis Zionis.

"Saya berdiri di sini dan saya mengatakan saya memiliki kecurigaan yang sangat, sangat kuat bahwa ada beberapa kelompok di belakangnya dan saya tidak takut untuk mengatakan saya merasa Mossad berada di belakang ini," katanya, yang rekaman videonya telah menyebar.

Sekadar diketahui, sebagai badan intelijen Israel, Mossad bertanggung jawab untuk pengumpulan data intelijen, operasi rahasia dan kontraterorisme.

Dalam rilis hari Kamis pagi, Kedutaan Besar Israel menyebut tuduhan Bhamji tidak masuk akal dan disesalkan.

"Semua orang Israel, bersama dengan orang-orang Selandia Baru, berduka atas pembantaian teror yang mengerikan terhadap jamaah Muslim di Christchurch," kata kedutaan tersebut.

"Tuduhan absurd yang dibuat oleh Bhamji adalah ekspresi yang disesalkan dari prasangka anti-Semit yang paling dasar dan kami yakin bahwa itu benar-benar ditolak oleh kepemimpinan komunitas Muslim dan oleh semua warga Selandia Baru," lanjut pernyataan tersebut.

"Pada saat ini kami ingin menyampaikan kembali simpati terdalam dari kedutaan Israel dan negara Israel kepada para korban dan keluarga serangan Masjid Al-Noor dan Linwood," imbuh kedutaan Israel, yang dikutip dari New Zealand Herald, Jumat (29/3/2019).

Kemarin, Komisi Hak Asasi Manusia Selandia Baru juga membuat pernyataan sikap atas pidato Bhamji.

"Prasangka terhadap orang-orang Yahudi tidak memiliki tempat di Selandia Baru. Kita harus mengutuk rasisme, kebencian, dan anti-semitisme setiap kali kita melihatnya," kata komisi itu di Twitter.

Bhamji kepada Newshub mengatakan bahwa penyelidikan diperlukan untuk mengetahui dari mana pria bersenjata itu mendapatkan uangnya. Pelaku serangan teroris itu adalah Brenton Harrison Tarrant, 28, pria Australia yang mengampanyekan supremasi kulit putih.

"Mossad siap untuk semua hal ini," kata Bhamji. "Ketika saya berbicara tentang Mossad, mengapa orang-orang Yahudi harus marah tentang hal itu? Beri saya jawaban."
(mas)
Berita Terkait
Tsunami Matahari Spektakuler...
'Tsunami Matahari' Spektakuler Terangi Langit Selandia Baru
Jika Ada Selandia Baru,...
Jika Ada Selandia Baru, Apakah Ada Selandia Lama?
Singapura Minta Australia...
Singapura Minta Australia dan Selandia Baru Longgarkan Pembatasan untuk ASEAN
PM Ardern: Kapal Selam...
PM Ardern: Kapal Selam Nuklir Australia Dilarang Masuki Perairan Selandia Baru
Selandia Baru Buka Perbatasan...
Selandia Baru Buka Perbatasan dengan Australia Tahun Depan
Angkat Keberagaman,...
Angkat Keberagaman, Ardern Tunjuk Wanita Maori Bertato hingga Pria Gay Dalam Kabinetnya
Berita Terkini
Menlu Araghchi: Pengkhianatan...
Menlu Araghchi: Pengkhianatan di Balik Pembunuhan Khamenei Berdampak pada Pengambilan Keputusan
5 menit yang lalu
Filipina dan China Bentrok,...
Filipina dan China Bentrok, 1 Tentara Terluka
1 jam yang lalu
Makin Kewalahan, Rusia...
Makin Kewalahan, Rusia Pilih Buru Operator Drone Ukraina
1 jam yang lalu
AS Akan Rebut Pulau...
AS Akan Rebut Pulau Kharg, Iran: Kita Akan Menyambut
2 jam yang lalu
Mengapa Amerika Tak...
Mengapa Amerika Tak Pernah Mengusik Nuklir Pakistan? Ini Alasan Sebenarnya
4 jam yang lalu
Saling Gempur, Iran...
Saling Gempur, Iran Serang Target AS di Suriah, Yordania, dan Kuwait
4 jam yang lalu
Infografis
Ahmad Vahidi, Panglima...
Ahmad Vahidi, Panglima Baru IRGC di Tengah Perang Lawan AS-Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved