Di KTM OKI, Menlu RI Kecam Teror Christchurch dan Senator Anning

Jum'at, 22 Maret 2019 - 23:59 WIB
Di KTM OKI, Menlu RI...
Di KTM OKI, Menlu RI Kecam Teror Christchurch dan Senator Anning
A A A
ISTANBUL - Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Lestari Priansari Marsudi menyampaikan tujuh pesan kunci Republik Indonesia (RI) dalam Konferensi Tingkat Menteri Darurat Organisasi Kerja Sama Islam (KTM Darurat OKI) di Istanbul, Jumat (22/3/2019). Tujuh pesan itu termasuk kecaman terhadap serangan teroris di Christchurch, Selandia Baru, dan kecaman terhadap Senator Australia Fraser Anning.

"Indonesia mengutuk keras aksi terorisme yang terjadi di Masjid Al-Noor dan Masjid Linwood di Christchurch, Selandia Baru," kata Menlu Retno dalam pesan kunci pertama yang dia sampaikan.

KTM Darurat OKI membahas tragedi penembakan di dua masjid kota Christchurch serta upaya OKI menangkal ujaran kebencian terhadap umat Muslim.

Dalam pesan kedua, Menlu RI juga menegaskan kecaman terhadap pernyataan Senator Fraser Anning dari Australia. Pernyataan Senator Anning dinilai tidak bertanggung jawab, menyakitkan dan ofensif.

Dalam pesan kunci yang ketiga, Menlu menyampaikan bahwa sebagai anggota Dewan Keamanan PBB, Indonesia—bersama Kuwait—telah menginisiasi press statement DK PBB yang berisi kecaman keras terhadap tragedi Christchurch yang merenggut puluhan korban jiwa, termasuk warga negara Indonesia (WNI).

Keempat, Menlu RI menyampaikan bahwa serangan di Christchurch mengingatkan semua pihak bahwa tidak ada negara yang imun terhadap terorisme. Serangan Christchurch juga merupakan testament masih kurangnya pemahaman publik bahwa Islam adalah agama yang damai. "Kita harus mencegah agar pemikiran 'clash of civilizations' tidak terjadi," kata Menlu Retno, dalam keterangan tertulis yang diterima SINDOnews.com.

Kelima, Indonesia menyampaikan bahwa OKI harus memperkuat nilai-nilai toleransi. Perdamaian hanya dapat dibangun dengan fondasi toleransi yang kuat.

Keenam, OKI perlu memperkuat upaya mempromosikan interfaith dialogue. Ketujuh, mengingat banyak kepentingan ummah yang sedang hadapi tantangan, maka OKI harus bersatu dalam menangani tantangan Ummah, termasuk opresi yang terus terjadi terhadap bangsa Palestina.

Selain tujuh butir pesan tersebut, Menlu RI mengingatkan agar OKI dapat meningkatkan komitmen untuk menggunakan OIC Contact Group for Peace and Dialogue sebagai platform untuk menangani Islamfobia dan bentuk diskriminasi lain yang dihadapi ummah.

Sebagai penutup, Menlu RI mengharapkan agar OKI dapat terus menjalankan peran sebagai penjuru utama penyebaran Islam yang damai.

Selain anggota OKI, hadir dalam KTM darurat OKI tersebut, Menlu Selandia Baru, Winston Peters.
Dalam pernyataannya Menlu Selandia Baru menyampaikan bahwa seluruh masyarakat negaranya berduka dan mengecam serangan teroris di kedua masjid minggu lalu.

Menlu Peters juga menghargai dukungan dan solidaritas dunia Islam untuk Selandia Baru. Menlu Peters menyampaikan berbagai langkah yang telah dan akan diambil Selandia Baru termasuk memperketat aturan kepemilikan senjata api.
(mas)
Berita Terkait
Tsunami Matahari Spektakuler...
'Tsunami Matahari' Spektakuler Terangi Langit Selandia Baru
Jika Ada Selandia Baru,...
Jika Ada Selandia Baru, Apakah Ada Selandia Lama?
Singapura Minta Australia...
Singapura Minta Australia dan Selandia Baru Longgarkan Pembatasan untuk ASEAN
PM Ardern: Kapal Selam...
PM Ardern: Kapal Selam Nuklir Australia Dilarang Masuki Perairan Selandia Baru
Selandia Baru Buka Perbatasan...
Selandia Baru Buka Perbatasan dengan Australia Tahun Depan
Terbukti Lebih Rendah...
Terbukti Lebih Rendah Risiko, Indonesia Bisa Contoh Selandia Baru Dorong Perokok Beralih ke Produk Tembakau Alternatif
Berita Terkini
Terungkap, Pokemon Go...
Terungkap, Pokemon Go Bantu Militer AS Petakan Dunia
1 jam yang lalu
Inggris, Australia,...
Inggris, Australia, dan Kanada Luncurkan Dana untuk Dukung Upaya Solusi 2 Negara
2 jam yang lalu
Israel Jadi Negara yang...
Israel Jadi Negara yang Paling Banyak Diboikot di Dunia
3 jam yang lalu
Ayatollah Khamenei Sudah...
Ayatollah Khamenei Sudah Lebih dari 100 Hari Meninggal, Iran Tunda Lagi Penguburannya
3 jam yang lalu
Beda dengan Pejabat...
Beda dengan Pejabat Eropa, Jenderal Senior NATO Ini Sebut Rusia Tak Mencari Konflik
4 jam yang lalu
Elon Musk Triliuner...
Elon Musk Triliuner Pertama di Dunia, Kekayaannya Rp19.706,5 Triliun Setara 73 Kali Anggaran MBG
4 jam yang lalu
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved