PM Selandia Baru Bersumpah Tidak Akan Sebut Nama Teroris Christchurch

Selasa, 19 Maret 2019 - 13:37 WIB
PM Selandia Baru Bersumpah...
PM Selandia Baru Bersumpah Tidak Akan Sebut Nama Teroris Christchurch
A A A
WELLINGTON - Perdana Menteri Selandia Baru, Jacinda Ardern, bersumpah tidak akan pernah menyebut nama teroris yang menyerang dua masjid di Christchurch.

"Ia berusaha mencari banyak hal dari tindakan terornya, tetapi ada yang terkenal - itu sebabnya Anda tidak akan pernah mendengar saya menyebutkan namanya," kata Ardern dalam pidato penuh emosional di parlemen Selandia Baru.

Penembakan Jumat lalu di dua masjid menewaskan 50 orang dan puluhan lainnya terluka. Warga negara Australia, Brenton Tarrant (28) seorang pendukung supremasi kulit putih, telah didakwa dengan dakwaan pembunuhan.

"Saya mohon, ucapkan nama-nama mereka yang tewas daripada nama orang yang membunuhnya. Dia adalah seorang teroris. Dia adalah seorang kriminal. Dia adalah seorang ekstremis. Tetapi dia akan, ketika saya berbicara, tanpa nama," ujar Ardern seperti dikutip dari BBC, Selasa (19/3/2019).

Dalam pertemuan khusus parlemen, Ardern menggunakan ucapan bahasa Arab Assalamualaikum.

Perdana Menteri Selandia Baru itu meminta platform media sosial untuk berbuat lebih banyak untuk memerangi teror, setelah teroris Christchurch menyiarkan langsung aksi penyerangannya di Facebook.

"Kami tidak bisa hanya duduk dan menerima bahwa platform ini hanya ada dan bahwa apa yang dikatakan pada mereka bukanlah tanggung jawab tempat mereka mempublikasikannya," ucapnya.

"Mereka adalah penerbit. Bukan hanya tukang pos. Tidak mungkin sebuah kasus besar tetapi mereka yang mendapatkan keuntungan tidak bertanggung jawab," imbuhnya.

Ardern juga meyakinkan anggota parlemen bahwa pelaku akan menghadapi hukuman penuh dari hukum. Ia mendorong warga Selandia Baru untuk merespon kesedihan komunitas Muslim pada Jumat ini - yang merupakan hari ibadah umat Islam dan akan menandai satu minggu sejak penembakan.

Di antara 50 orang yang terbunuh di dua masjid selama shalat Jumat minggu lalu adalah migran Muslim, pengungsi dan penduduk dari negara-negara termasuk Pakistan, Bangladesh, India, Turki, Kuwait, dan Somalia.

Polisi Selandia Baru mengatakan bahwa pembunuhnya menggunakan senjata serbu gaya militer dan memanfaatkan modifikasi hukum untuk menjadikannya lebih mematikan.
(ian)
Berita Terkait
Angkat Keberagaman,...
Angkat Keberagaman, Ardern Tunjuk Wanita Maori Bertato hingga Pria Gay Dalam Kabinetnya
Bulan Depan, Selandia...
Bulan Depan, Selandia Baru Kembali Gelar Turnamen Tenis
Tersesat, Pinguin Antartika...
Tersesat, Pinguin Antartika Ini Berenang 3.000 km ke Selandia Baru
Selandia Baru Heboh,...
Selandia Baru Heboh, Kelelawar Menangkan Kontes Burung Tahunan
Negara Paling Damai...
Negara Paling Damai di Tahun 2022 Menurut Global Peace Index
Pelaku Penembakan Polisi...
Pelaku Penembakan Polisi Selandia Baru Tertangkap
Berita Terkini
Gagalkan Rencana Intelijen...
Gagalkan Rencana Intelijen Ukraina, Rusia Tangkap Dalang Serangan Drone Berbasis AI
35 menit yang lalu
Iran Ancam Negara-negara...
Iran Ancam Negara-negara Teluk untuk Tidak Jadi Arena bagi Serangan AS
1 jam yang lalu
Untuk Pertama Kalinya,...
Untuk Pertama Kalinya, AS Gunakan Drone Laut untuk Menyerang Iran
2 jam yang lalu
Terungkap, Gempa Dahsyat...
Terungkap, Gempa Dahsyat Sumatra Sebabkan Singapura Tenggelam Secara Bertahap
2 jam yang lalu
Sirene dan Peringatan...
Sirene dan Peringatan Berbunyi di Seluruh Negara Arab
3 jam yang lalu
AS Kembalikan 2 Arca...
AS Kembalikan 2 Arca Buddha Abad ke-8 ke Indonesia, Hasil Curian Douglas Latchford
3 jam yang lalu
Infografis
Presiden Turki Sebut...
Presiden Turki Sebut Israel Organisasi Teroris Zionis
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved