'Egg Boy' Sumbangkan Dana untuk Korban Christchurch

Selasa, 19 Maret 2019 - 09:43 WIB
Egg Boy Sumbangkan Dana...
'Egg Boy' Sumbangkan Dana untuk Korban Christchurch
A A A
MELBOURNE - Remaja yang memecahkan telur di kepada seorang politisi Australia dilaporkan akan menyumbangkan sebagian besar uang yang dihimpun baginya untuk korban serangan teror di Christchurch, Selandia Baru. Remaja itu nekat memecahkan telur di kepala politisi Australia sebagai protes atas komentarnya menyalahkan imigrasi Muslim atas penembakan yang menewaskan 50 orang itu.

Will Connolly, yang dijuluki "Egg Boy", menjadi terkenal setelah ia memfilmkan aksinya terhadap senator Queensland Fraser Anning selama wawancara TV. Hal ini memicu kontroversi di mana remaja berusia 17 tahun itu dipukul dua kali dan kemudian ditahan.

Polisi mengatakan Connolly ditangkap tetapi dibebaskan tanpa dakwaan menunggu investigasi.

Halaman GoFundMe kemudian dibuat untuk Connolly oleh pendukungnya, yang mengatakan uang yang terkumpul akan digunakan untuk biaya hukumnya dan “telur yang lebih banyak”.

"Pahlawan kami EggBoy menghadapi Fraser Anning, senator untuk Queensland yang sekarang dihina di seluruh dunia untuk komentar yang dibuat setelah penembakan di masjid Selandia Baru," tulis pendukungnya di halaman penggalangan dana, yang telah menerima sumbangan dengan total lebih dari Rp639 juta.

Para pendukungnya mengatakan Connolly telah melakukan kontak, dan bahwa ia berencana untuk mengirim sebagian besar uang kepada para korban serangan teroris Christchurch seperti dikutip dari Independent, Selasa (19/3/2019).

Setelah Connolly dibebaskan oleh polisi, rekamannya diposting di Twitter di mana ia merujuk orang-orang yang menjatuhkannya ke tanah setelah insiden itu menggunakan bahasa gaul Australia yang setara dengan 'redneck' Amerika.

"Jangan mengacau politisi," katanya.

"Kamu ditangani oleh 30 bogans pada saat yang bersamaan. Aku belajar dengan cara yang sulit, f***," tulisnya.

Anning dikecam keras setelah menyalahkan imigrasi Muslim atas penembakan sayap kanan di dua masjid Selandia Baru pada hari Jumat, yang menewaskan 50 orang.

"Apakah ada yang masih membantah hubungan antara imigrasi Muslim dan kekerasan?" tanyanya retoris.

Setelah Anning dihantam telur, orang-orang di seluruh dunia bersuara di media sosial untuk berseru kepada anak muda yang bertanggung jawab atas aksinya itu, menjulukinya sebagai Egg Boy.

Pengguna Twitter @defilibrator mentweet: "Egg Boy menunjukkan kepada dunia bahwa agama, usia atau etnis tidak masalah ketika berdiri melawan penindasan, kebencian dan kejahatan. Anda hanya perlu hati yang murni dan Egg Boy memiliki hati emas. ! Diberkatilah Anda."
(ian)
Berita Terkait
Angkat Keberagaman,...
Angkat Keberagaman, Ardern Tunjuk Wanita Maori Bertato hingga Pria Gay Dalam Kabinetnya
Bulan Depan, Selandia...
Bulan Depan, Selandia Baru Kembali Gelar Turnamen Tenis
Pelaku Penembakan Polisi...
Pelaku Penembakan Polisi Selandia Baru Tertangkap
Selandia Baru Heboh,...
Selandia Baru Heboh, Kelelawar Menangkan Kontes Burung Tahunan
Tersesat, Pinguin Antartika...
Tersesat, Pinguin Antartika Ini Berenang 3.000 km ke Selandia Baru
Negara Paling Damai...
Negara Paling Damai di Tahun 2022 Menurut Global Peace Index
Berita Terkini
Mengapa Para Pemimpin...
Mengapa Para Pemimpin Iran Masih Berbeda Pandangan terkait Selat Hormuz?
1 jam yang lalu
Siapa Hamad bin Khalifa...
Siapa Hamad bin Khalifa Al Thani? Pemimpin yang Meningkatkan PDB Qatar hingga 24 Kali Lipat
1 jam yang lalu
Hakim Perempuan Muslim...
Hakim Perempuan Muslim Ini Diancam Dibunuh setelah Menghukum Para Penjaga Sapi
4 jam yang lalu
Balas Dendam Itu Pasti...
Balas Dendam Itu Pasti Terjadi! Media Iran Rilis 13 Pejabat AS, Iran dan Eropa yang Jadi Target
5 jam yang lalu
Pendiri Telegram: Uni...
Pendiri Telegram: Uni Eropa Berubah Menjadi Republik Pisang
6 jam yang lalu
Barisan Nasional Menang...
Barisan Nasional Menang Besar di Pemilu Johor, Koalisi PM Anwar Ibrahim Terancam?
7 jam yang lalu
Infografis
5 Buah Rendah Gula yang...
5 Buah Rendah Gula yang Aman untuk Diet, Tetap Manis dan Menyegarkan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved